... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bawa Agenda Anti-Islam, LSM Rekanan Amerika Ditarget Taliban

Foto: Taliban menyerang markas LSM Rekanan Internasional di Kabul yang dianggap menjadi mitra Amerika Serikat

KIBLAT.NET, Kabul – Sebuah tim penyerang Taliban dilaporkan menyerbu komplek perkantoran LSM Rekanan Internasional pada hari Rabu (08/05) kemarin di area Shahr Naw, ibukota Kabul. Rekanan Internasional adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang didukung oleh lembaga bantuan Amerika Serikat (USAID) dan sejumlah lembaga lainnya.

Program lembaga bantuan tersebut diklaim dalam rangka memperkuat organisasi masyarakat sipil yang ada di dalam negeri Afghanistan. Selain itu, para alumni mereka akan dikirim dan ditempatkan di sejumlah dewan tinggi LSM sejenis yang mempromosikan perdamaian regional, dan mengkoordinasikan upaya-upaya perdamaian di tingkat lokal lainnya. Walaupun demikian, Taliban melihat misi dan program kerja Rekanan ini sebagai ancaman terhadap misi penegakan kedaulatan dan sistem Islam di Afghanistan.

Tak lama setelah aksi penyerangan, Imarah Islam (Taliban) mengumumkan bertanggung jawab dan menyatakan serangan dimulai dengan bom yang berlanjut dengan kontak senjata hingga beberapa jam. Taliban menyatakan organisasi Rekanan Internasional ditarget karena telah mempromosikan budaya Barat dan mencampuradukkan antara laki-laki dan perempuan. Melalui akun Twitter-nya, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid sedikit menjelaskan mengapa serangan tersebut dilakukan. Menurut Mujahid, organisasi Rekanan Internasional mengajari para pekerja dengan berbagai aspek brutalisme, penindasan, aksi teror, menanamkan ideologi anti-Islam, dan mempromosikan budaya Barat.

Pada bagian lain, Zabihullah Mujahid mengungkap data bahwa organisasi Rekanan telah mengimplementasikan sebuah program yang berbahaya yang diberi nama “Angel”. Program itu sendiri bertujuan mempromosikan keterlibatan laki-laki dan perempuan secara terbuka dan bercampur baur.

BACA JUGA  Sempat Beberapa Kali Deadlock, Negosiasi Taliban-AS Lanjut Pekan Depan

Sebuah artikel di situs Rekanan mengecam rekrutmen “ekstrimisme kekerasan” di Afghanistan, dan menyebut Taliban dan ISIS sebagai pemain utama. Artikel tersebut menuding kedua organisasi jihadis itu merekrut para pemuda dan anak-anak di bawah umur lainnya untuk bergabung dengan mereka.

Keterangan detil seputar insiden masih simpang siur. Informasi paling kuat bahwa serangan dimulai dengan sebuah ledakan bom di luar gedung milik Rekanan Internasional disusul tim penyerbu Taliban merangsek masuk dan mengepung satu atau dua bangunan. Pasukan keamanan Afghan kemudian datang berusaha menetralisir serangan hingga terjadi kontak senjata selama 6 jam.

Melalui akun Twitter-nya, Zabihullah Mujahid mengatakan, “bom mobil yang diparkir di dekat kompleks jaringan Rekanan berhasil diledakkan menyusul serangan pertama yang menewaskan sejumlah besar pria bersenjata musuh.” Pria bersenjata yang dimaksud Mujahid adalah anggota militer dan pasukan keamanan Afghan. Hingga saat ini angka pasti jumlah korban belum terkonfirmasi. Dalam foto di lokasi kejadian yang disebarkan Taliban terlihat asap mengepul dari kejauhan, dan gedung yang dijadikan markas organisasi Rekanan rusak parah di sejumlah bagian luarnya.

Departemen Luar Negeri AS hingga saat ini masih berupaya dalam sejumlah rangkaian negosiasi damai secara langsung dengan Taliban yang sudah digelar enam kali di Doha. Meskipun belum resmi dinyatakan secara tertulis, utusan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad mengatakan bahwa dirinya puas dengan komitmen Taliban untuk tidak menjadikan Afghanistan sebagai basis individu maupun kelompok-kelompok “teroris internasional.”

BACA JUGA  Syaikh Ashim Umar: Kekalahan Amerika adalah Kemenangan Umat Islam

Namun hingga saat ini, Taliban tidak memutus hubungan atau meninggalkan Al-Qaidah maupun cabang regionalnya yang disebut sebagai Al-Qaeda Sub Benua Indian(AQIS) yang beroperasi di kawasan tersebut. Demikian juga, serangan Taliban yang menargetkan NGO seperti Rekanan, termasuk institusi-institusi dukungan Barat lainnya di Afghanistan, dianggap media-media Barat sebagai bukti nyata bahwa Taliban terlibat dalam terorisme.

Insiden terbaru di Kabul ini juga menjadi bukti atau indikasi adanya ketegangan antara Taliban dengan organisasi-organisasi bantuan internasional. Beberapa jam sebelum terjadi serangan, Kantor Biro Politik Taliban baru saja bertemu dengan Palang Merah Internasional (ICRC). Bulan April lalu, Imarah Islam (Taliban) sempat melarang Palang Merah Internasional (ICRC) dan WHO beroperasi di wilayah mereka karena diduga membawa agenda penjajah asing.

Sumber: LWJ, BBC
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal di Bulan Ramadhan

Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal di Bulan Ramadhan

Kamis, 09/05/2019 15:59 0

Indonesia

Prabowo: Penyebab Ratusan Petugas KPPS Meninggal Harus Diusut

Prabowo Subianto mengucapkan bela sungkawa terhadap meninggalnya 500 lebih petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kamis, 09/05/2019 15:07 0

Indonesia

Pengacara Bantah Ucapan Eggi Sudjana Soal People Power Berkaitan dengan Makar

Polda Metro Jaya menetapkan advokat Eggi Sudjana sebagai tersangka dugaan tindak pidana makar.

Kamis, 09/05/2019 14:39 0

Indonesia

Din Syamsuddin Bentuk AMP-TKP 2019, Tuntut Investigasi Kematian Petugas TPS

Unsur-unsur masyarakat madani Indonesia lintas agama, suku, dan profesi, bersepakat membentuk Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP 2019).

Kamis, 09/05/2019 14:22 0

Khazanah

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan: Abu Jahal Firaun Umat Ini

Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan: Abu Jahal Firaun Umat Ini

Kamis, 09/05/2019 13:29 0

Khazanah

Hari Keempat Ramadhan, Penyerahan Bendera Pertama Dalam Islam

Rasul menunjuk pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, sayyidu Syuhada bersama 30 orang Muhajirin. Saat itu Nabiyullah menyerahkan bendera pertama berwarna putih kepada Hamzah. Pembawa bendera itu adalah Martsad Kannaz bin Hishn Al-Ghanwi.

Kamis, 09/05/2019 10:22 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan: Permisalan Orang yang Membaca Al Quran

KIBLAT.NET- Ramadhan bulan turunnya Al Quran, dan ini permisalan orang yang membaca Al Quran menurut...

Kamis, 09/05/2019 05:00 0

Artikel

Menarik Ulama dari (Intrik) Politik

Meski demikian, seiring datangnya kolonialisme di tanah air, para penguasa lokal seringkali berselingkuh dengan penjajah dan mengkhianati rakyatnya. Para ulama kemudian menyingkir dari pusat kekuasaan, menjauh dan menjalankan fungsi mereka sebagai suluh keilmuan.

Rabu, 08/05/2019 23:51 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Siap Kawal UBN Hadapi Tuduhan Pencucian Uang

Pemuda Muhammadiyah siap menghadirkan pengacara untuk melakukan pembelaan.

Rabu, 08/05/2019 20:39 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Penersangkaan UBN Timbulkan Kegaduhan Baru

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menegaskan bahwa penetapan tersangka Ustadz Bachtiar Nasir sangat mengecewakan umat Islam.

Rabu, 08/05/2019 20:30 0

Close