... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Bantah Kepemilikan Ladang Ganja dan Pabrik Obat-obatan Terlarang

Foto: Anggota Taliban

KIBLAT.NET, Farah – Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Rabu (08/05/2019), membantah kepemilikan ladang ganja dan pabrik obat-obatan terlarang di distrik Bakwa, provinsi Farah. Sebelumnya, pemerintah Kabul mengatakan militernya sukses membombardir pabrik obat-obatan terlarang milik Taliban.

Kantor berita Reuters mengatakan, melansir dari pernyataan Departemen Pertahanan Afghanistan, jet koalisi NATO membombardir tiga lokasi di provinsi Farah pada Ahad lalu. Gempuran itu diklaim menghancurkan 68 pabrik obat-obatan terlarang milik Taliban dan membunuh 150 gerilyawan.

Juru bicara Taliban, Qari Yusuf Ahmad, membantah keras tuduhan ini. Tak ada keterkaitan apa pun mujahidin Taliban dari lokasi target.

“Tidak ada keterkaitan atau hubungan satu pun mujahidin Imarah Islam dalam produksi obat-obatan terlarang atau menjualnya. Oleh karena itu, Imarah Islam tidak memiliki sangkut paut dalam masalah ini. Seluruh korban gempuran di provinsi Farah tersebut petani dan warga sipil,” kata Ahmad dalam pernyataannya, Rabu (08/05/2019).

Ia menunjukkan, gempuran tersebut dilakukan oleh jet tempur AS . Jumlah korban tewas sebanyak 100 lebih. Semuanya warga sipil. Puluhan rumah dan hunian juga hancur.

Reuters mengatakan bahwa lokasi yang menjadi target padat penduduk.

Kepala Distrik Bakwa, Abdul Ghafur Mujahid, sebelumnya mengonfirmasi mayoritas korban adalah warga sipil “yang bekerja di pabrik obat-obatan terlarang”. Jumlah mereka sebanyak 45 korban. Sejumlah warga yang berada di dalam rumah juga ikut menjadi korban.

BACA JUGA  Kabul Umumkan Kematian Pemimpin AQIS, Taliban Anggap Berita Propaganda

Mujahid juga menuduh Taliban pengelola pabrik-pabrik itu dengan memanfaatkan sipil.

Qari Yusuf Ahmad menekankan bahwa media telah menyampaikan berita bohong terkait pemberitan hal ini. Ia pun mengundang media dan lembaga-lembaga yang berwenang datang ke lokasi untuk menyaksikan lokasi secara langsung.

“Media, lembaga kemanusiaan dan organisasi hak asasi manusia dapat pergi ke tempat kejadian dan melihat situasi di sana segera,” seru Ahmad.

Sumber: El-Emarah
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Permisalan Orang yang Membaca Al Quran

KIBLAT.NET- Ramadhan bulan turunnya Al Quran, dan ini permisalan orang yang membaca Al Quran menurut...

Kamis, 09/05/2019 05:00 0

Artikel

Menarik Ulama dari (Intrik) Politik

Meski demikian, seiring datangnya kolonialisme di tanah air, para penguasa lokal seringkali berselingkuh dengan penjajah dan mengkhianati rakyatnya. Para ulama kemudian menyingkir dari pusat kekuasaan, menjauh dan menjalankan fungsi mereka sebagai suluh keilmuan.

Rabu, 08/05/2019 23:51 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Siap Kawal UBN Hadapi Tuduhan Pencucian Uang

Pemuda Muhammadiyah siap menghadirkan pengacara untuk melakukan pembelaan.

Rabu, 08/05/2019 20:39 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Penersangkaan UBN Timbulkan Kegaduhan Baru

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menegaskan bahwa penetapan tersangka Ustadz Bachtiar Nasir sangat mengecewakan umat Islam.

Rabu, 08/05/2019 20:30 0

Indonesia

Israel Serang Gaza di Bulan Ramadhan, PKS: Masyarakat Internasional Jangan Diam

Israel kembali membombardir Gaza dan kali ini dilakukan tepat hari pertama umat muslim Gaza melakukan puasa di bulan suci Ramadhan.

Rabu, 08/05/2019 20:19 0

Indonesia

Kerjasama dengan Ma’had Aly Al-Nuaimy, ACT Kirim Puluhan Dai ke Pelosok Nusantara

Global Zakat Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mahad Aly (perguruan tinggi) Al Nuaimy melepas 79 orang mahasiswanya untuk berdakwah ke pelosok-pelosok yang tersebar di 24 provinsi Indonesia.

Rabu, 08/05/2019 20:06 0

Indonesia

Wacana Pembetukan Tim Pemantau Omongan Tokoh Resahkan Masyarakat

Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid turut mengkritisi wacana Menkopolhukan Wiranto untuk membentuk tim awasi omongan tokoh.

Rabu, 08/05/2019 19:10 0

Indonesia

HNW: Kasus UBN Patut Dicurigai sebagai Bentuk Politisasi Hukum

Hidayat menilai, penetapan UBN sebagai tersangka tak lepas dari peran Sekjen MIUMI tersebut dalam Ijtima Ulama III yang baru saja selesai digelar.

Rabu, 08/05/2019 18:25 0

Indonesia

Begini Penjelasan Pengacara Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Kasus yang Menjerat Kliennya

Pengacara menduga kasus yang menimpa UBN terkait dengan Ijtima Ulama III.

Rabu, 08/05/2019 17:45 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Waspada! Ini 3 Bahaya Dosa

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, maka bersimpuh dan memohon ampun adalah amal yang...

Rabu, 08/05/2019 17:30 0

Close