Militer Sudan Sita Pesawat Maroko Bermuatan Penuh Emas

KIBLAT.NET, Khartoum – Pasukan Pendukung Cepat Sudan telah menyita 241 kilogram emas dari sebuah pesawat Maroko yang terbang dari negara bagian Sungai Nil negara itu, yang mendarat di ibu kota Khartoum.

Mayor Jenderal Othman Mohamed mengatakan bahwa hanya 93 kilogram emas di pesawat itu yang memiliki lisensi ekspor, sementara status hukum dari jumlah yang tersisa belum diklarifikasi.

“Kita harus mengirimkan sejumlah besar [emas] ini ke Bank Sudan, dan kemudian kita akan melanjutkan dengan prosedur hukum yang diperlukan,” katanya seperti dikutip Middle East Monitor, Sabtu (11/05/2019).

Mohamed tidak menyebutkan nama perusahaan swasta Maroko yang telah mengekspor emas, juga tidak memberikan rincian lebih lanjut. Namun, ia menunjukkan bahwa status perusahaan itu di Sudan adalah legal dan terdaftar.

Sementara, situs web berita Maroko Hespress melaporkan bahwa pesawat itu sarat dengan sejumlah besar emas milik perusahaan Maroko MANAGEM, yang telah lama aktif dalam industri pertambangan di seluruh benua Afrika.

Sudan menghasilkan 100 ton emas setiap tahun, dan tambang emas adalah sumber utama mata uang asing di negara itu. Namun, diyakini bahwa sekitar 70 persen dari produksi emas Sudan diselundupkan ke luar negeri, karena para produsen mencoba menghindari peraturan yang mengharuskan emas untuk dijual ke bank sentral dalam mata uang lokal dengan harga yang jauh lebih rendah daripada yang dapat tercapai di pasar gelap.

Pasukan Dukungan Cepat Sudan menyatakan bahwa penyitaan emas hari Kamis dimaksudkan untuk melindungi ekonomi nasional dan melestarikan sumber daya dan kekayaan negara. Hespress, mengklaim pasukan Sudan menghentikan pesawat itu karena tidak memperoleh izin untuk terbang, bukan karena penyelundupan emas.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat