... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Serba-serbi Sholat Witir Rasulullah

Foto: Sholat Witir

KIBLAT.NET – Sholat witir merupakan amalan ketaatan yang agung. Witir merupakan sholat Sunnah yang paling dianjurkan setelah sholat wajib. Bahkan sebagian ulama menganggap sholat witir itu hukumnya wajib. Meskipun mayoritas para ualam bersepakat bahwa sholat witir hukumnya sunnah muakkadah yang seharusnya dijaga oleh seorang muslim.

Imam Ahmad –rahimahullah- berkata, “Barangsiapa yang meninggalkan sholat witir maka dia orang buruk, tidak layak diterima kesaksiannya.”

Ini menunjukkan bahwa bahwa sholat witir hukumnya sunnah muakkad. Lantas bagaimana tata cara sholat witir.

Waktu Sholat Witir

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلاةٍ وهي الْوِتْرُ جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلاةِ الْعِشَاءِ إِلَى أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ (رواه الترمذي (425) وصححه الألباني في صحيح الترمذي)

Waktu witir dimulai ketika sesaat seorang melakukan sholat isya, meskipun sholat isya dijamak taqdim dengan sholat maghrib hingga terbitnya fajar.

Hal ini didasarkan sabda Nabi SAW:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلاةٍ وهي الْوِتْرُ جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلاةِ الْعِشَاءِ إِلَى أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Artinya, “Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan kepada kalian sholat witir. Yang Allah jadikan waktunya antara sholat isya hingga terbit fajar.” (HR Tirmidzi (425) dan dishahihkan oleh syaikh Albani)

Mana yang Lebih Afdhol? Melaksanakannya di Awal Waktu atau Mengakhirkannya?

Barangsiapa yang memiliki keyakinan kuat untuk bangun di akhir malam, maka afdhol baginya sholat witir di akhir malam. Sholat di penghujung malam lebih afdhol karena disaksikan oleh para malaikat. Sedangkan barangsiapa yang khawatir tidak bangun di penghujung malam maka hendaknya sholat witir sebelum tidur.

جابر رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ خَافَ أَنْ لا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ ) رواه مسلم 755

Hal ini didasarkan kepada hadits Jabir –radhiyallahu anhu- berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang khawatir tidak bangun di penghujung malam, hendaklah dia melakukan sholat witir di awal malam. Sedangkan barangsiapa yang yakin bangun di penghujung malam hendaklah sholat witir di penghujung malam karena sholat di penghujung malam disaksikan (malaikat).” (HR Muslim, no 755)

BACA JUGA  Arisan Dalam Berkurban, Sah kah?

Imam An-Nawawi berkata, “Inilah yang benar. Semua hadits-hadits yang bersifat mutlak dibawa kepada makna ini. Di antaranya hadits yang menyebutkan, “Kekasih saya berwasiat kepada saya agar saya tidak tidur kecuali sudah melakukan sholat witir.” Hadits ini dibawa kepada mereka yang khawatir tidak bangun di penghujung malam.” (Syarh Shohih Muslim 3/277)

Berapa Jumlah Rekaat Witir?

Batas minimal rekaat witir adalah satu rekaat. Di dasarkan kepada hadits Nabi Muhammad SAW, “Witir itu satu rekaat di akhir malam.” (HR Muslim)

Dan hadits lainnya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

صَلاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى (رواه البخاري ومسلم)

Artinya, “Sholat malam itu dua rekaat dua rekaat. Apabila salah seorang di antara kalian khawatir subuh menjelang maka hendakah sholat satu rekaat mewitirkan sholat yang sudah ia lakukan.” (HR Bukhori Muslim)

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa batasan minimal shola witir adalah satu rekaat. Barangsiapa melakukan satu rekaat witir maka dia telah melaksanakan sunnah. Namun rekaat witir tidak hanya terbatas pada satu rekaat saja, diperbolehkan sholat 3 rekaat, 5 rekaat, 7 hingga 9 rekaat.

Tata Cara Sholat Witir

Jika seorang melakukan sholat witir 3 rekaat, maka ada dua tata cara yang disyariatkan:

Pertama, Sholat 3 rekaat langsung dengan satu tasyahhud. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah –Radhiyallahu anha-, “Nabi Muhammad SAW tidak melakukan salam pada dua rekaat awal witir.” Di dalam lafaz lain disebutkan, “Beliau melakukan witir tiga rekaat dan beliau tidak duduk (tasyahhud) kecuali di rekaat terakhir.” (HR Nasa’i 3/243)

BACA JUGA  Hari Arafah, Renungan Kesempurnaan Islam

Kedua, 2 rekaat salam kemudian menutupnya dengan satu rekaat. Hal ini didasarkan kepada perkataan Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma- bahwasanya beliau memisah rekaat genapnya (2 rekaat) dan witirnya dengan satu salam. Dan beliau (Ibnu Umar mengatakan bahwa Nabi SAW juga melakukan itu. (HR Ibnu Hibban)

Jika witir 5 atau 7 rekaat, maka dilakukan secara bersambung dan tidak melakukan tasyahhud kecuali satu tasyahhud di akhir kemudian ditutup dengan salam. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah –radhiyallahu anha– berkata, Bahwasanya Rasulullah SAW di suatu malam sholat 13 rekaat dan beliau shoat witir dengan 5 rekaat. Beliau tidak duduk (tasyahhud) kecuali di akhir sholat.” (HR Muslim 737)

Hadits lain, dari Ummu Salamah –radhiyallahu anha– berkata, “Nabi SAW sholat witir 5 dan 7 rekaat dan beliau tidak menyelanya dengan salam.” (HR Ahmad dan Nasa’i)

Adapun jika melakukan sholat witir dengan 9 rekaat, maka dilakukan dengan sholat secara bersambung dan duduk tasyahhud di rekaat ke delapan kemudian bangun tanpa salam, dan pada rekaat sembilan tasyahhud dan salam. Hal ini berdasarkan riwayat Aisyah –Radiyallahu anha– :

أن النبي صلى الله كان َيُصَلِّي تِسْعَ رَكَعَاتٍ لا يَجْلِسُ فِيهَا إِلا فِي الثَّامِنَةِ فَيَذْكُرُ اللَّهَ وَيَحْمَدُهُ وَيَدْعُوهُ ثُمَّ يَنْهَضُ وَلا يُسَلِّمُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّ التَّاسِعَةَ ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللَّهَ وَيَحْمَدُهُ وَيَدْعُوهُ ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيمًا يُسْمِعُنَا

Artinya, “Sesungguhnya Nabi SAW sholat 9 rekaat dan beliau tidak duduk (untuk tasyahhud) kecuali di rekaat ke delapan. Kemudian beliau zikir kepada Allah, mengucap tahmid dan berdoa kepada-Nya kemudian bangkit dan tidak mengucapkan salam. Kemudian beliau bangun dan sholat untuk rekaat Sembilan, kemudian duduk, berzikir kepada Allah, bertahmid, berdoa kepada-Nya kemudian beliau salam dengan salam yang dapat kami dengar.” (HR Muslim).

Penulis: Arju

Sumber: Islamqa.info

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Zamroni: Belajar Ikhlas di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Memasuki bulan Ramadhan, salah satu yang harus kita pelajari adalah Ikhlas. Kenapa? Simak selengkapnya...

Senin, 06/05/2019 16:00 0

Indonesia

440 Petugas KPPS meninggal, Komisi II: Ini Bencana Demokrasi

Mardani Ali Sera, Wakil Ketua Komisi II DPR RI minta Komisi Pemilihan Umum segera umumkan data lengkap 440 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Senin, 06/05/2019 13:42 0

Afghanistan

Tolak Letakkan Senjata, Taliban Minta Amerika Serikat Hentikan Kekerasan

Taliban menolak melucuti senjatanya sebagaimana permintaan Amerika Serikat

Senin, 06/05/2019 12:24 0

Indonesia

Fadli Zon Beberkan Lima Kelemahan Situng KPU

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengungkapkan lima tanda server KPU lemah.

Senin, 06/05/2019 11:51 0

Suriah

Kampanye Udara Rezim Suriah di Idlib dan Hama Kian Sengit

Warga pun berbondong-bondong mengungsi menuju perbatasan Turki.

Senin, 06/05/2019 09:23 0

Afghanistan

Negosiasi Taliban-AS di Doha Temui Jalan Buntu

Masing-masing pihak belum menemukan kesepakatan mengenai jadwal penarikan pasukan AS. Syarat itu menjadi poin utama untuk kelanjutan negoisasi

Senin, 06/05/2019 08:19 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc : 4 Keutaman Melazimi Al Quran

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan telah tiba, bulan penuh hikmah, bulannya Al Quran. Maka, sudah sepatutnya kita...

Senin, 06/05/2019 05:00 0

Indonesia

Masjid Kampus Peradaban Askar Kauny Mulai Dibangun

Diharapkan, dari kampus peradaban ini peradaban Islam akan bangkit.

Ahad, 05/05/2019 22:25 0

Indonesia

Hasil Sidang Isbat, 1 Ramadhan 1440 Hijriyah Jatuh pada Senin 6 Mei 2019

Ada sembilan lokasi pemantauan yang berhasil melihat hilal

Ahad, 05/05/2019 21:12 0

Indonesia

Mardani: Presiden Harus Kerahkan Tenaga Kesehatan untuk Dampingi Petugas KPPS

ia meminta agar presiden mengerahkan petugas kesehatan untuk mendampingi pihak KPPS yang masih melakukan perhitungan suara

Ahad, 05/05/2019 20:57 0

Close