... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HNW Tegaskan Penersangkaan Ustadz Bachtiar Nasir Bentuk Kriminalisasi Ulama

Foto: Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (Foto: Taufik.)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menanggapi penersangkaan Ustadz Bachtiar Nasir. Ia menyebutkan bahwa penetapan tersangka ini setelah ada ijtima ulama III.

“Innaalillahi. Kasus lama th 2017, tiba-tiba setelah Ijtima Ulama ke 3, muncullah penetapan sebagai tersangka,” ujarnya dalam akun twitter pribadinya pada Selasa (07/05/2019).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyebutkan bahwa penersangkaan ini merupakan kriminalisasi ulama. Maka, ia berharap agar Allah menjaga UBN.

“Kembali lagi kriminalisasi Ulama. Semoga Allah menangkan keadilan, jaga & selamatkan UBN,” tuturnya.

Cuitan ini pun mendapat berbagai respon dari netizen. Akun @OomNanang berdoa agar orang-orang yang sengaja mengkrimialisasi dihinakan oleh Allah.

“Yaa Allāh hinakanlah manusia2 di rezim ini yg selalu mengkriminalisasi ulama, hanya krn ulama2 tsb bersikap oposan dan berseberangan scr politik dg penguasa rezim ini. Cabutlah segera jabatan kekuasaan yg saat ini sedang mereka genggam, apabila dg kekuasaan tsb mrk jd zalim,” tulisnya.

Sementara itu, akun @Ella1310 juga mengajak umat Islam untuk mendoakan UBN didalam sholat kita di bulan suci ini. “Semoga Allah SWT menolongnya dari segala kesulitan. Aamiin Ya Rabb,” pungkasnya.

Hingga berita ini dibuat, cuitan HNW sudah mendapat 9759 like. Selain itu juga sudah diretweet sebanyak 4610 netizen.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Dewan Militer Sudan Ingin Syariat Islam dan Kearifan Lokal Jadi Sumber Konstitusi

DMT menunjukkan bahwa proposal tersebut tidak mengacu pada Syariat Islam

Rabu, 08/05/2019 07:34 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Agar Kau dapat Syafaat dari Al Quran

KIBLAT.NET- Bagaimana agar kita mendapat syafaat dari Al Quran di bulan Ramadhan ini? Yuk simak...

Rabu, 08/05/2019 05:00 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Belajar Syukur di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Bagaimana cara kita bersyukur di Bulan Ramadhan? Simak di sini. Editor: Abdullah Muhammad

Selasa, 07/05/2019 16:00 0

Info Event

Ceriakan Senyum Lebaran Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Bersama Solidaritas Muslim

Ceriakan Senyum Lebaran Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Bersama Solidaritas Muslim

Selasa, 07/05/2019 14:40 0

Khazanah

Hari Kedua Ramadhan, Kemenangan Sultan Berusia Belia Atas Pasukan Mongol

Adalah Sultan Nashir Ibnu Qalawun yang saat itu umurnya belum genap 18 tahun menghadapi Mongol yang mengancam eksistensi kota Halb

Selasa, 07/05/2019 14:30 0

Video News

Gaza Kembali Digempur, Ini Himbauan UBN Untuk Umat Muslim Indonesia

KIBLAT- JAKARTA, awal Ramadhan Zionis Israel Kembali bombardir umat muslim di jalur Gaza. Tidak sedikit...

Selasa, 07/05/2019 14:27 0

Video News

Pelawak Senior Tanggapi Kasus Andre Taulany

KIBLAT- JAKARTA – Pelawak senior Dedi Gumelar alias Mi’ing turut berkomentar tentang kasus yang menimpa...

Selasa, 07/05/2019 14:24 0

Amerika

Pebasket NBA Enes Kanter Tetap Berpuasa Meski Harus Bertanding

Jadwal kompetisi yang padat tidak menghalangi tekad Kanter untuk menjalankan ibadah puasa.

Selasa, 07/05/2019 14:18 0

Suriah

Puluhan Roket Sasar Pangkalan Udara Rusia di Suriah

Roket itu terpantau ditembakkan dari arah timur Jabal Zawiyah di provinsi Idlib yang dikontrol oleh HTS

Selasa, 07/05/2019 14:15 0

Myanmar

2 Wartawan Reuters Peliput Pembantaian Muslim Rohingya Bebas dari Penjara Myanmar

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo mendapatkan amnesti setelah divonis pengadilan Myanmar 7 tahun penjara

Selasa, 07/05/2019 13:25 0

Close
CLOSE
CLOSE