Pemimpin HTS Serukan Mobilisasi Umum untuk Lindungi Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Pemimpin Haiah Tahrir Syam (HTS) Abu Muhammad Al-Jaulani menyerukan para pejuang agar mengangkat senjata untuk mempertahankan Idlib dari kampanye pemboman oleh rezim Bashar Assad dan sekutunya.

Rezim Assad dan sekutu Rusia-nya dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan darat dan udara ke wilayah barat laut Suriah tersebut, meskipun ada kesepakatan zona penyangga Rusia-Turki untuk melindunginya.

“Kami menyerukan siapa pun yang dapat mengambil senjata … untuk menuju ke medan perang,” kata Al-Jaulani dalam sebuah video yang dirilis pada hari Ahad (12/05/2019).

“Meningkatnya kekerasan terhadap wilayah Idlib sejak akhir April mengisyaratkan ‘matinya semua perjanjian dan konferensi sebelumnya’,” kata Al-Jaulani dalam sebuah wawancara dengan seorang aktivis media lokal di lingkungan pedesaan.

“Ini menunjukkan bahwa ‘hanya jihadis dan militer yang bisa diandalkan’,” tambahnya, mengenakan seragam kamuflase dan duduk bersila di rumput.

AFP mengatakan bahwa aktivis itu melakukan wawancara di pedesaan Hama utara, meskipun belum bisa diverifikasi. Video itu tampaknya dibuat dalam beberapa hari terakhir setelah rezim Assad melakukan kampanye.

Idlib, wilayah yang berpenduduk sekitar tiga juta orang, seharusnya dilindungi dari serangan besar-besaran pemerintah berdasarkan kesepakatan zona penyangga yang ditandatangani oleh Rusia dan pendukung pemberontak Turki pada bulan September.

Dalam sebuah video yang diposting tahun lalu di Facebook, Al-Jaulani menggambarkan HTS sebagai satu-satunya pembela Muslim Sunni yang sah di Suriah. Dia menambahkan bahwa Turki bukan sekutu yang dapat diandalkan melawan rezim Suriah.

BACA JUGA  Dugaan Penipuan hingga UU ITE, Yusuf Mansur Bakal Dilaporkan Polisi

Perjanjian Rusia-Turki tidak pernah sepenuhnya dilaksanakan setelah para militan menolak untuk menarik diri dari daerah penyangga yang direncanakan.

Damaskus dan sekutunya telah meningkatkan pemboman mereka di bagian selatan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu menyebabkan puluhan warga sipil tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi.

Mereka telah mengambil beberapa kota dari para militan dalam beberapa hari terakhir.

Kepada Al Masdar News, Al-Jaulani mengatakan bahwa HTS telah kehilangan desa-desa akibat serangan tentara Suriah dan kurangnya dukungan dari penduduk setempat.

Video dan foto-foto Al-Jaulani diposting hanya beberapa hari setelah HTS kehilangan kendali atas kota Kafr Nabudah, utara provinsi itu.

PBB mengatakan, peningkatan serangan udara dan penembakan membuat 180.000 orang terlantar antara 29 April dan 9 Mei. Program Pangan Dunia mengatakan pertempuran itu memaksanya untuk menunda distribusi bantuan kepada lebih dari 47.000 orang.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, monitor yang berbasis di Inggris, mengatakan sekitar 120 warga sipil telah tewas dalam pemboman itu.

Pemerintah dan Rusia menuduh para pejuang Suriah menargetkan pangkalan udara utama Hmeimim Rusia di sebelah barat Idlib. Hal ini dijawab langsung oleh Al-Jaulani.

“Adalah hak kaum revolusioner untuk membombardir pangkalan ini yang menyebabkan kematian perempuan dan anak-anak,” katanya dalam video.

“Jika kepemimpinan Rusia ingin pemboman Hmeimim dihentikan, hentikan mendukung rezim dan membunuh rakyat Suriah dan warga sipil,” tambahnya.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Hakim Memutuskan Gugatan Tidak Diterima

Rusia ikut campur dalam perang pada 2015, dan sejak itu membantu pemerintah mendapatkan kembali sebagian besar negara itu.

Perang saudara di Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan membuat jutaan orang terlantar sejak dimulai dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah pada tahun 2011.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat