... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan: Abu Jahal Firaun Umat Ini

Foto: Perang Badar (Ilustrasi)

KIBLAT.NET – Bulan Ramadhan adalah bulan kemenangan. Amat sangat banyak peristiwa bersejarah umat Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Di antara peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadhan adalah binasanya para pemimpin kekukufuran, mereka yang menimpakan kezaliman yang begitu dahsyat kepada kaum muslimin.

Abu Jahal, Firaun Umat Ini

Firaun umat ini, dirinya adalah provokator utama yang memusuhi Nabi Muhammad SAW. Sikap permusuhannya terhadap Nabi bukan dibangun atas dasar kebodohan. Abu Jahal paham betul bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Nabi.

Disebutkan dalam Sirah Nabawiyah bahwa sebenarnya Abu Jahal tahu bahwa Nabi Muhammad seorang Nabi. Dalam sebuah riwayat Abu Jahal ditanya oleh keponakannya Miswar bin Makhromah. Dia bertanya, “Wahai pamanku, apakah kalian menuduh Muhaad berdusta sebelum di mengatakan apa yang dia katakan (risalah)? “

Abu Jahal menjawab, “Wahai keponakanku, demi Allah dahulunya Muhammad adalah seorang yang dianggap terpercaya dan kami tidak pernah mendapatinya berdusta.”

Keponakannya bertanya, “Kalau begitu wahai pamanku, kenapa kalian tidak mengikutinya?”

Abu Jahal, “Wahai keponakanku, Kita (Bani Makhzum) saingan dengan Bani Hasyim dalam hal kemuliaan. Mereka memberi makan, kita juga memberi makan, mereka memberi minum kita juga memberi minum, mereka memberi jaminan keamanan kita juga memberi jaminan keamanan. Hingga kami bersiap di atas tunggangan seperti dua kuda yang berpacu, mereka berkata, ‘Dari kami ada nabi’ dan kapan kita bisa memiliki hal seperti itu (Nabi)?

Fragmen di atas cukup memberikan alasan kepada kita tentang alasan penentangan Abu Jahal terhadap dakwah nabi Muhammad. Di kisah lain disebutkan bagaimana seorang Abu Jahal berkali-kali mendengarkan bacaan Nabi secara diam-diam di malam hari hanya untuk menikmati keindahan bahasa yang ada di dalam Al-Quran. Keindahan yang tidak mungkin hasil karangan manusia.

BACA JUGA  BJ Habibie, Profil Muslim Jenius yang Dikhianati

Namun fanatisme dan hasad yang dimiliki Abu Jahal terhadap Nabi Muhammad, membuat dirinya menjelma menjadi musuh dakwah yang paling getol permusuhannya. Dia sendiri yang mengomandoi penyiksaan terhadap para budak bani Makhzum yang masuk Islam. Dan dia menjadi dalang dibalik intimidasi fisik dan non fisik terhadap Rasul dan kaum muslimin secara umum.

Awal Kehancuran Abu Jahal

Ketika mendengar kaum muslimin keluar untuk menghadang kafilah dagang Quraisy, Abu Jahal bangkit mengumpulkan kekuatan untuk membela kafilah dagang yang sedang dalam ancaman. Siapa yang enggan dan bermalas-malasan untuk bangkit berperang maka Abu Jahal akan menghina dan merendahkan mereka, sehingga mau tidak mau mereka harus berangkat.

Ketika tersiar kabar bahwa kafilah dagang sudah lepas dari kejaran kaum muslimin, sebagian besar pasukan Quraisy sudah lemah semangatnya untuk perang. Namun Abu Jahal memompa semangat kaum musyrikin dengan berkata, “Demi Allah, kita tidak akan kembali hingga kita datang ke Badar, menyemblih unta-unta kita dan menikmati nyanyian para biduan agar bangsa Arab tetap segan kepada kita.” Pasukan Quraisy berjalan menuju Badar sesuai arahan Abu Jahal.

Allah telah membutakan hatinya hingga dengan pongahnya dia sendiri berdoa sebelum perang Badar, “Ya Allah, siapa di antara kami yang memutus silaturahmi dan mendatangkan kepada kami hal-hal yang tidak pernah kami ketahui sebelumnya, maka hancurkanlah dia besok hari..”

Perang Badarpun berkecamuk, kedua pasukan beradu tangguh, satu per satu pentolan Quraisy tumbang. Korban berjatuhan dari kalangan kafir Quraisy. Dan Abu Jahal termasuk salah satu di antara korban perang Badar.

BACA JUGA  Pembatalan Negosiasi dengan Taliban Dinilai Rugikan AS

Nyawa Abu Jahal berakhir di tangan kedua bocah yang marah karena mendengar Abu Jahal telah menghina Nabi Muhammad. Diceritakan oleh Abdurrahman bin Auf, ketika perang Badar berkecamuk datang kepadaku dua orang remaja Anshor. Salah satu di antara mereka bertanya, “Wahai paman, bisakah engkau tunjukkan kepadaku Abu Jahal? Saya bertanya, “Apa urusan kalian dengannya?” Dia menjawab, “Saya dengar dia telah menghina Rasulullah SAW, Maka demi Allah, tidaklah mataku melihatnya melainkan salah satu di antara kami akan terbunuh duluan.” Kemudian remaja satunya juga bertanya hal yang sama, ketika sekelebat terlihat Abu Jahal, maka Abdurrahman bin Auf menunjukkan Abu Jahal dan keduanya langsung berlari menuju Abu Jahal dan membunuh Abu Jahal. Dan akhirnya Abu Jahal terbunuh di tangan kedua remaja yang bernama Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muadz bin Afra’.

Bulan Ramadhan menjadi saksi kemenangan kaum muslimin di perang Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriah. Dan juga menjadi saksi porak-porandanya kafir Quraisy yan ditandai dengan terbunuhnya Abu Jahal di perang Badar. Wallahu a’lamu bissowab

Penulis: Miftahul Ihsan
Editor: Arju

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

Hari Keempat Ramadhan, Penyerahan Bendera Pertama Dalam Islam

Rasul menunjuk pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, sayyidu Syuhada bersama 30 orang Muhajirin. Saat itu Nabiyullah menyerahkan bendera pertama berwarna putih kepada Hamzah. Pembawa bendera itu adalah Martsad Kannaz bin Hishn Al-Ghanwi.

Kamis, 09/05/2019 10:22 0

Yaman

UEA Rekrut Milisi Separatis, Hubungan dengan Pemerintah Yaman Kian Tegang

UAE berselisih dengan Hadi karena ia beraliansi dengan Partai Reformasi Islam, yang dianggap berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh UEA, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.

Kamis, 09/05/2019 08:28 0

Afghanistan

Taliban Bantah Kepemilikan Ladang Ganja dan Pabrik Obat-obatan Terlarang

“Media, lembaga kemanusiaan dan organisasi hak asasi manusia dapat pergi ke tempat kejadian dan melihat situasi di sana segera,” seru Ahmad

Kamis, 09/05/2019 07:19 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Permisalan Orang yang Membaca Al Quran

KIBLAT.NET- Ramadhan bulan turunnya Al Quran, dan ini permisalan orang yang membaca Al Quran menurut...

Kamis, 09/05/2019 05:00 0

Artikel

Menarik Ulama dari (Intrik) Politik

Meski demikian, seiring datangnya kolonialisme di tanah air, para penguasa lokal seringkali berselingkuh dengan penjajah dan mengkhianati rakyatnya. Para ulama kemudian menyingkir dari pusat kekuasaan, menjauh dan menjalankan fungsi mereka sebagai suluh keilmuan.

Rabu, 08/05/2019 23:51 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Siap Kawal UBN Hadapi Tuduhan Pencucian Uang

Pemuda Muhammadiyah siap menghadirkan pengacara untuk melakukan pembelaan.

Rabu, 08/05/2019 20:39 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Penersangkaan UBN Timbulkan Kegaduhan Baru

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menegaskan bahwa penetapan tersangka Ustadz Bachtiar Nasir sangat mengecewakan umat Islam.

Rabu, 08/05/2019 20:30 0

Indonesia

Israel Serang Gaza di Bulan Ramadhan, PKS: Masyarakat Internasional Jangan Diam

Israel kembali membombardir Gaza dan kali ini dilakukan tepat hari pertama umat muslim Gaza melakukan puasa di bulan suci Ramadhan.

Rabu, 08/05/2019 20:19 0

Indonesia

Kerjasama dengan Ma’had Aly Al-Nuaimy, ACT Kirim Puluhan Dai ke Pelosok Nusantara

Global Zakat Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mahad Aly (perguruan tinggi) Al Nuaimy melepas 79 orang mahasiswanya untuk berdakwah ke pelosok-pelosok yang tersebar di 24 provinsi Indonesia.

Rabu, 08/05/2019 20:06 0

Indonesia

Wacana Pembetukan Tim Pemantau Omongan Tokoh Resahkan Masyarakat

Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid turut mengkritisi wacana Menkopolhukan Wiranto untuk membentuk tim awasi omongan tokoh.

Rabu, 08/05/2019 19:10 0

Close