Pebasket NBA Enes Kanter Tetap Berpuasa Meski Harus Bertanding

KIBLAT.NET, Portland – Kompetisi bola basket paling bergengsi di dunia National Basketball Association atau yang popular dengan singkatan NBA pada musim 2019 ini telah mencapai babak semifinal. Persaingan di babak ini tentu sangat sengit, mengingat format best of three yang diterapkan oleh NBA. Dimana tim pertama yang meraih empat kemenangan dari tujuh pertandingan akan melaju ke babak final.

Persaingan ini tentu menuntut setiap pemain untuk senantiasa menjaga kebugaran tubuhnya. Hal ini tentu bisa menjadi kendala bagi beberapa pemain NBA yang beragama Islam, mengingat Ramadhan kali ini dimulai ketika kompetisi masih berjalan.

Datangnya waktu Ramadhan ketika kompetisi masih berjalan tampaknya tidak menjadi masalah bagi Enes Kanter, center Portland Trail Blazers kelahiran Swiss. Dikutip dari The New York Times, Kanter mengaku tetap berpuasa, bahkan dirinya mengaku sudah terbiasa berpuasa sendiri bahkan sejak memulai karirnya sebagai pebasket.

“Saya melawan pemain berusia 30, 35 tahun, dan saya adalah satu-satunya yang berpuasa,” katanya.

Kanter juga menceritakan perjalanannya selama menjalani karir sebagai pebasket di Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan sebuah tim, Kanter selalu memperkenalkan dirinya sebagai seorang muslim yang mempunyai kewajiban-kewajiban ritual yang bersifat harian.

“Sebelum saya pergi ke tim-tim itu, saya katakan, ‘Hei, saya seorang Muslim dan saya harus shalat lima kali sehari,’ dan mereka sangat menghormatinya sehingga mereka memberi saya ruangan khusus untuk shalat. Jadi sebelum pertandingan, setelah pertandingan, sebelum latihan, sebelum saya terbang, saya bisa pergi ke ruangan itu kapan saja saya mau dan (mendirikan, red.) shalat,” ujarnya.

Setiap bergabung dengan tim baru, Kanter yang berkewarganegaraan Turki mengaku selalu mendapat banyak pertanyaan, seperti mengapa dia tidak minum alkohol, tetapi mereka biasanya bertanya dengan niat baik. Bahkan, ketika dirinya masih bermain untuk Oklahoma City Thunder, seorang pelatih fisik mencoba berpuasa selama tiga hari untuk lebih memahami kebutuhan nutrisi Kanter. Tim-tim yang pernah diperkuat Kanter juga biasanya menyediakan makanan khusus –yang tentu saja halal- untuk Kanter.

Menanggapi keputusan Kanter yang tetap berpuasa, Dr. Richard Bloomer, dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Memphis mengatakan bahwa puasa tidak selalu menimbulkan masalah gizi bagi atet seperti Kanter.

“Banyak orang berpikir, ‘Astaga, karbohidrat atau glikogen saya bisa habis. Itu akan menjadi masalah, tetapi kenyataannya adalah, jika mereka makan dengan cukup selama periode berbuka yang diijinkan, mereka bisa menyimpan semua energi yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Sumber: The New Nork Times
Editor: Rusydan

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat