Ingin Bunuh Trump, Pria AS Diancam Hukuman hingga 140 Tahun Penjara

KIBLAT.NET, Connecticut – Seorang pria menghadapi dakwaan di AS setelah jaksa menuntutnya karena telah mengancam akan membunuh Presiden Donald Trump dan mengirim ancaman bom ke orang lain dan surat berisi bubuk putih yang mencurigakan.

Menurut dokumen pengadilan, Gary Gravelle (51) didakwa dengan 16 dakwaan, termasuk mengancam presiden pada September 2018 dengan mengirimkan sebuah amplop berisi bubuk putih dan pesan bertuliskan tangan “You Die”.

“Dia mengirim amplop yang serupa ke sebuah sinagog, sebuah masjid dan satu bab dari Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna (NAACP),” menurut surat dakwaan tersebut.

“Catatan itu mengklaim bubuk itu adalah biotoxin tetapi ternyata tidak berbahaya,” kata para pejabat.

Gravelle juga mengirim email dan membuat ancaman di telepon akan meledakkan bom di Vermont, Washington dan di berbagai lokasi di Connecticut, termasuk gedung-gedung pemerintah dan fasilitas kesehatan mental.

Jika dinyatakan bersalah dari semua 16 tuduhan, ia bisa menghadapi hukuman penjara maksimum 140 tahun.

Gravelle sebelumnya dijatuhi hukuman pada tahun 2013 karena melakukan panggilan bermuatan ancaman. Dia telah dibebaskan di bawah pengawasan federal sampai dia ditangkap atas tuduhan baru tahun lalu. Demikian menurut pernyataan Jaksa AS John Durham pada Jumat (10/05/2019).

Tidak segera jelas apakah Gravelle punya pengacara.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat