... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Berusaha Menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris

Foto: Ikhwanul Muslimin

KIBLAT.NET, Washington – Pemerintahan Trump berusaha mengeluarkan perintah yang akan menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing dan memberikan sanksi terhadap gerakan politik Islam yang berpengaruh tersebut. Demikian menurut pejabat pemerintah, yang dikutip Nytimes.com, Selasa (30/04/2019).

Gedung Putih mengarahkan para pejabat keamanan dan diplomatik nasional untuk menemukan cara guna menjatuhkan sanksi pada kelompok itu setelah Gedung Putih pada 9 April dikunjungi Presiden Abdel Fattah el-Sisi dari Mesir. Dalam pertemuan pribadi tanpa wartawan dan fotografer, el-Sisi mendesak Trump untuk mengambil langkah itu dan bergabung dengan Mesir dalam melawan organisasi teroris.

Sanksi ekonomi dan perjalanan yang luas terhadap perusahaan dan individu yang berinteraksi dengan kelompok sasaran akan ditetapkan jika perintah disetujui. Presiden merespons dengan tegas permintaan el-Sisi, dengan mengatakan: “Itu masuk akal.” Beberapa penasihat Trump menafsirkan itu sebagai komitmen.

“Proposal itu memicu perdebatan sengit di dalam pemerintahan, termasuk dalam pertemuan tingkat tinggi para pembuat kebijakan dari berbagai departemen yang diadakan pekan lalu oleh Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih,” kata para pejabat itu.

Dalam sebuah pernyataan, Sarah Huckabee Sanders, sekretaris pers Gedung Putih, mengakui bahwa pemerintah sedang berupaya menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

“Presiden telah berkonsultasi dengan tim keamanan nasional dan para pemimpinnya di kawasan yang berbagi keprihatinannya, dan penunjukan ini sedang berjalan melalui proses internal,” kata Sanders.

BACA JUGA  Rusia dan China Gagalkan Upaya AS Hentikan Operasi Militer Turki di Suriah

Penasihat keamanan nasionalJohn R. Bolton dan sekretaris negara Mike Pompeo mendukung gagasan itu. Tetapi Pentagon, staf keamanan nasional karier, pengacara pemerintah dan pejabat diplomatik menyuarakan keberatan hukum.

Berdasarkan hukum, para pejabat berpendapat bahwa kriteria untuk menunjuk organisasi teroris tidak cocok untuk Ikhwanul Muslimin. Beberapa partai politik di tempat-tempat seperti Tunisia dan Yordania menganggap diri mereka Ikhwanul Muslimin atau memiliki ikatan dengan mereka, tetapi menghindari ekstremisme yang keras.

Penunjukan seperti itu juga dapat memiliki konsekuensi, di antaranya terkait hubungan dengan Turki, yang presidennya, Recep Tayyip Erdogan, adalah pendukung setia Ikhwanul Muslimin. Tidak jelas juga apa akibatnya bagi orang Amerika dan organisasi kemanusiaan Amerika yang memiliki kaitan dengan kelompok itu. Pejabat hak asasi manusia khawatir bahwa el-Sisi mungkin menggunakannya untuk membenarkan tindakan keras yang bahkan lebih keras terhadap lawan-lawannya.

“Di antara ide-ide alternatif yang diajukan pada pertemuan pekan lalu adalah mencoba mengidentifikasi dan menargetkan kelompok yang terkait dengan teroris yang memiliki hubungan dengan IM yang belum ditunjuk atau membatasi ruang lingkup penunjukan untuk cabang Mesir,” kata para pejabat.

Al-Sisi, yang seorang mantan jenderal, memimpin kudeta pada 2013 yang menggulingkan Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis dan mantan pemimpin IM. Pemerintah Mesir menganggap IM sebagai organisasi teroris beberapa tahun yang lalu sebagai bagian dari tindakan brutal terhadap para pendukungnya. Al-Sisi juga berulang kali mendesak pemerintahan Obama untuk mengikutinya.

BACA JUGA  Kini, Trump Sebut Ancaman Kurdi di Suriah Lebih Besar dari ISIS

Sumber: New York Times
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kematian Ratusan Anggota KPPS Dinilai Tak Wajar, TPF Harus Dibentuk

Yang harus dilakukan Tim Pencari Fakta (TPF) adalah mengidentifikasi, memverifikasi, dan mencari penyebab kematian yang dinilai publik meninggal dunia dengan tiba-tiba

Selasa, 30/04/2019 18:22 0

Indonesia

Ratusan Petugas TPS Meninggal, Perludem: Beban Kerjanya Tidak Logis

"Bekerja lebih dari 20 jam, bahkan melampaui adalah beban kerja yang tidak logis bagi seseorang, mau dalam kapasitas dan skala usia berapapun," ujarnya di Jakarta pada Senin (29/04/2019).

Selasa, 30/04/2019 17:17 0

Indonesia

Petugas TPS Meninggal dan Sakit Harus Dipenuhi Syarat Ini Sebelum Terima Santunan

Petugas TPS yang meninggal dijanjikan menerima santuna Rp36 juta, dan bagi yang sakit menerima Rp30 juta

Selasa, 30/04/2019 16:57 0

Indonesia

Besaran Santunan Petugas KPPS Ditetapkan, KPU: Ada Syaratnya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Keuangan menyepakati nominal santunan kepada petugas TPS yang meninggal. Menurut ketua KPU, Arief Budiman, nominal yang diberikan adalah Rp36 juta.

Selasa, 30/04/2019 16:46 0

Indonesia

Temuan Hakasasi.id, Upah Petugas KPPS Tak Setimpal dengan Beban Kerja

Daywin menjelaskan, para petugas pemilu yang melapor kepada Hakasasi.id rata-rata mengadu bahwa upah dan pekerjaan yang dilakukan tidak setimpal, karena ternyata yang dikerjakan lebih berat sementara upahnya tidak setimpal.

Selasa, 30/04/2019 16:27 0

Video News

KPU Siapkan Dana untuk Para Petugas TPS yang Meninggal

KIBLAT.NET- JAKARTA, Pemilu 2019 banyak memakan korban jiwa. KPU pun berinisiatif membuat anggaran untuk para...

Selasa, 30/04/2019 15:15 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Kemenangan dalam Islam yang Sebenarnya

KIBLAT.NET- Banyak yang meributkan hasil perhitungan suara oleh KPU, kalah atau menang Capres pilihan anda,...

Selasa, 30/04/2019 13:12 0

Indonesia

Ustadz Firdaus Sanusi: Jika Nilai Agama Luntur Akan Mudah Terkena Fitnah

“Kita lupa menanamkan nilai-nilai agama ke keluarga. Jika nilai-nilai ini luntur maka akan mudah terkena fitnah. Artinya kita tidak dapat menunaikan sebagai seorang muslim dan mukmin secara benar,” paparnya.

Selasa, 30/04/2019 11:45 0

Indonesia

Soal Kesalahan Entri Data, KPU: Sudah Dijelaskan di Website

“Kalau ada yang salah, silahkan dilaporkan. Kami sudah membuka pintu untuk melakukan perbaikan. Jadi, yang salah bisa langsung diperbaiki,” ujarnya.

Selasa, 30/04/2019 11:20 0

Indonesia

Petugas TPS yang Meninggal Dunia Adalah Korban Demokrasi

Kematian ratusan petugas TPS dinilai tak logis karena mereka meninggal dalam keadaan damai

Selasa, 30/04/2019 10:32 0

Close