... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AII: Tim Asistensi Hukum Menko Polhukam Akan Timbulkan Ketakutan Warga Negara

Foto: Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Foto: Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pembentukan Tim Asistensi Hukum Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dinilai akan menimbulkan ketakutan warga negara untuk mengekspresikan pendapatnya. Keberadaan tim itu juga dinilai tidak diperlukan karena akan tumpang tindih dengan kewenangan penegak hukum.

“Dampak negatif lain jika tim tersebut dibentuk adalah akan menimbulkan ketakutan bagi warga negara untuk mengekspresikan pendapat termasuk di media sosial,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia (AII) Usman Hamid dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net, Kamis (09/05/2019).

Usman menambahkan keberadaan tim tersebut juga bisa dianggap semacam arahan dan menjadi dalih bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pemidanaan secara masif terhadap orang-orang yang dianggap mengkritik atau menghina pemerintah atau Presiden. Menurutnya, secara umum pembatasan hak asasi manusia itu boleh, tapi harus dilakukan dengan hati-hati.

“Jangan sampai pembatasan tersebut dilakukan untuk alasan yang salah yang malah mematikan esensi dari hak itu sendiri. Perlu diingat hak itu merupakan unsur dasar dari negara hukum, bukan negara kekuasaan,” imbuhnya.

Usman menjelaskan Menko Polhukam Wiranto lewat sambungan telepon telah menjelaskan kepada pihaknya bahwa tim yang dibentuk oleh Kemenko Polhukkam bukanlah sebuah badan baru, melainkan sebatas tim asistensi yang terdiri dari beberapa akademisi. Pembentukan tim tersebut tidak dimaksudkan untuk membungkam kritik seperti era Orde Baru. Dia mengapresiasi penjelasan yang diberikan Menko Polhukam terkait rencana tersebut.

BACA JUGA  Pakar Psikologi Forensik: RUU P-KS Banyak Masalah, Jangan Buru-buru Disahkan

“Namun menurut hemat kami, keberadaan tim tersebut tidak diperlukan, karena ia malah bertumpang tindih dengan kewenangan penegak hukum yang ada,” tandasnya.

Memang telah ada pengumuman bahwa tim akan dibentuk dan ditugaskan untuk menargetkan tokoh-tokoh masyarakat yang mengkritik pemerintah, guna melihat adakah pasal pemidanaan yang dapat dikenakan terhadap mereka. Namun Usman menilai hal itu akan mengirimkan pesan yang salah.

“Bahwa ini adalah langkah politik dan bukan bagian dari pembatasan yang sah sesuai standar HAM internasional dan nasional,”terangnya.

Sebagai pejabat kementerian koordinator di pemerintahan, kata Usman, Menkopolhukam cukup mengkordinasikan seluruh kementerian di bidang politik, hukum dan keamanan agar bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya. Salah satu hal yang perlu diingatkan pada jajaran kementerian tersebut adalah bahwa mereka dalam melaksanakan tugasnya perlu memberikan jaminan kepada semua warga negara untuk dapat menyuarakan pendapat secara damai tanpa takut akan ancaman, termasuk kritik atas kinerja pemerintahan.

“Tanpa membuka kritik, penyelenggaraan kementerian di bawah akan berjalan tanpa partisipasi masyarakat. Itu bukan semangat reformasi 1998,” kata Usman.

Pejabat negara harus mentolerir lebih banyak kritik ketimbang individu yang tidak menduduki jabatan publik. Penggunaan undang-undang pencemaran nama baik, penghinaan atau makar, dengan motif menghambat kritik terhadap pemerintah atau pejabat publik melanggar hak atas kemerdekaan berpendapat.

Usman menekankan Amnesty International menolak peraturan perundang-undang yang melarang penghinaan terhadap kepala negara atau tokoh masyarakat, militer atau lembaga publik lainnya atau bendera atau simbol negara. Amnesty International juga menentang undang-undang yang mengkriminalisasi pencemaran nama baik, baik tokoh publik atau pribadi, yang harus diperlakukan sebagai masalah litigasi sipil. Pejabat publik seharusnya tidak menerima bantuan atau dukungan negara dalam melakukan upaya melaporkan pencemaran nama baik.

BACA JUGA  Pasca Teror Masjid, Selandia Baru Kembangkan RUU Persenjataan

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kantor Berita Anadolu Agency di Gaza Runtuh total Akibat Serangan Israel

KIBLAT-JAKARTA, Kantor Berita Anadolu Agency yang bercabang di Gaza rata dengan tanah akibat terkena serangan...

Jum'at, 10/05/2019 11:17 0

Rusia

Rusia: Kampanye Udara di Idlib Sudah dengan Koordinasi Turki

Tengah terjadi pembicaraan di kalangan oposisi Suriah bahwa operasi militer rezim di Suriah utara saat ini digelar sebagai realisasi oleh perjanjian Rusia-Turki dan pemahaman terbaru antara keduanya

Jum'at, 10/05/2019 10:12 0

Mesir

Rezim Al-Sisi Ubah Ratusan Nama Masjid, di antaranya Masjid Rabaa

Salah satu masjid paling menonjol yang namanya diganti, Masjid Rabiaa al-Adawiya. Masjid ini diganti dengan nama Masjid Ar-Rahmah.

Jum'at, 10/05/2019 08:43 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Ciri Orang yang Mahir Al Quran

KIBLAT.NET- Siapakah orang yang mahir dalam Al Quran? Yuk, simak jawabannya di sini. Editor: Abdullah...

Jum'at, 10/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Inilah Keistimewaan Orang Puasa

KIBLAT.NET- Apa sajakah keistimewaan orang yang berpuasa? Yuk simak pencerahan dari Ust. Zamroni di sini....

Kamis, 09/05/2019 17:30 0

Video Kajian

Peduli Palestina, ACT Sudah Kirim Logistik Senilai 15 Milyar Rupiah

KIBLAT-JAKARTA, Memasuki bulan Ramadhan Gaza kembali dibombardir oleh Zionis Israel. Mendengar hal tersebut, pihak ACT...

Kamis, 09/05/2019 17:16 0

Afghanistan

Bawa Agenda Anti-Islam, LSM Rekanan Amerika Ditarget Taliban

LSM Rekanan Internasional yang jadi target penyerangan Imarah Islam dinilai mengajarkan brutalisme, penindasan, aksi teror, dan menanamkan ideologi anti-Islam

Kamis, 09/05/2019 16:24 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal di Bulan Ramadhan

Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal di Bulan Ramadhan

Kamis, 09/05/2019 15:59 0

Khazanah

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan: Abu Jahal Firaun Umat Ini

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan: Abu Jahal Firaun Umat Ini

Kamis, 09/05/2019 13:29 0

Khazanah

Hari Keempat Ramadhan, Penyerahan Bendera Pertama Dalam Islam

Rasul menunjuk pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, sayyidu Syuhada bersama 30 orang Muhajirin. Saat itu Nabiyullah menyerahkan bendera pertama berwarna putih kepada Hamzah. Pembawa bendera itu adalah Martsad Kannaz bin Hishn Al-Ghanwi.

Kamis, 09/05/2019 10:22 0

Close