... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KWRI Ingatkan Wiranto bahwa Sekarang Bukan Lagi Era Orde Baru

Foto: Komite Wartawan Reformasi Indonesia.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang juga selaku Sekjen Majelis Pers, Ozzy Sulaiman Sudiro mengaku geram dengan pernyataan dan ancaman Menko Polhukam Wiranto yang akan memberangus media-media yang membantu pelanggaran hukum terkait Pemilu 2019 dan dinilai berpotensi mengganggu keamanan nasional.

“Menteri ini mungkin sudah lupa atau pikun bahwa saat ini bukan lagi era Orde Baru, wajar saja karena beliau alumnus Orde Baru jadi ingin bernostalgila ke zamannya dulu, dimana saat ini pers sudah bebas berdikari dan bisa menentukan nasibnya sendiri sesuai dengan etika yang berlaku dalam menjalankan amanah sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers,” tegasnya melalui rilis yang diterima Kiblat di Jakarta pada Selasa (07/05/2019).

Ozzy menegaskan, Wiranto harus menjelaskan konteks keamanan nasional yang seperti apa yang dimaksud dan apa dasar hukum menutup media-media. Apakah media yang kotradiktif dengan kebijakan pemerintah yang ditutup, dan media yang pro sanjung puji terhadap pemerintah didiamkan dan dininabobokkan oleh kekuasaan.

“Indonesia bisa merdeka karena kehadiran pers perjuangan dan pers perlawanan. Itulah jatidiri pers Nasional sepanjang sejarah, hal ini kembali kemasa silam, sama seperti peristiwa yang terjadi dalam transisi era rezim dari Orde Baru ke Reformasi dimana saat itu pers perjuangan terus melawan tirani kekuasaan demi kebebasan mereka dalam menyuarakan kebenaran yang menjadi hak publik,” ujarnya.

BACA JUGA  PKS Salurkan Rp 68,9 Miliar untuk Korban Covid-19

KWRI sendiri yang lahir pada 22 Mei 1998, tepatnya ketika runtuhnya simbol-simbol kekuasaan Orde Baru yang diwarnai dengan berbagai macam gejolak. Di tengah tuntutan perjuangan reformasi, KWRI lahir tatkala pers Indonesia harus menentukan sikap.

KWRI yang merupakan pelopor Organisasi Wartawan Reformis, yaitu organisasi bersejarah yang turut membidani lahirnya Dewan Pers, mengaku akan melawan segala bentuk pengekangan, tirani kekuasaan, stereotip, bagi mereka yang akan mencoba membungkam kembali media setelah insan pers mendapatkan kemerdekaannya dalam bersuara demi kepentingan publik.

Ozzy menjelaskan bahwa pers  adalah Hak Asasi Manusia yang dilindungi Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, yang berfungsi sebagai wahana Informasi, pendidikan, hiburan, dan termasuk pengembangan ekonomi didalamnya sebagai sarana masyarakat untuk memperoleh Informasi dan berkomunikasi guna memenuhi kebutuhan hakiki di dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

Ia menambahkan bahwa pers juga sebagai sarana kontrol sosial dan problem solver dimana tugas dan fungsinya menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta yang terjadi di lapangan, bukan mengarang bebas, karena dalam memperoleh informasi ada etika dan aturan yang harus dijalankan dan tidak sembarangan.

“Jadi ketika ada hal yang bertolak belakang dengan kepentingan publik, maka wajar pers mengkritisi, dan jika ada prestasi maka akan disampaikan sesuai dengan apa adanya secara objektif dan berimbang,” tukas Ozzy.

Ozzy meminta pemerintah membedakan antara platform media sosial yang tidak memiliki pakem atau etika aturan dalam memperoleh dan menyebarkan data informasi dengan media-media massa yang berbadan hukum dan cenderung bertugas sesuai aturan dan etika yang disepakati dan berlaku.

BACA JUGA  Konser BPIP Dinilai Tidak Menghargai Kemuliaan Ramadhan

“Pernyataan Wiranto bersayap dan merupakan upaya-upaya pembungkaman media. Kemerdekaan pers adalah hak setiap insan pers secara konstitusi dilindungi oleh undang-undang mulai dari UUD 1945 hingga UU Pers No. 40 Tahun 1999. Kami tidak akan pernah gentar dengan ancaman apapun, karena media massa atau pers bekerja menjalankan amanah kode etik jurnalistik dan konstitusi,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Feature

Bagi Seorang Uighur, Puasa adalah Sebuah Kemewahan

Ibadah puasa ternyata menjadi hal yang serba rumit untuk muslim Uighur.

Rabu, 08/05/2019 16:35 0

Video News

UBN Ditetapkan Tersangka, Yusuf Martak Sampaikan Pesan Prabowo

KIBLAT- JAKARTA, Saat ditemui wartawan, Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama, Yusuf Muhammad Martak...

Rabu, 08/05/2019 15:15 0

Video News

Ketua Umum FPI Kecam Penetapan Tersangka Ust. Bachtiar Nasir

KIBLAT-JAKARTA, Ketua Umum FPI, KH. Shobri Lubis menanggapi status Ust. Bachtiar Nasir yang menjadi tersangka....

Rabu, 08/05/2019 15:11 0

Suriah

Bombardir Terbaru Rezim Assad dan Rusia Sebabkan 150 Ribu Warga Mengungsi

sedikitnya 12 pusat pelayanan medis dan 10 sekolah hancur. Puluhan orang jadi korban antara tewas dan luka-luka

Rabu, 08/05/2019 15:00 0

Khazanah

Hari Ketiga Ramadhan, Wafatnya Fatimah Az-Zahra, Penghulu Wanita di Jannah

Tanggal 3 Ramadhan 11 H, bertepatan dengan 21 November 632 M, adalah hari meninggalnya Fatimah Az-Zahra, penghulu kaum perempuan di Jannah sekaligus putri Rasulullah, istri dari sahabat Ali bin Abi Thalib dan ibunda dari dua cucu Rasulullah, Hasan dan Husain.

Rabu, 08/05/2019 14:30 0

Opini

People Power Bukan Makar

People Power bukanlah termasuk serangan yang ditujukan untuk “meruntuhkan atau menggulingkan pemerintahan”,

Rabu, 08/05/2019 11:40 0

Palestina

Qatar Siapkan Bantuan 6,873 Triliun Rupiah untuk Palestina

Dukungan Qatar ini akan berkontribusi meringankan beban rakyat kami dan mendukung mereka menghadapi tantangan dan memperkuat ketabahan mereka

Rabu, 08/05/2019 11:38 0

Afrika

Dewan Militer Sudan Ingin Syariat Islam dan Kearifan Lokal Jadi Sumber Konstitusi

DMT menunjukkan bahwa proposal tersebut tidak mengacu pada Syariat Islam

Rabu, 08/05/2019 07:34 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Agar Kau dapat Syafaat dari Al Quran

KIBLAT.NET- Bagaimana agar kita mendapat syafaat dari Al Quran di bulan Ramadhan ini? Yuk simak...

Rabu, 08/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Belajar Syukur di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Bagaimana cara kita bersyukur di Bulan Ramadhan? Simak di sini. Editor: Abdullah Muhammad

Selasa, 07/05/2019 16:00 0

Close