Rezim Al-Sisi Ubah Ratusan Nama Masjid, di antaranya Masjid Rabaa

KIBLAT.NET, Kairo – Rezim Abdul Fatah Al-Sisi, Kamis (09/05/2019), menetapkan perubahan nama ratusan masjid, termasuk Masjid Rabaa Al-Adawiya yang menjadi saksi pembantaian ratusan pendukung mantan Presiden Muhammad Mursi pada 2013 oleh militer dan polisi.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Departemen Wakaf Mesir, Menteri Wakaf Mukhtar Juma memutuskan untuk mengubah nama 516 masjid di tahap awal, yang nantinya diikuti 100 masjid lainnya di seluruh Mesir.

Pernyataan yang dilansir Arabi21.com itu menjelaskan bahwa keputusan ini dikeluarkan supaya masjid-masjid tersebut tidak digunakan oleh kelompok, partai atau faksi tertentu serta tidak menjadi arena konflik politik dan ideologi.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa keputusan itu supaya tidak memberi ruang bagi kelompok-kelompok “ekstrem”menggunakan masjid untuk menghasut aksi kekerasan.

Salah satu masjid paling menonjol yang namanya diganti, Masjid Rabiaa al-Adawiya. Masjid ini diganti dengan nama Masjid Ar-Rahmah.

Pada awal 2015, rezim Al-Sisi mengeluarkan keputusan bahwa masjid yang menjadi simbol perlawanan kudeta militer ini sepenuhnya dikelola pemerintah. Mufti rezim, Ali Jum’ah, ditempatkan menjadi direktur pengelola masjid. Langkah ini untuk mencegah aktivitas Ikhwanul Muslimin setelah organisasi Islam itu dimasukkan daftar “teroris”.

Pada 14 Agustus 2013, tentara dan polisi secara paksa membubarkan aksi duduk-duduk ribuan pendukung Mursi di Lapangan An-Nahdhah dan kompleks Masjid Rabaa al-Adawiya. Penyerangan itu menyebabkan 632 demonstran tewas, menurut pernyataan pemerintah Kudeta, atau lebih dari seribu korban berdasarkan laporan organisasi independen.

Keputusan mengubah nama masjid ini terjadi setelah rezim Al-Sisi mengeluarkan pembatasan-pembatasan pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan di seluruh masjid. Dalam aturan yang dikeluarkan Kementerian Wakaf, rezim Mesir melarang pelaksanaan Shalat Tarawih lebih dari 10 menit. Pelaksanaan Tarawih tidak boleh menggunakan speaker luar. Para penceramah Ramadhan wajib menyampaikan materinya dari buku panduan yang dikeluarkan Kementerian Wakaf.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat