... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Hari Keempat Ramadhan, Penyerahan Bendera Pertama Dalam Islam

Foto: Ilutrasi

KIBLAT.NET – Setelah Rasulullah berhijrah ke Yastrib, Madinah, kekuatan umat Islam mulai terbangun. Dukungan dari orang-orang Anshar membuat kaum muslimin menjadi kuat. Namun, ancaman dan gangguan dari kafir Quraisy tetap ada. Lewat sebuah utusan orang Quraisy menyampaikan pesan,

“Janganlah kalian bangga terlebih dahulu karena kalian bisa meninggalkan kami perhi ke Yastrib. Kami akan mendatangi kalian, lalu merenggut dan membenamkan tanaman di halaman rumah kalian.”

Ancaman ini bukanlah sekadar gertak sambal semata. Rasulullah merasa yakin dan esudah mendapatkan data tentang tipu daya dan ambisi kafir Quraisy untuk melancarkan serangan.

Dalam kondisi rawan yang mengancam eksistensi kaum muslimin ini, Allah menurunkan ayat yang mengizinkan umat Islam untuk berperang.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS.Al-Hajj : 39)

Ayat ini diturunkan di antara beberapa ayat yang memberi petunjuk kepada mereka, bahwa izin berperang tersebut hanya dimaksudkan untuk mengenyahkan kebatilan dan menegakkan syiar Allah.

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ

“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.“(QS. Al-Hajj : 41)

Maka, setelah turun ayat ini, Rasulullah memilih dua langkah

a. Mengadakan perjanjian kerja sama atau tidak saling menyerang dengan beberapa kabilah yang berdekatan dengan jalur perdagangan, atau menjadi penghalang antara jalur itu dan Madinah.

b. Mengirim beberapa kelompok utusan secara terus menerus dan bergiliran ke jalur perdagangan tersebut.

Untuk mengimplementasikan dua langkah itu, Rasulullah mengirim satuan pasukan pertama ke Saiful Bahr pada 4 Ramadhan 1 H/632M. Di dalam sumber yang lain, Sirah Nabawiyah karya syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfurry menyebutkan kejadian ini terjadi pada tanggal 1 Ramadhan 1 H.

Rasul menunjuk pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, sayyidu Syuhada bersama 30 orang Muhajirin. Saat itu Nabiyullah menyerahkan bendera pertama berwarna putih kepada Hamzah. Pembawa bendera itu adalah Martsad Kannaz bin Hishn Al-Ghanwi.

Tujuan satuan ini adalah menghadang kafilah dagang Quraisy yang kembali dari Syam. Kafilah tersebut terdiri dari 300 orang termasuk Abu Jahl bin Hisyam. Ketika kedua belah pihak telah berhadap-hadapan dan siap untuk berperang, tetiba muncullah Majdi bin Amr Al-Juhani yang menjadi sekutu kedua belah pihak. Ia melerai dan konfrontasi pun tidak terjadi.

Redaktur : Dhani El_Ashim

Sumber

1. Buku Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan oleh DR Abdurrahman Al-Baghdady

2. Sirah Nabawiyah karya syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfurry

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

UEA Rekrut Milisi Separatis, Hubungan dengan Pemerintah Yaman Kian Tegang

UAE berselisih dengan Hadi karena ia beraliansi dengan Partai Reformasi Islam, yang dianggap berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh UEA, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.

Kamis, 09/05/2019 08:28 0

Afghanistan

Taliban Bantah Kepemilikan Ladang Ganja dan Pabrik Obat-obatan Terlarang

“Media, lembaga kemanusiaan dan organisasi hak asasi manusia dapat pergi ke tempat kejadian dan melihat situasi di sana segera,” seru Ahmad

Kamis, 09/05/2019 07:19 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Permisalan Orang yang Membaca Al Quran

KIBLAT.NET- Ramadhan bulan turunnya Al Quran, dan ini permisalan orang yang membaca Al Quran menurut...

Kamis, 09/05/2019 05:00 0

Artikel

Menarik Ulama dari (Intrik) Politik

Meski demikian, seiring datangnya kolonialisme di tanah air, para penguasa lokal seringkali berselingkuh dengan penjajah dan mengkhianati rakyatnya. Para ulama kemudian menyingkir dari pusat kekuasaan, menjauh dan menjalankan fungsi mereka sebagai suluh keilmuan.

Rabu, 08/05/2019 23:51 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Siap Kawal UBN Hadapi Tuduhan Pencucian Uang

Pemuda Muhammadiyah siap menghadirkan pengacara untuk melakukan pembelaan.

Rabu, 08/05/2019 20:39 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Penersangkaan UBN Timbulkan Kegaduhan Baru

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menegaskan bahwa penetapan tersangka Ustadz Bachtiar Nasir sangat mengecewakan umat Islam.

Rabu, 08/05/2019 20:30 0

Indonesia

Israel Serang Gaza di Bulan Ramadhan, PKS: Masyarakat Internasional Jangan Diam

Israel kembali membombardir Gaza dan kali ini dilakukan tepat hari pertama umat muslim Gaza melakukan puasa di bulan suci Ramadhan.

Rabu, 08/05/2019 20:19 0

Indonesia

Kerjasama dengan Ma’had Aly Al-Nuaimy, ACT Kirim Puluhan Dai ke Pelosok Nusantara

Global Zakat Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mahad Aly (perguruan tinggi) Al Nuaimy melepas 79 orang mahasiswanya untuk berdakwah ke pelosok-pelosok yang tersebar di 24 provinsi Indonesia.

Rabu, 08/05/2019 20:06 0

Indonesia

Wacana Pembetukan Tim Pemantau Omongan Tokoh Resahkan Masyarakat

Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid turut mengkritisi wacana Menkopolhukan Wiranto untuk membentuk tim awasi omongan tokoh.

Rabu, 08/05/2019 19:10 0

Indonesia

HNW: Kasus UBN Patut Dicurigai sebagai Bentuk Politisasi Hukum

Hidayat menilai, penetapan UBN sebagai tersangka tak lepas dari peran Sekjen MIUMI tersebut dalam Ijtima Ulama III yang baru saja selesai digelar.

Rabu, 08/05/2019 18:25 0

Close