... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Hukum Suntik Bagi yang Berpuasa Menurut Mazhab Syafi’i

Foto: Hukum suntik

KIBLAT.NET – Para ulama Syafi’iyah kontemporer berbeda pendapat dalam menyikapi suntik ketika puasa. Secara umum mereka berbeda pendapat kepada tiga pendapat.

Pendapat Pertama, Suntikan Membatalkan Puasa Secara Mutlak

Pendapat ini diambil oleh mayoritas ulama Syafi’i di Hadromaut, Yaman. Bahkan Ulama Yaman Syaikh Salim bin Sa’id Bukaer menulis satu risalah membantah mereka yang mengatakan bahwa suntikan tidak membatalkan puasa. Risalah tersebut beliau beri judul “Wudhuhul Buthlan bil Hukmi bi Adamil Fithri bil Ibroti bil Huqn fi Nahari Ramadhan” . Tulisan tersebut telah diterbitkan dan diberi sisipan tulisan syaikh Muhammad Awadh bin Thohir Bawazir yang berjudul “Hukmul Ibroti fi Nahari Romadhon”. Sebagian ulama syafi’iyah kontemporer berkata:

وبهذا يتضح: أنَّ الدواء المعطَى للصائم بواسطة الإبرة مفسدٌ للصوم على المذاهب الأربعة سواء كان في العضلات أو الوريد أو تحت الجلد أو قناة النخاع، وسواء كان للتغذية وللتقوية وإكثار الدم، أو لتخدير الأعصاب أو لعلاج مرض

Atas dasar ini maka jelaslah bahwa obat yang diberikan kepada orang puasa melalui suntik dapat membatalkan puasa menurut empat mazhab. Baik suntikan itu di otot, urat, dibawah kulit, tulang belakang baik untuk nutrisi, menambah kuat, menambah darah, membius syaraf atau untuk mengobati penyakit.

Pendapat Kedua : Diperinci

Syaikh Hasan bin Ahmad Al-Kaff berkata, Pendapat yang memperinci –ini pendapat yang benar-

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

Jika suntikan itu bermaksud memberikan asupan makanan, maka dapat membatalkan puasa, sedangkan jika suntikan itu tidak untuk asupan makanan, maka ada dua kondisi.

  1. Jika yang disuntik adalah pebuluh darah yang berongga –pembuluh vena- maka membatalkan puasa.
  2. Jika yang disuntik adalah otot –yang tidak memiliki rongga- maka tidak membatalkan puasa.

Pendapat Ketiga: Suntikan Tidak Membatalkan Puasa

Di antara yang berpendapat seperti ini adalah Syaikh Dr Muhammad Hasan Hitou di dalam Fiqhus Shiyam. Beliau berkata, “Suntikan terhadap otot atau pada urat yang disebut dengan (ibroh) adalah sesuatu yang diperbolehkan berobat dengannya di siang hari bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa, dengan segala jenis obat yang disuntikkan dan tidak membatalkan puasa. Hal itu dikarenakan obat tersebut tidak masuk melalui saluran yang terbuka (manfadz maftuh) sebagaimana otot dan urat tidak disebut jauf (Rongga). Oleh karena itu siapa yang mau berobat dengan suntik di siang hari Ramadhan maka tidak masalah.

Pendapat inilah yang paling sesuai dengan kaidah (dhobith) mazhab Syafi’i. karena lubang yang dihasilkan oleh jarum suntik mirip dengan lubang pori-pori, dan pori-pori bukanlah saluran yang terbuka. Oleh karena itu Ibnu Qasim memberikan komentar pada perkataan imam An-Nawawi “Syarat yang sampai ke jauf (rongga) harus melalui saluran yang terbuka.” Maksudnya saluran yang lazimnya terbuka (mulut, hidung, telinga, dubur dan kemaluan) atau saluran yang terlihat.”

BACA JUGA  Hari Pertama Muslim United, Masjid Gedhe Kauman Dipenuhi Hadirin

Perlu diketahui bahwa dalam mazhab syafi’i ada kaidah tentang hal-hal yang membatalkan puasa. Kaidah tersebut adalah:

كل عين وصلت إلى الجوف من منفذٍ مفتوح تفسد الصيام

Artinya, “Setiap benda yang sampai ke jauf (rongga) melalui saluran yang terbuka, maka dapat membatalkan puasa.

Nah, perbedaan di dalam mazhab syafi’i dalam menentukan apakah sesuatu itu membatalkan puasa atau tidak kembali kepada batasan dalam menentukan jauf  (rongga) dan manfadz maftuh (lubang yang terbuka). Wallahu a’lamu bissowab

Sumber: FP Syaikh Dr Labib Najib Al-Adani
Alih Bahasa: Miftahul Ihsan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ratusan Massa Geruduk Kantor Bawaslu Surakarta

"Kita minta kepada Bawaslu agar bersikap (mengambil tindakan) atas kejadian-kejadian yang terjadi kali ini yaitu kematian 500an anggota KPPS," katanya.

Jum'at, 10/05/2019 16:33 0

Indonesia

Tim Mitigasi Kesehatan Muhammadiyah Siap Autopsi Jenazah Petugas KPPS

Tim Mitigasi Kesehatan Muhammadiyah nanti akan melakukan autopsi terhadap jenazah petugas KPPS yang meninggal.

Jum'at, 10/05/2019 16:20 0

Indonesia

PSHK: Tim Hukum Wiranto Bungkam Kebebasan Berpendapat

"Sebaliknya, pembentukan Tim Asistensi Hukum justru akan membatasi ruang gerak masyarakat yang aktif mengkritik kebijakan pemerintah," ujarnya.

Jum'at, 10/05/2019 16:08 0

Indonesia

Tindakan Wiranto Bentuk Tim Hukum Dinilai Bermasalah, Ini Alasannya

Peneliti PSHK, Agil Oktaryar memaparkan ada beberapa alasan mengapa tindakan Wiranto bermasalah. Pertama, pembentukan Tim Asistensi Hukum tersebut tidak didasarkan pada pertimbangan hukum yang kuat.

Jum'at, 10/05/2019 15:48 0

Indonesia

Usut Kematian Petugas KPPS, Muhammadiyah Bentuk Tim Mitigasi Kesehatan

Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah mengajak Bawaslu RI membentuk Tim Mitigasi Kesehatan untuk menyikapi banyaknya petugas KPPS yang meninggal.

Jum'at, 10/05/2019 15:47 0

Indonesia

Ratusan Anggota KPPS Meninggal, Komnas HAM: Harus Diinvestigasi

“Berdasrkan hal tersebut di atas, Komnas HAM RI melihat bahwa pengungkapan atas peristiwa ini merupakan kerangka perlindungan, pemenuhan dan penegakan HAM bagi warga Indonesia,” tutupnya.

Jum'at, 10/05/2019 15:40 0

Video News

Berstatus Tersangka, Ini Penjelasan Pengacara UBN

KIBLAT – JAKARTA – Pengacara Ust. Bachtiar Nasir, Aziz SH menjelaskan kasus yang menimpa kliennya...

Jum'at, 10/05/2019 14:47 0

Manhaj

Mewaspadai Kepemimpinan yang Lemah dan Bodoh

Islam sangat memperhatikan urusan kepemimpinan. Realita membuktikan, baik buruknya suatu masyarakat ditentukan oleh para pemimpinnya.

Jum'at, 10/05/2019 14:36 1

Indonesia

Sambangi Bawaslu, BPN Dikawal Ratusan Massa Berbaju Putih

Menurut pemimpin aksi, massa datang untuk mengawal tim BPN yang melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan kubu 01 dalam Pilpres 2019.

Jum'at, 10/05/2019 14:06 0

Indonesia

Soal Krisis Uighur, Ketum PBNU Sepakat dengan Dubes Cina

Duduk bersebelahan, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj mengamini pernyataan Xiao Qian. Said mengaku telah 4 kali berkunjung ke Cina dan melihat umat Islam di sana bebas beribadah.

Jum'at, 10/05/2019 13:45 0

Close