Pengacara Bantah Ucapan Eggi Sudjana Soal People Power Berkaitan dengan Makar

KIBLAT.NET, Jakarta – Polda Metro Jaya menetapkan advokat Eggi Sudjana sebagai tersangka dugaan tindak pidana makar. Eggi ditetapkan tersangka terkait pernyataan “people power“, menyusul adanya hasil quick count Pilpres 2019.

Eggi dijerat dengan Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Pengacara Eggi, Abdullah Al-Katiri menyebut bahwa pernyataan people power Eggi lebih bermaksud kepada Gerakan Moral. Ia menyamakan people power dengan gerakan 212 yang saat itu masyarakat turun ke jalan menuntut penegakan hukum terhadap penista agama.

“Pernyataan Eggi Sudjana terkait people power adalah sebuah gerakan moral, sama seperti 212. Karena tidak ada kejelasan hukum, itu orang-orang turun ke jalan. Jadi tidak ada kaitannya dengan makar, tidak bersenjata, terorganisir,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (09/05/2019).

Katiri menjelaskan bahwa people power adalah bentuk protes kepada KPU, untuk mendiskualifikasi pasangan calon presiden 01. Menurutnya, bukan untuk mengambil kekuasaan dari pemerintah yang sah saat ini.

Ia pun menyebut bahwa persepsi makar antara dirinya dan kepolisian berbeda. Menurutnya, makar yang disebut di dalam Undang-undang itu harus ada perbuatan awalnya terlebih dahulu.

“Sedangkan menurut kepolisian, seruan Eggi Sudjana untuk people power atau gerakan moral adalah bagian dari makar,” pungkasnya.

BACA JUGA  Tak Tegakkan Protokol Kesehatan, Kapolda Metro dan Jabar Dicopot

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat