... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

UBN Ditersangkakan, Ketua MIUMI Aceh: Sangat Bernuansa Politis

Foto: Ketua MIUMI Aceh Dr. Muhammad Yusran Hadi, LC, MA

KIBLAT.NET, Banda Aceh – Pemanggilan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) oleh Bareskrim Mabes Polri untuk diperiksa sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada hari Rabu (08/05/2019) menuai reaksi dari berbagai elemen umat Islam. Tidak hanya tokoh-tokoh nasional, namun tokoh-tokoh daerah pun ikut bersuara terkait kasus yang menimpa UBN.

Ketua MIUMI Aceh, Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA menilai kasus yang menimpa UBN merupakan tindakan berlebihan dan mengada-ada. Menurutnya, perlakuan terhadap UBN ini merupakan bagian dari tindak persekusi dan kriminalisasi ulama serta kezaliman yang sedang dipertontonkan pemerintah kepada rakyat di tengah kegaduhan pilpres 2019.

Ustadz Yusran yang juga pengurus Dewan Dakwah Aceh tersebut menilai tuduhan terhadap UBN sangat bernuansa politis.

“Tuduhan (TPPU, red.) terhadap UBN sangat bernuansa politis. Terkesan mengada-ada dan mencari-cari kesalahan UBN. Tujuannya untuk menekan dan membungkam UBN dan orang-orang yang bersikap kritis terhadap rezim selama ini,” kata Yusran kepada Kiblat.net melalui pesan WhatsApp pada Ahad (12/05/2019).

Menurut Yusran, sikap kritis UBN telah meresahkan dan menakutkan sehingga dianggap berbahaya oleh rezim berkuasa.

“Mengingat UBN selama ini dengan suara lantang berani membela Islam dan kebenaran serta keadilan lewat ceramah-ceramahnya dan Aksi Bela Islam 411 dan 212. Dalam Aksi bela Islam 212 UBN dan HRS mampu menyatukan umat dan menghadirkan jutaan umat Islam dari berbagai daerah ke Jakarta,” jelasnya.

BACA JUGA  Indonesia Kembali Lobi Saudi Soal Peningkatan Layanan Haji

Dan puncaknya, Yusran melanjutkan, dukungan UBN terhadap Prabowo-Sandi secara terang-terangan menjelang pilpres 17 April 2019 telah membuat panik rezim.

“Tentu saja dukungan ini menjadi magnit sangat kuat bagi umat, sehingga menambah besar dukungan umat kepada Prabowo-Sandi. Selain itu, dukungan dan keikutsertaan UBN dalam Ijtima Ulama III pasca pilpres semakin menambah kepanikan dan ketakutan rezim,” ujarnya.

Oleh karena itu, anggota Ikatan Ulama dan Da’I Asia Tenggara tersebut memandang bahwa rezim berusaha mencari celah hukum untuk mengkriminalkan UBN dengan tuduhan pencucian uang. Jadi, kasus hukum yang menjerat UBN ini sangat bernuansa politis.

“Menurut pakar ahli pidana, tindak pidana pencucian uang itu harus ada suatu kejahatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Lalu kejahatan itu menghasilkan uang. Ini baru namanya kriminal pencucian uang atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU, red.),” tegasnya.

Sedangkan Aksi Bela Islam bertujuan untuk membela agama Islam dari penistaan agama yg dilakukan Ahok dan menuntut keadilan agar Ahok si penista agama Islam dihukum dengan hukuman yang tegas.

“Jadi aksi ini menuntut pemerintah untuk menegakkan hukum dan keadilan. Apakah UBN telah melakukan kejahatan dengan melakukan Aksi Bela Islam? Apakah mendapat dana infak dari umat Islam itu bisa dikatakan kriminal pencucian uang?”

Ustadz Yusran juga menyoroti perihal intervensi pemerintah dalam pengolalaan dana infak yang dikelola oleh suatu yayasan atau LSM, menurutnya hal ini justru semakin membuat kasus ini terlihat sangat politis.

BACA JUGA  Perilaku One Night Stand di Kalangan Millenial Jadi Tantangan Para Pendakwah

“Padahal pengelolaan keuangan suatu yayasan atau LSM itu independen dan tidak boleh ada campur pemerintah. Tidak perlu pertanggung jawaban kepada pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah sepatutnya tidak boleh campur tangan dalam persoalan dana yayasan atau LSM ini. Apalagi sampai membuat tuduhan pencucian uang. Tentu ini sangat politis,” pungkasnya.

Reporter: Azzam
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Demo Sudan: Energi Baru dan Seruan Keteguhan saat Ramadhan

Mereka berharap bulan suci ini dapat menyuntikkan lebih banyak energi ke dalam aksi protes yang kini telah berlangsung sebulan.

Senin, 13/05/2019 11:23 0

Suriah

Al-Jaulani Turun ke Front Pertempuran di Pedesaan Hama

"Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani, komandan HTS, dari garis depan front desa Hama," tulis Umar dalam postingannya di Channel Telegram, yang dilansir Enabbaladi.net, Ahad.

Senin, 13/05/2019 10:54 0

Suriah

Pemimpin HTS Serukan Mobilisasi Umum untuk Lindungi Idlib

Pemimpin Haiah Tahrir Syam (HTS) Abu Muhammad Al-Jaulani menyerukan para pejuang agar mengangkat senjata untuk mempertahankan Idlib dari kampanye pemboman oleh rezim Bashar Assad dan sekutunya.

Senin, 13/05/2019 10:50 0

Wilayah Lain

Masjid dan Toko Warga Muslim Sri Lanka Diserang Massa

Jam larangan keluar ini berlaku mulai jam enam sore hingga jam enam pagi.

Senin, 13/05/2019 09:13 0

Palestina

Dua Bulan, 900 Warga Palestina Jadi Korban Penangkapan Israel

"Jumlah perintah penahanan administratif yang dikeluarkan pada bulan Maret dan April mencapai 112, dan jumlah tahanan administratif mencapai sekitar 500 tahanan," jelas laporan tersebut.

Senin, 13/05/2019 08:28 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Ini Cara Al Quran Menolongmu di Hari Akhir

KIBLAT.NET- Al Quran kelak akan menolong para ahlul Quran di hari kiamat. Bagaimana Al Quran...

Senin, 13/05/2019 05:31 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Ini Janji Allah untuk Orang Puasa

KIBLAT.NET- Di Bulan Ramadhan, Umat Islam diwajibkan berpuasa Ramadhan. Apakah janji Allah untuk mereka yang...

Ahad, 12/05/2019 17:30 0

Afrika

Militer Sudan Sita Pesawat Maroko Bermuatan Penuh Emas

Mayor Jenderal Othman Mohamed mengatakan bahwa hanya 93 kilogram emas di pesawat itu yang memiliki lisensi ekspor, sementara status hukum dari jumlah yang tersisa belum diklarifikasi.

Ahad, 12/05/2019 11:16 0

Amerika

Bangun Tembok Perbatasan Meksiko, AS Pangkas Anggaran Perang di Afghanistan Rp8,6 Triliun

Amerika Serikat gelontorkan dana USD 1,5 milyar atau Rp21,4triliun untuk membangun tembok 130 kilometer di perbatasan Meksiko

Ahad, 12/05/2019 10:06 0

Khazanah

Hari Ketujuh Ramadhan, Munculnya Burung yang Bisa Berbicara di Aleppo

Di dalam kitab Syadazrat Adz-Dzahab disebutkan bahwa pada tanggal 7 Ramadhan 242 H terjadi peristiwa yang aneh. Penulis kitab itu mengatakan,"Pada hari itu di kota Aleppo ada seekor burung yang jatuh dan menimpa seekor binatang.

Ahad, 12/05/2019 09:00 1

Close