Din Syamsuddin Bentuk AMP-TKP 2019, Tuntut Investigasi Kematian Petugas TPS

KIBLAT.NET, Jakarta – Unsur-unsur masyarakat madani Indonesia lintas agama, suku, dan profesi, bersepakat membentuk Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP 2019). Aliansi ini diprakarsai oleh Din Syamsuddin.

Din menegaskan bahwa aliansi ini untuk menyikapi ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Menurutnya, peristiwa ini adalah Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Inilah tragedi kemanusiaan yang menuntut perhatian dan keprihatinan kita semua, baik masyarakat maupun utamanya penyelenggara Pemilu dan pemerintah. Kejadian Luar Biasa/Tragedi Kemanusiaan ini telah menimbulkan citra buruk Indonesia di mata internasional,” Ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Kamis (09/05/2019).

Ia menegaskan, tidak arif jika Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Pemerintah menyikapi tragedi tersebut sebagai kejadian biasa. Maka, penting bagi bangsa mengetahui penyebab Kejadian Luar Biasa/Tragedi Kemanusiaan tersebut untuk menghindari berkembangnya prasangka yang tidak perlu, dan agar tragedi serupa tidak terulang.

“Atas dasar Sila Kedua Pancasila, ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’ kami mendesak dilakukannya investigasi yang bersungguh-sungguh, mendalam, tuntas, transparan, dan berkeadilan,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk turun tangan melakukan penyelidikan atas kemungkinan telah terjadi pelanggaran HAM dalam Kejadian Luar Biasa/Tragedi Kemanusiaan pada Pemilu 2019.

“Kami juga mengajak segenap elemen masyarakat madani yang cinta keadilan dan kebenaran, serta peduli kemanusiaan, untuk bersama-sama melalui AMP-TKP 2019 ikut menanggulangi Kejadian Luar Biasa/Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 secara tuntas,” pungkas Din.

BACA JUGA  Sempat Masuk IGD, Kondisi Habib Rizieq Baik

Di antara anggota aliansi ini adalah Anwar Abbas, Ketua DDII Mohammad Sidik, Wakil Ketua Persis Ustadz Jeje Zainuddin, Chusnul Mar’iyah dan Busyro Muqoddas.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat