... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

UEA Rekrut Milisi Separatis, Hubungan dengan Pemerintah Yaman Kian Tegang

Foto: Milisi bentukan UEA di Yaman/ilustrasi

KIBLAT.NET, Aden – Pemerintah Yaman menuduh sekutunya Uni Emirat Arab (UEA) mengirim sebanyak 100 lebih milisi separatis ke sebuah pulau terpencil, Sokotra, di Laut Arab, pekan ini. Hal tersebut semakin memperdalam perselisihan antara sekutu dalam perang Yaman.

UEA merupakan salah satu negara Arab yang berperang secara legal di Yaman untuk mendukung pemerintah yang diakui internasional. Abu Dhabi memiliki peran penting dalam koalisi Arab pimpinan Arab Saudi dalam memerangi pemberontak Syiah Hutsi yang mengontrol ibukota Sanaa.

Akan tetapi, hubungan UEA dan pemerintah Yaman tegang. Hal itu karena UEA merekrut ribuan milisi dari gerakan separatis selatan yang anti pemerintah.

Para pejabat Yaman mengatakan sekitar 100 milisi separatis mengenakan pakaian sipil tiba pulau utama di Sokotra, yang padat penduduk, di Laut Arab pada Senin (06/05/2019). Mereka diangkut oleh kapal milik Angkata Laut UEA yang ditempatkan di pulau itu.

Pulau ini bagian dari Yaman tetapi lebih dekat ke pantai Afrika daripada ke Yaman. UNESCO memasukkan pulau ini ke dalam daftar situs Warisan Dunia dan dilindungi oleh FAO karena memiliki tanaman dan hewan yang unik.

Ini bukan pertama kalinya pemerintahan Presiden Abduh Rabbo Mansour Hadi, yang berbasis di kota Aden, mengeluhkan pergerakan pasukan UEA di Sokotra.

Tahun lalu, Hadi menuduh UEA mengambil kendali pulau itu dengan menempatkan tank dan pasukan. Arab Saudi, pemimpin aliansi Arab pro-Hadi, terpaksa mengirim pasukan ke Sokotra untuk meredakan konfrontasi antara pasukan UEA dan Yaman.

BACA JUGA  Militer UEA Kuasai Bandara Sipil di Mukalla, Warga Yaman Demonstrasi

Dua sumber pemerintah Yaman mengatakan pada Rabu (08/05/2019) bahwa UEA melatih sebanyak 300 pasukan untuk dikirim ke Sokotra, pekan lalu. Sebanyak 100 di antaranya dikirim pada Senin.

Menanggapi laporan pergerakan separatis selatan ke Sokotra, menteri dalam negeri Yaman pekan lalu mengkritik UEA dan mengatakan mereka harus fokus memerangi Hutsi.

“Kemitraan kami dalam perang melawan Hutsi bukan mengelola daerah-daerah yang dibebaskan,” kata Mendagri Yaman, Ahmed Al-Misri, pekan lalu, dalam sambutan yang disiarkan oleh saluran televisi Yaman.

Pemerintah UEA dan juru bicara koalisi pimpinan Saudi belum menanggapi saat dimintai komentar oleh wartawan Reuters. UEA membantah dalam pernyataan sebelumnya tuduhan Yaman bahwa pihaknya berupaya mengendalikan pulau itu.

Gerakan separatis selatan mengatakan mereka memiliki lebih 50.000 pejuang lebih yang dipersenjatai dan dilatih oleh UEA. Misi pasukan ini untuk memulihkan Yaman selatan yang merdeka, yang bersatu dengan Yaman utara pada 1990 di akhir perang panjang.

Bentrokan antara pasukan Hadi dan separatis selatan relatif jarang terjadi, tetapi pasukan Hadi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan di kedua belah pihak bentrok pada Rabu di provinsi barat daya Dhale. Separati berhasil mengendalikan gedung-gedung pemerintah.

Pernyataan itu menambahkan bahwa pasukan Hadi meninggalkan Dhale setelah bentrokan, tetapi pasukan selatan disergap lagi di jalan menuju Aden dan banyak yang terbunuh dan terluka. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

BACA JUGA  Militer UEA Kuasai Bandara Sipil di Mukalla, Warga Yaman Demonstrasi

UEA berselisih dengan Hadi karena ia beraliansi dengan Partai Reformasi Islam, yang dianggap berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh UEA, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Permisalan Orang yang Membaca Al Quran

KIBLAT.NET- Ramadhan bulan turunnya Al Quran, dan ini permisalan orang yang membaca Al Quran menurut...

Kamis, 09/05/2019 05:00 0

Artikel

Menarik Ulama dari (Intrik) Politik

Meski demikian, seiring datangnya kolonialisme di tanah air, para penguasa lokal seringkali berselingkuh dengan penjajah dan mengkhianati rakyatnya. Para ulama kemudian menyingkir dari pusat kekuasaan, menjauh dan menjalankan fungsi mereka sebagai suluh keilmuan.

Rabu, 08/05/2019 23:51 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Siap Kawal UBN Hadapi Tuduhan Pencucian Uang

Pemuda Muhammadiyah siap menghadirkan pengacara untuk melakukan pembelaan.

Rabu, 08/05/2019 20:39 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Penersangkaan UBN Timbulkan Kegaduhan Baru

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menegaskan bahwa penetapan tersangka Ustadz Bachtiar Nasir sangat mengecewakan umat Islam.

Rabu, 08/05/2019 20:30 0

Indonesia

Israel Serang Gaza di Bulan Ramadhan, PKS: Masyarakat Internasional Jangan Diam

Israel kembali membombardir Gaza dan kali ini dilakukan tepat hari pertama umat muslim Gaza melakukan puasa di bulan suci Ramadhan.

Rabu, 08/05/2019 20:19 0

Indonesia

Kerjasama dengan Ma’had Aly Al-Nuaimy, ACT Kirim Puluhan Dai ke Pelosok Nusantara

Global Zakat Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mahad Aly (perguruan tinggi) Al Nuaimy melepas 79 orang mahasiswanya untuk berdakwah ke pelosok-pelosok yang tersebar di 24 provinsi Indonesia.

Rabu, 08/05/2019 20:06 0

Indonesia

Wacana Pembetukan Tim Pemantau Omongan Tokoh Resahkan Masyarakat

Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid turut mengkritisi wacana Menkopolhukan Wiranto untuk membentuk tim awasi omongan tokoh.

Rabu, 08/05/2019 19:10 0

Indonesia

HNW: Kasus UBN Patut Dicurigai sebagai Bentuk Politisasi Hukum

Hidayat menilai, penetapan UBN sebagai tersangka tak lepas dari peran Sekjen MIUMI tersebut dalam Ijtima Ulama III yang baru saja selesai digelar.

Rabu, 08/05/2019 18:25 0

Indonesia

Begini Penjelasan Pengacara Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Kasus yang Menjerat Kliennya

Pengacara menduga kasus yang menimpa UBN terkait dengan Ijtima Ulama III.

Rabu, 08/05/2019 17:45 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Waspada! Ini 3 Bahaya Dosa

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, maka bersimpuh dan memohon ampun adalah amal yang...

Rabu, 08/05/2019 17:30 0

Close