... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Peneliti INSISTS Kritisi Judul RUU P-KS

Foto: Peneliti INSISTS, Dr. Dinar Dewi Kania (dua dari kanan). (Foto: Alif/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta- Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Dinar Dewi Kania mengkritisi soal judul Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

Dinar mempertanyakan penggabungan kata antara kekerasan dan seksual. Menurutnya dua kata tersebut jika digabung menjadi sebuah kata yang cukup bermasalah.

“Karena kalau kekerasan kita sandingkan dengan seksual nanti lawannya ada konsensual seks. Kenapa kok ada kata-kata konsensual? Ini harus dipahami dulu sejarah munculnya ada bahasa kekerasan seksual,” ungkap Dinar saat menjadi pembicara dalam seminar RUU P-KS  di gedung Felfest UI, Depok, Jum’at (03/05/2019).

Selain itu, Dinar juga mengkritik soal definisi tentang “kekerasan seksual” yang dinilainya masih bias dan multi tafsir. Ia menceritakan, penggunaan kata kekerasan seksual tidak sama dengan perkosaan. Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan kata  “perkosaan” untuk menggambarkan kasus pelecehan seksual.

“Dulu kalau kita lihat kasus-kasus perkosaan di koran-koran itu tulisannya perkosaan, yang terjadi pelecehan-pelecehan seksual. Di akademik juga nulisnya perkosaan, yang terjadi perkosaan. Bahkan KUHP kita pakai kejahatan seksual, undang-undang perlindungan anak kita pakai kejahatan seksual,” jelasnya.

Dinar memaparkan, penggunaan kata perkosaan mulai berganti dengan kekerasan seksual yaitu ketika media mulai menggambarkan perkosaan dengan menulis kekerasan seksual, yang mana akibatnya penggunaan kata kekerasan seksual mulai menyebar di akademisi dan berbagai buku bacaan.

BACA JUGA  Unggah Meme Anies Baswedan, Ade Armando Dipolisikan

“Tetapi lama-lama, media langsung bikin kasus perkosaan dengan menulis kekerasan seksual, terus. Kalau dalam ilmu logik ada hukum draf, jadi disamakan perkosaan, kekerasan seksual. Trus kita dibombardir, bahkan di akademisi juga seperti itu, buku-buku kita dari perkosaan ke kekerasan seksual,” paparnya.

Sampai akhirnya, lanjut Dinar, PBB yang membongkar semua itu, ada istilah kekerasan seksual dengan bentuk-bentuknya. Padahal, apa yang dijelaskan PBB tidak sama dengan yang kita bayangkan.

Menurut Dinar,dengan adanya istilah dari PBB tersebut, masyarakat Indonesia akhirnya terjebak, begitu ada RUU kekerasan seksual, kita harus mendukung.

“Karena yang dikepala masyarakat Indonesia adalah perkosaan, pembunuhan. Dan memang kasus-kasus yang ada pun yang itu. Perkosaan, pelecehan, pembunuhan berdasarkan seksualitas, perempuan dibunuh, adapun soal laki-laki yang diperkosa itu justru jarang diangkat,” katanya.

Selain itu, lanjutnya begitu ada orang yang menolak atau bahkan merevisi RUU ini langsung dibilang radikal, hoax, dan lain-lain.

Ia menceritakan pada tahun 2017-2018, Aliansi Cinta Keluarga (AILA) sudah mendatangi Badan Legislasi (BALEG) dan dihadiri oleh semua fraksi untuk memberi masukan yang perlu direvisi dan detailnya, akan tetapi definisi tersebut tidak dirubah sampai sekarang.

“Padahal definisi itu nanti akan menentukan unsur-unsur kejahatan. Jadi misalnya kalau disitu definisinya nggak jelas atau misalnya bias, atau bahkan multi tafsir, unsur-unsurnya juga akan seperti itu,” ujarnya.

BACA JUGA  Mahfud MD Sebut Ego Sektoral Lembaga Penegak Hukum Hambat Investasi

“Karena walaupun definisi ini selalu kita tekankan, akan tetapi sampai terakhir kita baca  tidak ada perubahan. Makanya kita sepekat untuk menolak, kecuali (jika, red.) direvisi,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Hidupkan Bulan Suci Ramadhan, One Care Datangkan 12 Imam dari Timur Tengah

Menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H/ 2019 M lembaga kemanusiaan One Care kembali mendatangkan 12 syaikh asal Timur Tengah. Para syaikh akan mengisi road show safari Ramadhan di 90 kota di penjuru Indonesia.  

Ahad, 05/05/2019 12:08 0

Foto

(FOTO) Ramadhan 1440 H, Persiapan Muslim di Berbagai Belahan Dunia

Bulan Ramadhan 1440H akan datang dalam hitungan jam. Umat Islam di seluruh dunia telah menanti-nanti untuk mengharapkan barokah dan kemuliaan di bulan yang suci ini.

Ahad, 05/05/2019 12:00 0

Pakistan

PBB Masukkan Ulama Pakistan dalam Daftar Teroris Global

Badan dunia PBB pada hari Rabu (01/05/2019) memasukkan nama Masood Azhar, pemimpin kelompok jihadis di Pakistan, ke dalam daftar “teroris global” setelah Cina menarik kembali keberatannya atas langkah tersebut.

Ahad, 05/05/2019 11:24 0

Arab Saudi

Hilal Tak Terlihat, Saudi Isyaratkan 1 Ramadhan 1440 H Hari Senin

Pengamat bulan Arab Saudi mengatakan bahwa hilal bulan Ramadhan tidak terlihat pada hari Sabtu (04/05/2019).

Ahad, 05/05/2019 11:19 0

Video News

Pesan Ust. Bachtiar Nasir untuk Ramadhan 2019

KIBLAT.NET- Ust. Bachtiar memberi pesan untuk Ramadhan tahun ini yang akan panas dengan polemik politik....

Sabtu, 04/05/2019 10:56 0

Amerika

Pompeo: Karena Al-Qaidah dan Iran, AS Tetap Dukung Koalisi Arab di Yaman

"Kita harus berkomitmen untuk melindungi Amerika Serikat dalam rangka menghilangkan ancaman Al-Qaidah teroris di Yaman," lanjutnya.

Sabtu, 04/05/2019 10:56 0

Video News

Abdul Chair Ramadhan Komentari People Power dan Kecurangan Pemilu 2019

KIBLAT.NET- Ketua HRS Center, Abdul Chair Ramadhan memberi komentar terkait kecurangan yang terjadi di Pemilu...

Sabtu, 04/05/2019 10:53 0

Afghanistan

Taliban ke AS: Jangan Minta Kami Letakkan Senjata!

“Khalilzad harus melupakan gagasan meletakkan senjata," tulis Mujahid.

Sabtu, 04/05/2019 08:37 0

Palestina

Jet Israel Kembali Bom Gaza, Dua Pejuang Hamas Gugur

Militer Israel mengaku serangan itu respons terhadap tembakan dari Gaza selatan yang melukai dua tentara Israel.

Sabtu, 04/05/2019 07:41 0

Video News

Kiblat Review: Ijtima Ulama III dan Pemilu 2019

KIBLAT.NET- Ijtima Ulama 3 telah digelar pada 1 Mei 2019 yang lalu. Apa sajakah yang...

Jum'at, 03/05/2019 19:42 0

Close