... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

UBN Tersangka, Pakar Hukum Pidana: Pencucian Uang Harus Ada Kejahatan Asal

Foto: Ustadz Bachtiar Nasir.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menanggapi kasus Ustadz Bachtiar Nasir yang menjadi tersangka karena dituduh melakukan pencucian uang.

Ia memaparkan bahwa orang jadi tersangka harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yaitu karena perbuatan atau keadaan berdasarkan minimal dua alat bukti, diduga yang bersangkutan terlibat dalam sebuah tindak pidana

“Oleh karena itu apakah emang ada bukti permulaaan yang cukup untuk menetapkan Bachtiar Nasir melakukan perbuatan atau memiliki keadaan menjadi tersangka,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (07/05/2019).

Suparji juga menyebutkan bahwa pencucian uang adalah tindak pidana khusus yang memerlukan satu kecermatan dalam penanganannya. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut adalah sebuah kejahatan turunan.

“Maka harus ditentukan dulu predicate crime  (kejahatan asal.red) itu apa, sehingga kemudian dia melakukan pencucian uang. Apakah dia karena korupsi, menipu atau pengngelapan yang memungkinkan sebuah pencucian uang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa delik inti dari pencucian uang adalah bagaimana dia menyembunyikan, menyamarkan seolah-olah uang itu menjadi sesuatu yang bersih.

Menurutnya, memang ada pandangan yang berbeda dalam kasus pencucian uang. Yaitu apakah kejahatan asal diputuskan terlebih dahulu, atau diputuskan bersama. Tetapi, kata dia, perbedaan itu ada jalan tengah, yaitu harus ada kejahatan asal.

“Yang penting ini (kejahatan asal.red) terbukti. Baru kemudian kita bicara kejahatan pencucian uang. Kalau kejahatan asalnya tidak ketahuan, bagaimana kita mengatakan adanya pencucian uang,” paparnya.

BACA JUGA  Romo Syafi'i Khawatir Deradikalisasi Mengarah ke Deislamisasi

“Misalnya kasus Nazarudin, itu orang dikenakan money laundry itu karena setelah adanya kejahatan utama,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban Serbu Markas Tentara, Bawa Pulang Banyak Senjata

“Sedikitnya 25 tentara tewas akibat serangan itu,” imbuhnya tanpa menunjukkan korban dari pihak Taliban.

Selasa, 07/05/2019 08:55 0

Suriah

Pertempuran Sengit Meletus antara HTS dan Militer Suriah

Menurut lembaga yang bermarkas di Inggris itu, sebanyak 43 tentara dari kedua pihak tewas. 22 dari barisan rezim dan 21 dari HTS.

Selasa, 07/05/2019 08:02 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc: Ini Hitungan Pahala Baca Al Quran di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Ramadhan adalah bulan Al Quran. Berapakah dan bagaimanakah hitungan pahala saat membaca Al Quran...

Selasa, 07/05/2019 05:00 0

Khazanah

Hari Pertama Ramadhan, Dimulainya Penaklukan Andalusia

Pada tanggal 1 Ramadan tahun 91 H bertepatan dengan tahun 710 M, kaum Muslimin di bawah komando Tharif bin Malik Al-Barbari mendarat di pantai selatan negeri Andalusia, Spanyol.

Senin, 06/05/2019 17:18 0

Opini

Marhaban Ya Ramadhan…!

Selamat datang di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah.

Senin, 06/05/2019 16:37 0

Fikih

Serba-serbi Sholat Witir Rasulullah

Sholat witir merupakan amalan ketaatan yang agung. Witir merupakan sholat Sunnah yang paling dianjurkan setelah sholat wajib.

Senin, 06/05/2019 16:35 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Belajar Ikhlas di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Memasuki bulan Ramadhan, salah satu yang harus kita pelajari adalah Ikhlas. Kenapa? Simak selengkapnya...

Senin, 06/05/2019 16:00 0

Afghanistan

Tolak Letakkan Senjata, Taliban Minta Amerika Serikat Hentikan Kekerasan

Taliban menolak melucuti senjatanya sebagaimana permintaan Amerika Serikat

Senin, 06/05/2019 12:24 0

Suriah

Kampanye Udara Rezim Suriah di Idlib dan Hama Kian Sengit

Warga pun berbondong-bondong mengungsi menuju perbatasan Turki.

Senin, 06/05/2019 09:23 0

Afghanistan

Negosiasi Taliban-AS di Doha Temui Jalan Buntu

Masing-masing pihak belum menemukan kesepakatan mengenai jadwal penarikan pasukan AS. Syarat itu menjadi poin utama untuk kelanjutan negoisasi

Senin, 06/05/2019 08:19 0

Close