Pertempuran Sengit Meletus antara HTS dan Militer Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – Pertempuran sengit meletus antara pejuang Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan militer Suriah pada hari pertama Ramadhan (Senin, 06/05/2019) di barat laut Suriah. Sementara itu, gempuran udara militer Rusia dan Suriah di wilayah tersebut telah memasuki hari ketujuh.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) melaporkan pertempuran berlangsung sejak Senin pagi di pedesaan Hama utara yang bersebelahan dengan provinsi Idlib. Militer Suriah merebut dua desa dan sebuah bukit strategis.

Menurut lembaga yang bermarkas di Inggris itu, sebanyak 43 tentara dari kedua pihak tewas. 22 dari barisan rezim dan 21 dari HTS.

Direktur SOHR, Rami Abdurrahman, menunjukkan pejuang Suriah saat ini memperkuat personil di front depan sebagai upaya menghadang serangan darat militer rezim.

Kantor berita resmi rezim Suriah, SANA, pada bagiannya mengatakan bahwa unit militer menyerbu lokasi penyebaran kelompok “teroris” dan garis pasokan logistik mereka di pedesaan Idlib selatan dan Hama utara.

Di Moskow, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pangkalan Hemeimim di Lattakia terkena serangan roket yang ditembakkan dari daerah kontrol HTS. Akan tetapi, kata pernyataan Kemenhan, sistem pertahanan udara berhasil mengalau roket-roket itu.

Menurut pernyataan itu, secara total, roket yang mengarah ke Hemeimim sebanyak 36 roket. Tidak ada kerusakan material atau korban akibat serangan itu.

Penembakan roket dan pertempuran ini terjadi pada saat jet Suriah dan Rusia terus menerus menggempur pinggiran Idlib dan Hama. Gempuran ini telah memasuki hari ke tujuh berturut-turut. Militer Suriah kembali menggunakan bom Barel selama serangan.

Militer rezim juga mengerahkan tentaranya di front depan. Sejumlah pengamat melihat, rezim ingin mengulang strategi merebut wilayah-wilayah oposisi melalui serangan bumi hangus dari udara yang disusul serangan darat.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat