... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tim Bantuan Hukum Menko Polhukam Berpotensi Timbulkan Over-Kriminalisasi

Foto: Menko Polhukam 2014-2019, Wiranto.

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty International Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto untuk mengurungkan rencana pembentukan tim khusus pengkaji ucapan tokoh yang dianggap melanggar hukum. Pembentukan tim itu dinilai mengancam kemerdekaan menyatakan pendapat.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyatakan tanpa kejelasan apa yang dimaksud “melanggar hukum”, upaya pengawasan tersebut rawan disalahgunakan untuk membungkam kritik yang sah dari warga negara terhadap pemerintah dan lebih jauh, berpotensi menimbulkan over-kriminalisasi di Indonesia. Membungkam kritik, apalagi lewat pemidanaan, sama saja memperparah kompleksitas permasalahan over-kapasitas penjara di Indonesia.

“Keadaan hak atas kemerdekaan menyatakan pendapat di Indonesia sudah terancam dengan berbagai ketentuan pidana tentang pencemaran nama baik. Salah satu yang bermasalah adalah pasal yang memidanakan penghinaan terhadap pejabat dan lembaga negara,” kata Usman Hamid dalam pernyataan tertulis, Kamis (09/05/2019).

“Tanpa pengawasan tersebut saja sudah banyak orang yang diproses hukum karena mengkritik otoritas di Indonesia, termasuk presiden,” imbuhnya.

Terlebih, kata Usman, ada kecenderungan bahwa pengawasan itu untuk menarget tokoh-tokoh yang aktif mengkritik pemerintah pasca pemilihan presiden 17 April. Jika hal ini benar maka akan merusak kultur politik oposisi yang sehat dan dibutuhkan oleh kehidupan sosial politik kita.

“Lebih jauh, kebijakan tersebut menjadikan presiden serta pemerintah menjadi anti kritik,” tandasnya.

BACA JUGA  Teror Diskusi "Pemecatan Presiden" di FH UGM: Melanggar Hukum, Menyelisihi Akal Sehat

Menurut Usman, kemerdekaan berpendapat adalah hak yang dilindungi baik dalam hukum HAM internasional dan nasional, termasuk UUD 1945. Meskipun kebebasan ini dapat dibatasi untuk melindungi reputasi orang lain, standar HAM internasional menganjurkan agar hal tersebut tidak dilakukan melalui pemidanaan.

Sementara itu, lembaga negara sendiri bukanlah suatu entitas yang dilindungi reputasinya oleh hukum HAM. Pelarangan terhadap himbauan kebencian kebangsaan, ras maupun agama juga diperbolehkan, namun ujaran demikian haruslah dengan jelas menunjukkan maksud untuk memancing orang lain untuk mendiskriminasi, memusuhi atau melakukan kekerasan terhadap kelompok-kelompok tersebut.

Menko Polhukam Wiranto membentuk Tim Bantuan Hukum Nasional yang berada di bawah koordinasinya. Tim itu nantinya bertugas mengawasi pernyataan masyarakat yang dianggap melanggar hukum. Dia menyoroti media sosial yang hiruk pikuk pasca Pemiu, dan menyatakan akan lebih tegas men-take down akun-akun yang menghasut dan melanggar hukum.

“Merupakan satu tim perbantuan para pakar hukum untuk membantu Kemenkopolhukam, untuk meneliti, mencerna, mendefinisikan kegiatan-kegiatan yang sudah nyata-nyata melanggar hukum,” kata Wiranto, Selasa (07/05/2019).

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Rusia: Kampanye Udara di Idlib Sudah dengan Koordinasi Turki

Tengah terjadi pembicaraan di kalangan oposisi Suriah bahwa operasi militer rezim di Suriah utara saat ini digelar sebagai realisasi oleh perjanjian Rusia-Turki dan pemahaman terbaru antara keduanya

Jum'at, 10/05/2019 10:12 0

Mesir

Rezim Al-Sisi Ubah Ratusan Nama Masjid, di antaranya Masjid Rabaa

Salah satu masjid paling menonjol yang namanya diganti, Masjid Rabiaa al-Adawiya. Masjid ini diganti dengan nama Masjid Ar-Rahmah.

Jum'at, 10/05/2019 08:43 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Ciri Orang yang Mahir Al Quran

KIBLAT.NET- Siapakah orang yang mahir dalam Al Quran? Yuk, simak jawabannya di sini. Editor: Abdullah...

Jum'at, 10/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Inilah Keistimewaan Orang Puasa

KIBLAT.NET- Apa sajakah keistimewaan orang yang berpuasa? Yuk simak pencerahan dari Ust. Zamroni di sini....

Kamis, 09/05/2019 17:30 0

Video Kajian

Peduli Palestina, ACT Sudah Kirim Logistik Senilai 15 Milyar Rupiah

KIBLAT-JAKARTA, Memasuki bulan Ramadhan Gaza kembali dibombardir oleh Zionis Israel. Mendengar hal tersebut, pihak ACT...

Kamis, 09/05/2019 17:16 0

Afghanistan

Bawa Agenda Anti-Islam, LSM Rekanan Amerika Ditarget Taliban

LSM Rekanan Internasional yang jadi target penyerangan Imarah Islam dinilai mengajarkan brutalisme, penindasan, aksi teror, dan menanamkan ideologi anti-Islam

Kamis, 09/05/2019 16:24 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal di Bulan Ramadhan

Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal di Bulan Ramadhan

Kamis, 09/05/2019 15:59 0

Khazanah

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan: Abu Jahal Firaun Umat Ini

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan: Abu Jahal Firaun Umat Ini

Kamis, 09/05/2019 13:29 0

Khazanah

Hari Keempat Ramadhan, Penyerahan Bendera Pertama Dalam Islam

Rasul menunjuk pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, sayyidu Syuhada bersama 30 orang Muhajirin. Saat itu Nabiyullah menyerahkan bendera pertama berwarna putih kepada Hamzah. Pembawa bendera itu adalah Martsad Kannaz bin Hishn Al-Ghanwi.

Kamis, 09/05/2019 10:22 0

Yaman

UEA Rekrut Milisi Separatis, Hubungan dengan Pemerintah Yaman Kian Tegang

UAE berselisih dengan Hadi karena ia beraliansi dengan Partai Reformasi Islam, yang dianggap berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh UEA, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.

Kamis, 09/05/2019 08:28 0

Close