Pompeo: Karena Al-Qaidah dan Iran, AS Tetap Dukung Koalisi Arab di Yaman

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan bahwa aktivitas Organisasi Al-Qaidah dan ancaman Iran di Yaman merupakan alasan AS untuk melanjutkan dukungan terhadap misi militer koalisi Arab di negara tersebut.

Seperti dilansir Sky News Arabia pada Jumat (03/05/2019), Pompeo mengungkapkan jika konflik yang terjadi di Yaman murni perang saudara akan sulit bagi AS mencari pembenaran untuk terlibat di negara itu. Namun, hal itu tidak terjadi.

“Al-Qaidah di Semenanjung Arab aktif di daerah itu dan memiliki kemampuan yang lebih canggih untuk melancarkan serangan di luar negeri,” katanya.

“Kita harus berkomitmen untuk melindungi Amerika Serikat dalam rangka menghilangkan ancaman Al-Qaidah teroris di Yaman,” lanjutnya.

Selain itu, imbuh Pompeo, kami mendapat ancaman dari Iran yang dapat menggunakan Yaman sebagai lokasi untuk menahan kapal yang melintas di sekitar Selat Bab Al-Mandab dan di sekitar perairan Yaman di selatan dan Yaman. Hal itu membuat kapal-kapal AS yang melewati perairan itu terancam bahaya.

Pompeo juga mengkonfirmasi Iran memiliki sistem rudal dan pangkalan drone bersenjata di negara tersebut..

Pernyataan Pompeo ini datang setelah Dewan Senat AS gagal membatalkan veto Presiden Trump atas rancangan undang-undang (RUU) yang menuntut Amerika berhenti mendukung koalisi Arab Saudi yang bertempur di Yaman.

Dengan dukungan 53 banding 45, pemungutan suara itu gagal meraih mayoritas dua pertiga suara dari 100-anggota Senat untuk disahkan.
DPR dan Senat mengesahkan RUU itu awal tahun ini meskipun Trump bertekad memveto.

RUU tersebut adalah rancangan perundangan yang pertama dalam sejarah Kongres mengajukan Undang-Undang Kekuatan Perang 1973, yang menyatakan seorang presiden tidak boleh melibatkan pasukan Amerika dalam konflik di luar negeri tanpa persetujuan anggota Kongres.

Amerika memasok intelijen dan dukungan lain kepada koalisi pimpinan Arab Saudi yang berusaha mendorong pemberontak Syiah Hutsi, yang didukung Iran, keluar dari Yaman.

Sumber: Sky News Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat