Dua Bulan, 900 Warga Palestina Jadi Korban Penangkapan Israel

KIBLAT.NET, Al-Quds – Israel menangkap sekitar 900 warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki selama dua bulan terakhir, termasuk 133 anak-anak dan 23 perempuan. Demikian laporan lembaga Palestina yang memantau para tahanan Palestina pada Ahad (12/05/2019).

“Jumlah perintah penahanan administratif yang dikeluarkan pada bulan Maret dan April mencapai 112, dan jumlah tahanan administratif mencapai sekitar 500 tahanan,” jelas laporan tersebut.

Laporan itu menjelaskan, secara total saat ini sebanyak 5.700 warga Palestina di penjara-penjara Israel. Termasuk dari jumlah itu, 250 anak-anak dan 45 wanita.

Israel menggunakan hukum Inggris lama yang memungkinkannya untuk menahan warga Palestina tanpa pengadilan selama tiga hingga enam bulan, dapat diperbarui berdasarkan file rahasia tahanan.

Laporan tersebut meninjau penangkapan anak-anak selama dua bulan terakhir. Menurut data yang dikumpulkan, sedikitnya 34 anak-anak ditempatkan di di Penjara Ofer Maret lalu, 20 anak di bawah umur ditangkap oleh Israel dari rumah dan 12 di jalan, dan satu ditangkap di pos pemeriksaan militer dan satu setelah dipanggil.

Tidak ada komentar otoritas Israel terkait laporan ini.

Di saat yang sama, sejumlah tahanan dilaporkan mogok makan untuk memprotes pelayanan buruk di dalam penjara dan pengabaian hak-hak kemanusiaan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat