... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Marhaban Ya Ramadhan…!

Foto: Ilustrasi hidangan berbuka puasa.

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

RAMADHAN telah tiba. Marhaban yaa Ramadhan…! Selamat datang bulan Ramadhan…! Tamu agung yang ditunggu-tunggu kedatangannya selama ini membawa sejumlah “hadiah” dari Allah Subhanahu wata’ala berupa pahala, rahmat, pengampunan dosa, kemuliaan, keberkahan, dan lainnya. Setelah sekian lama berpisah, kini bulan yang dirindukan ini telah hadir menghampiri kita. Kedatangannya selalu dinantikan dan dielu-elukan oleh umat Islam. Suasana bersamanya menyenangkan dan membuat jiwa-jiwa orang mukmin tenang dan damai. Umat Islam seluruh penjuru dunia menyambut kedatangan Ramadhan dengan perasaaan gembira dan suka cita.

Ada fenomena menarik ketika Ramadhan tiba. Umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia saling menyampaikan ucapan tahniah atau selamat “Marhaban ya Ramadhan”. Tulisan tahniah atas kedatangan Ramadhan tersebut menghiasi setiap sudut kota dengan spanduk dan baliho bermunculan di berbagai media baik media cetak dan elektronik. Bahkan SMS ucapan tahniah ini menjadi SMS paling favorit dan tren ketika Ramadhan tiba. Juga melalui media sosial seperti WA, instagram, line, twitter, facebook, dan lainnya. Ungkapan tahniah seperti ini sudah menjadi populer di kalangan umat Islam sebagai bentuk ungkapan rasa gembira dan antusias atas kedatangan bulan Ramadhan.

Sudah sepatutnya seorang muslim bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bagaimana tidak? Bulan Ramadhan merupakan bulan keberkahan, rahmat, maghfirah (pengampunan dosa), itqu minan nar (pembebasan dari api neraka), bulan menuai pahala, bulan dilipat gandakan pahala ibadah, sarana menjadi orang taqwa, dan sebagainya. Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya tersebut, maka sangatlah wajar bila bulan Ramadhan dijuluki oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dengan sebutan sayyid asy-syuhur (penghulu segala bulan). Oleh karena itu, Ramadhan disambut dengan gembira dan suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia.

Sebaliknya, ada sebahagian golongan yang merasa susah dan gelisah dengan kedatangan bulan Ramadhan. Mereka tidak bergembira sebagaimana umat Islam lainnya yang bergembira dalam menyambutnya. Mereka ini adalah golongan syaithan dan para pengikutnya dari kalangan manusia. Bagi syaithan, kedatangan bulan Ramadhan berarti menggagalkan usaha mereka selama ini untuk menjerumuskan manusia ke dalam kubangan dosa. Pada bulan yang mulia ini, Allah Subhanahu Wata’ala menyediakan pengampunan bagi orang-orang yang bertaubat dan berpuasa. Rasa tidak senang juga dirasakan oleh para pengikut dan murid syaithan dari kalangan manusia. Bagi mereka, Ramadhan mengganggu maksiat yang sudah biasa dilakukan selama ini.

BACA JUGA  Mossad Mengaku Habisi Para Pemimpin Hamas di Luar Negeri

Kita patut bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala atas nikmat yang besar yaitu dengan dipertemukannya kita dengan Ramadhan kali ini. Dengan demikian kita masih diberi kesempatan dan peluang oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk meraih berbagai keutamaan dan fasilitas pada bulan Ramadhan. Mungkin Ramadhan sebelumnya kita tidak optimal dalam beribadah. Maka Ramadhan kali ini kesempatan bagi kita untuk memperbaikinya untuk optimal dalam beribadah.

Bersyukurlah orang-orang yang dipertemukan dengan Ramadhan. Berapa banyak saudara-saudara kita muslim yang tidak dapat kesempatan beribadah di bulan Ramadan kali ini karena mereka telah dipanggil oleh Allah Subhanahu Wata’ala (meninggal dunia). Ada pula sebahagian saudara yang sampai hari ini masih sakit dirawat di rumah sakit. Maka bersyukurlah kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala terhadap nikmat umur dan kesehatan ini sehingga dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah di bulan Ramadhan sesuai dengan petunjuk Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, agar kita dapat meraih berbagai keutamaan yang disediakan Allah Subhanahu Wata’ala pada bulan yang mulia ini.

