... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan Udara Rusia Kembali Tewaskan 10 Warga Sipil di Idlib

Foto: Bom Rusia di Idlib/ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Serangan udara rezim Suriah sekutu Rusia telah menewaskan 10 penduduk sipil di bagian barat laut Idlib pada hari Jumat (26/04/2019) pekan lalu, demikian laporan seorang saksi mata di lapangan. Insiden yang memakan korban warga sipil ini terjadi bersamaan dengan gagalnya upaya pembicaraan damai di Kazakhstan.

Menurut laporan dari Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Sabtu (27/04/2019) bahwa ia tidak mengesampingkan kemungkinan pasukan Suriah dengan dukungan kekuatan udara Rusia melancarkan serangan berskala besar terhadap pasukan oposisi di provinsi Idlib. Namun menurutnya, operasi semacam itu saat ini belum bisa dilakukan.

Organisasi hak asasi manusia SOHR (Syrian Observatory for Human Rights) yang berbasis di Inggris merilis laporan seperti yang dilansir oleh AFP bahwa serangan udara Rusia menewaskan tiga warga sipil termasuk seorang anak laki-laki di pinggiran kota Kafranbel, dan tujuh korban tewas lainnya termasuk seorang anak perempuan di kota Tal Hawash. Perang di Suriah telah menewaskan sedikitnya 370.000 orang sejak 2011. Beberapa putaran negosiasi dinilai telah gagal menghentikan pertumpahan darah yang masih terus berlangsung.

Berbicara di Beijing, Putin mengatakan Moskow dan Damaskus akan terus melanjutkan apa yang ia sebut sebagai perang melawan terorisme, dan setiap militan yang mencoba keluar dari Idlib akan dibom. Narasi seperti ini terus diulang-ulang presiden Rusia itu di berbagai kesempatan.  Namun menurutnya, keberadaan warga sipil di sejumlah area di Idlib membuat rencana operasi militer skala besar belum siap dilancarkan. Peta pertempuran mengalami titik balik dan sebagian besar wilayah kembali dikuasai pasukan Assad setelah Rusia melakukan intervensi pada tahun 2015.

BACA JUGA  Puluhan Ribu Warga Idlib Turun ke Jalan Kobarkan Semangat Revolusi

Hingga saat ini sejumlah area kunci masih berada dalam jangkauan pemerintah Damaskus, termasuk Idlib yang dikuasai oleh oposisi yang pernah berafiliasi dengan al-Qaidah. Pada bulan September 2018, Rusia dan Turki menandatangani sebuah kesepakatan zona penyangga untuk mencegah serangan masif oleh rezim Damaskus ke Idlib, dan juga ke sejumlah area yang dekat dengan perbatasan Turki.

Namun sejumlah area tersebut yang saat ini dihuni sekitar tiga juta warga sipil terus menjadi target bombardir Rusia dan rezim Assad sejak Haiah Tahrir Syam mengontrol penuh wilayah Idlib sejak bulan Januari. Serangan udara terbaru terjadi dua hari setelah pembicaraan untuk mengakhiri perang di Suriah yang disponsori Rusia, Iran, dan Turki berakhir tanpa hasil di Kazakhstan.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Petugas TPS yang Meninggal Dunia Adalah Korban Demokrasi

Kematian ratusan petugas TPS dinilai tak logis karena mereka meninggal dalam keadaan damai

Selasa, 30/04/2019 10:32 0

Indonesia

Banyak Petugas TPS Meninggal Dunia, Ketua KPU: Saya Paling Menderita

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait dengan penyelenggaraan Pemilu

Selasa, 30/04/2019 10:10 0

Video News

Adik Jadi Korban Pemilu, Kakak: Ini Korban Apa Tumbal untuk Demokrasi?

KIBLAT.NET- JAKARTA – Ahmad Saifuddin menceritakan bagaimana meninggalnya sang adik, Ahmad Shalahuddin yang ditunjuk menjadi...

Senin, 29/04/2019 19:57 0

Indonesia

MCA Jokowi Klaim Temukan Tiga Puluh Kasus Kecurangan Rugikan Paslon 01

MCA Jokowi menilai kecurangan yang tersebar di media soaial hanyalah klaim sepihak dan harus dibuktikan menjadi satu bukti yang otentik.

Senin, 29/04/2019 18:09 1

Indonesia

Belt and Road Initiative Dinilai Akan Menambah Beban Rakyat Indonesia

Terlebih utang luar negeri Indonesia terhadap Cina yang menumpuk.

Senin, 29/04/2019 17:35 0

Suara Pembaca

Sudan di Persimpangan Jalan

Setelah tumbangnya Omar Basyir dari tampuk kekuasaan, nyatanya kondisi politik di Sudan tak kunjung stabil.

Senin, 29/04/2019 17:06 0

Analisis

Kontroversi Garis Keras ala Mahfud M.D.

Bagaimana mungkin ia menjalankan fungsinya sebagai ahli hukum tata negara sekaligus anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, jika ia gagal memahami konstalasi politik penting yang pernah terjadi di Indonesia. Bagaimana mungkin ia memahami aspirasi masyarakat luar Jawa, jika ia keliru memandang sejarahnya?

Senin, 29/04/2019 15:09 0

Indonesia

Korban Meninggal Banjir dan Longsor Bengkulu Capai 29 Orang

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memaparkan bahwa korban bencana di Bengkulu mencapai 29 orang meninggal

Senin, 29/04/2019 14:46 0

Indonesia

Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Politik Islam di Indonesia Baru Sebatas Wacana

Dr. Tiar menjelaskan selama ini politik Islam di Indonesia baru sebatas wacana atau ideologi saja, tetapi belum ada implementasinya.

Senin, 29/04/2019 14:16 0

Close