... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bachtiar Nasir Tanggapi Pernyataan Wapres JK soal Ijtima Ulama

Foto: Ustadz Bachtiar Nasir berbicara dalam konferensi pers Ijtima Ulama III di Hotel Lor In Bogor, Rabu (01-05-2019)

KIBLAT.NET, Jakarta – Dai Nasional, Ustadz Bachtiar Nasir menanggapi pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa Ijtima Ulama III harus sesuai syariat Islam.

Ustadz Bachtiar menekankan bahwa Ijtima Ulama ini adalah pertemuan ulama untuk bermusyawarah. Menurutnya, bermusyawarah dalam Islam diperbolehkan.

“Ijtima itu beda dengan ijma yang harus ada tahapan syar’i ketika membuat ijma ulama. Ini ijtima, artinya pertemuan. Kita diperintahkan untuk bermusyawarah,” katanya kepada Kiblat.net di Hotel Lorin, Sentul Bogor pada Rabu (01/05/2019).

Ia juga membantah jika ulama tidak boleh berpolitik. Ia menekankan bahwa berpolitik merupakan hak warga negara dan hak konstitusi.

“Jadi nggak ada yang salah kalau Ijtima Ulama membicarakan hal-hal yang bisa meluruskan politik. Terutama, meluruskan arah kebangsaan kita,” ujarnya.

Senada dengan UBN, Wasekjen MUI, Ustadz Zaitun Rasmin menegaskan bahwa Ijtima Ulama merupakan hak warga negara. Maka, Zaitun menegaskan bahwa hal itu sah.

“Ijtima ini sesuai syariat Islam dan hak konstitusional. Makanya sah dan tidak ada masalah,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

UEA Hukum Seumur Hidup Warga Turki yang Dukung JN dan Ahrar Al-Syam

Ia ditangkap karena mempromosikan ideologi dua kelompok jihad Suriah yang disebut “teroris”, yaitu Jabhah Nusrah dan Ahrar Al-Syam.

Rabu, 01/05/2019 14:10 0

Timur Tengah

Mahar dan Biaya Walimah yang Tinggi Jadi Alasan Pemuda UEA Enggan Menikah

Dalam sebuah survei nasional tentang Kesejahteraan dan Pengembangan Pemuda, ditemukan bahwa alasan utama para pemuda Emirat enggan menikah karena mahar dan biaya hidup serta walimah yang tinggi.

Rabu, 01/05/2019 13:30 0

Wilayah Lain

Mushaf Al-Quran Berusia 300 Tahun Ditampilkan di Bosnia

Pameran yang diselenggarakan oleh Yunus Emre Institute (YEE) Turki di sebuah pusat budaya di Mostar, menampilkan mushaf yang dikumpulkan lebih dari 10 tahun oleh kolektor Bosnia, Nusret Omerika.

Rabu, 01/05/2019 12:55 0

Video News

Simpatisan Jokowi Siapkan Uang 100 Milyar, Ini Jawaban Anggota BPN

KIBLAT.NET- Simpatisan Jokowi-Ma’ruf Amin berani siapkan 100 Milyar Rupiah untuk yang bisa membuktikan kecurangan pihak...

Rabu, 01/05/2019 12:42 0

Video News

Banyak Terjadi Masalah, BPN Tanggapi Pilpres 2019

KIBLAT.NET- BPN buka suara mengomentari berjalannya Pilpres 2019 yang penuh dengan polemik dan masalah. Sebagai...

Rabu, 01/05/2019 12:27 0

Video News

Kiblat Review: Ongkos Mahal Demokrasi

KIBLAT.NET- Pesta demokrasi terbesar tahun ini sudah digelar 17 April 2019 yg lalu. Pemilu kali...

Rabu, 01/05/2019 09:30 0

Suriah

Militer Suriah Kembali Gunakan Bom Birmil

“Ini merupakan kali pertama bom ini menjatuhkan korban sejak kesepakatan di Shoci diteken pada September tahun lalu,” kata sumber AA di Idlib.

Rabu, 01/05/2019 08:40 0

Amerika

IM Tetap Pilih Jalan Damai Meski Akan Dimasukkan ke Daftar “Teroris” Dunia

"Ikhwanul Muslimin akan tetap lebih kuat –dengan karunia Allah– dalam menghadapi keputusan apa pun," pungkas pernyataan IM.

Rabu, 01/05/2019 08:04 0

Video Kajian

Zikir: Alasan Umat Islam Harus Bersatu

KIBLAT.NET- Umat Islam zaman sekarang banyak terpecah, bahkan banyak yang tak peduli dan acuh pada...

Selasa, 30/04/2019 22:38 0

Amerika

Trump Berusaha Menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris

Penasihat keamanan nasionalJohn R. Bolton dan sekretaris negara Mike Pompeo mendukung gagasan itu.

Selasa, 30/04/2019 19:19 0

Close