Marhaban ya Ramadhan…! Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan lapang dada dan penuh kegembiraan. Bulan yang membawa berbagai keberkahan dan keutamaan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam ketika menyambut Ramadhan:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan puasa membawa segala rupa keberkahan. Maka alangkah mulianya tamu yang datang itu”. (HR Ath-Thabrani).

BACA JUGA  UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

Ramadhan merupakan syahrul Quran (bulan Al-Quran). Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata kemuliaan dan keagungan bulan Ramadhan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).

Di ayat lain, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam qadar.” (QS. Al-Qadar: 1).

Maka, pada bulan Ramadhan ini kita sangat dianjurkan untuk bertadarus Al-Quran yaitu memperbanyak membaca Al-Quran, memahaminya, mengkhatamkannya, menghafalnya, mempelajarinya, dan mengamalkannya. Tanpa membaca, memahami, dan mempelajari Al-Quran, maka tidak mungkin kita mengamalkan Al-Quran. Tadarus Al-Quran termasuk amalan yang paling dianjurkan di bulan Ramadhan. Inilah sunnah (perbuatan) Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Beliau selalu bertadarus Al-Quran di bulan Ramadhan seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim.

Ramadhan merupakan syahrun mubarak (bulan keberkahan). Setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

“Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pernah berkhutbah di hadapan para sahabatnya,

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah. Siapa yang mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan (pada bulan itu), seolah-olah ia mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan lainnya. Siapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan yang lain, ia seolah-olah mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan lainnya.” (HR. Baihaqi).

Baca halaman selanjutnya: Ramadhan merupakan bulan...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Fikih

Serba-serbi Sholat Witir Rasulullah

Sholat witir merupakan amalan ketaatan yang agung. Witir merupakan sholat Sunnah yang paling dianjurkan setelah sholat wajib.

Senin, 06/05/2019 16:35 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Belajar Ikhlas di Bulan Ramadhan

KIBLAT.NET- Memasuki bulan Ramadhan, salah satu yang harus kita pelajari adalah Ikhlas. Kenapa? Simak selengkapnya...

Senin, 06/05/2019 16:00 0

Indonesia

440 Petugas KPPS meninggal, Komisi II: Ini Bencana Demokrasi

Mardani Ali Sera, Wakil Ketua Komisi II DPR RI minta Komisi Pemilihan Umum segera umumkan data lengkap 440 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Senin, 06/05/2019 13:42 0

Afghanistan

Tolak Letakkan Senjata, Taliban Minta Amerika Serikat Hentikan Kekerasan

Taliban menolak melucuti senjatanya sebagaimana permintaan Amerika Serikat

Senin, 06/05/2019 12:24 0

Indonesia

Fadli Zon Beberkan Lima Kelemahan Situng KPU

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengungkapkan lima tanda server KPU lemah.

Senin, 06/05/2019 11:51 0

Suriah

Kampanye Udara Rezim Suriah di Idlib dan Hama Kian Sengit

Warga pun berbondong-bondong mengungsi menuju perbatasan Turki.

Senin, 06/05/2019 09:23 0

Afghanistan

Negosiasi Taliban-AS di Doha Temui Jalan Buntu

Masing-masing pihak belum menemukan kesepakatan mengenai jadwal penarikan pasukan AS. Syarat itu menjadi poin utama untuk kelanjutan negoisasi

Senin, 06/05/2019 08:19 0

Video Kajian

Ust. Miftahul Ihsan, Lc : 4 Keutaman Melazimi Al Quran

KIBLAT.NET- Bulan Ramadhan telah tiba, bulan penuh hikmah, bulannya Al Quran. Maka, sudah sepatutnya kita...

Senin, 06/05/2019 05:00 0

Indonesia

Masjid Kampus Peradaban Askar Kauny Mulai Dibangun

Diharapkan, dari kampus peradaban ini peradaban Islam akan bangkit.

Ahad, 05/05/2019 22:25 0

Indonesia

Hasil Sidang Isbat, 1 Ramadhan 1440 Hijriyah Jatuh pada Senin 6 Mei 2019

Ada sembilan lokasi pemantauan yang berhasil melihat hilal

Ahad, 05/05/2019 21:12 0

Close