... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Begini Penjelasan Pengacara Ustadz Bachtiar Nasir Terkait Kasus yang Menjerat Kliennya

Foto: Aziz Yanuar (kanan) dan Hery Ariyanto di Bareskrim Mabes Polri usai meminta penangguhan pemeriksaan UBN. (Foto: Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara Ustadz Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar menilai kasus Tindak Pidana Pencucian Uang yang kembali digulirkan kepolisian kepada UBN sangat bernuansa politis.

Aziz menilai bahwa naiknya status UBN menjadi tersangka TPPU tak lepas dari Ijtima Ulama III yang bergulir beberapa waktu lalu.

“Kasus lanjutan perkara 2017 terkait dugaan tuduhan TPPU yang dituduhkan kepada beliau. Momentumnya kita menduga kuat, terkait dengan Ijtima Ulama III yang memang beberapa waktu lalu terjadi dan dianggap mengganggu kestabilan keamanan,” ujar Aziz saat ditemui di depan Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (08/05/2019).

Aziz pun menjelaskan perihal kasus yang menimpa mantan ketua GNPF Ulama itu. Berawal pada 2016, Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) membuat rekening bank yang akan digunakan untuk kemanusiaan. Namun, meletus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

GNPF MUI pun lahir dan membutuhkan rekening untuk menampung donasi masyarakat, yang ingin berinfak untuk aksi bela Islam. Rekening YKUS pun dipinjam oleh UBN yang saat itu menjabat sebagai ketua GNPF MUI.

Dana pun terkumpul, dan ketika mencairkan dana untuk donasi, UBN memberi kuasa kepada Islahuddin, yang saat itu menjabat sebagai pegawai di sebuah bank konvensional.

Aziz mengungkapkan, TPPU yang disangkakan kepada UBN dan Islahuddin menggunakan celah pelanggaran administrasi, karena Islahuddin dianggap tidak berwenang mencairkan dana dari rekening YKUS itu.

BACA JUGA  Kematian Mengintai Para Tahanan Politik di Penjara Mesir, Ini Sebabnya

“Yang diambil oleh polisi sebenarnya kuncinya adalah pak Islah itu sebagai pejabat bank, tidak berwenang untuk melakukan itu. Tapi sebenarnya itu kan hanya pelanggaran administrasi,” ujarnya.

Aziz menjelaskan, bahwa dalam Undang Undang TPPU, baru disebut sebagai money laundry ketika dana yang terhimpun adalah dari hasil pidana. Bukan sebaliknya, dana yang terhimpun dibuat untuk melakukan pidana. Ia pun menyebut bahwa dana yang terhimpun dalam rekening YKUS adalah dana ummat, donasi masyarakat.

“Ini sangat dipaksakan, kecuali dananya memang ada tindak pidana. Lalu menghasilkan materi uang, kemudian uangnya digunakan UBN, itu termasuk dengan TPPU. Ini kan gak masuk, karena uangnya kan dari masyarakat,” tegasnya.

Adapun pada tahun 2017 lalu, kasus TPPU yang menjerat UBN dan Islahuddin dianggap sudah selesai oleh pengacara, karena rekening yang dianggap bermasalah itu sudah dikembalikan oleh kepolisian.

“Kasus 2017 sudah beres karena rekening sudah dikembalikan, sudah tidak aktif lagi. Berkasnya dianggap sudah selesai. Tapi kemudian memang belum ada SP3. Saya juga bertanya-tanya kenapa waktu itu belum dikeluarkan,” jelasnya.

Terkait kedatangannya ke Bareskrim Mabes Polri bersama Hery Arianto yang juga pengacara UBN, adalah untuk meminta penangguhan pemanggilan. Menurut Aziz, UBN sudah memiliki jadwal mengisi kajian selama Ramadhan, dan karenanya pemeriksaan sebaiknya dilakukan setelah bulan suci Ramadhan berakhir.

“Kita dari pengacara jelaskan, kita meyakini ini perkara yang dipaksakan, karena ini mengandung unsur-unsur upaya kriminalisasi berikutnya terhadap UBN,” tukasnya.

BACA JUGA  Saat Hakim MK Sebut KPU Ngeles di Sidang Sengketa Pilpres

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Zamroni: Waspada! Ini 3 Bahaya Dosa

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, maka bersimpuh dan memohon ampun adalah amal yang...

Rabu, 08/05/2019 17:30 0

Feature

Bagi Seorang Uighur, Puasa adalah Sebuah Kemewahan

Ibadah puasa ternyata menjadi hal yang serba rumit untuk muslim Uighur.

Rabu, 08/05/2019 16:35 0

Video News

UBN Ditetapkan Tersangka, Yusuf Martak Sampaikan Pesan Prabowo

KIBLAT- JAKARTA, Saat ditemui wartawan, Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama, Yusuf Muhammad Martak...

Rabu, 08/05/2019 15:15 0

Video News

Ketua Umum FPI Kecam Penetapan Tersangka Ust. Bachtiar Nasir

KIBLAT-JAKARTA, Ketua Umum FPI, KH. Shobri Lubis menanggapi status Ust. Bachtiar Nasir yang menjadi tersangka....

Rabu, 08/05/2019 15:11 0

Suriah

Bombardir Terbaru Rezim Assad dan Rusia Sebabkan 150 Ribu Warga Mengungsi

sedikitnya 12 pusat pelayanan medis dan 10 sekolah hancur. Puluhan orang jadi korban antara tewas dan luka-luka

Rabu, 08/05/2019 15:00 0

Khazanah

Hari Ketiga Ramadhan, Wafatnya Fatimah Az-Zahra, Penghulu Wanita di Jannah

Tanggal 3 Ramadhan 11 H, bertepatan dengan 21 November 632 M, adalah hari meninggalnya Fatimah Az-Zahra, penghulu kaum perempuan di Jannah sekaligus putri Rasulullah, istri dari sahabat Ali bin Abi Thalib dan ibunda dari dua cucu Rasulullah, Hasan dan Husain.

Rabu, 08/05/2019 14:30 0

Opini

People Power Bukan Makar

People Power bukanlah termasuk serangan yang ditujukan untuk “meruntuhkan atau menggulingkan pemerintahan”,

Rabu, 08/05/2019 11:40 0

Palestina

Qatar Siapkan Bantuan 6,873 Triliun Rupiah untuk Palestina

Dukungan Qatar ini akan berkontribusi meringankan beban rakyat kami dan mendukung mereka menghadapi tantangan dan memperkuat ketabahan mereka

Rabu, 08/05/2019 11:38 0

Afrika

Dewan Militer Sudan Ingin Syariat Islam dan Kearifan Lokal Jadi Sumber Konstitusi

DMT menunjukkan bahwa proposal tersebut tidak mengacu pada Syariat Islam

Rabu, 08/05/2019 07:34 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Agar Kau dapat Syafaat dari Al Quran

KIBLAT.NET- Bagaimana agar kita mendapat syafaat dari Al Quran di bulan Ramadhan ini? Yuk simak...

Rabu, 08/05/2019 05:00 0

Close