Hari Keempat Ramadhan, Penyerahan Bendera Pertama Dalam Islam

KIBLAT.NET – Setelah Rasulullah berhijrah ke Yastrib, Madinah, kekuatan umat Islam mulai terbangun. Dukungan dari orang-orang Anshar membuat kaum muslimin menjadi kuat. Namun, ancaman dan gangguan dari kafir Quraisy tetap ada. Lewat sebuah utusan orang Quraisy menyampaikan pesan,

“Janganlah kalian bangga terlebih dahulu karena kalian bisa meninggalkan kami perhi ke Yastrib. Kami akan mendatangi kalian, lalu merenggut dan membenamkan tanaman di halaman rumah kalian.”

Ancaman ini bukanlah sekadar gertak sambal semata. Rasulullah merasa yakin dan esudah mendapatkan data tentang tipu daya dan ambisi kafir Quraisy untuk melancarkan serangan.

Dalam kondisi rawan yang mengancam eksistensi kaum muslimin ini, Allah menurunkan ayat yang mengizinkan umat Islam untuk berperang.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS.Al-Hajj : 39)

Ayat ini diturunkan di antara beberapa ayat yang memberi petunjuk kepada mereka, bahwa izin berperang tersebut hanya dimaksudkan untuk mengenyahkan kebatilan dan menegakkan syiar Allah.

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ

“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.“(QS. Al-Hajj : 41)

Maka, setelah turun ayat ini, Rasulullah memilih dua langkah

a. Mengadakan perjanjian kerja sama atau tidak saling menyerang dengan beberapa kabilah yang berdekatan dengan jalur perdagangan, atau menjadi penghalang antara jalur itu dan Madinah.

b. Mengirim beberapa kelompok utusan secara terus menerus dan bergiliran ke jalur perdagangan tersebut.

Untuk mengimplementasikan dua langkah itu, Rasulullah mengirim satuan pasukan pertama ke Saiful Bahr pada 4 Ramadhan 1 H/632M. Di dalam sumber yang lain, Sirah Nabawiyah karya syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfurry menyebutkan kejadian ini terjadi pada tanggal 1 Ramadhan 1 H.

Rasul menunjuk pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, sayyidu Syuhada bersama 30 orang Muhajirin. Saat itu Nabiyullah menyerahkan bendera pertama berwarna putih kepada Hamzah. Pembawa bendera itu adalah Martsad Kannaz bin Hishn Al-Ghanwi.

Tujuan satuan ini adalah menghadang kafilah dagang Quraisy yang kembali dari Syam. Kafilah tersebut terdiri dari 300 orang termasuk Abu Jahl bin Hisyam. Ketika kedua belah pihak telah berhadap-hadapan dan siap untuk berperang, tetiba muncullah Majdi bin Amr Al-Juhani yang menjadi sekutu kedua belah pihak. Ia melerai dan konfrontasi pun tidak terjadi.

Redaktur : Dhani El_Ashim

Sumber

1. Buku Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan oleh DR Abdurrahman Al-Baghdady

2. Sirah Nabawiyah karya syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfurry

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat