... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ratusan Petugas TPS Meninggal, Perludem: Beban Kerjanya Tidak Logis

Foto: Direktur Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Titik Anggraini

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Titik Anggraini mengaku berduka atas meninggalnya ratusan petugas TPS. Ia memaparkan bahwa meninggalnya petugas TPS ini karena beban kerja yang tidak wajar.

“Termasuk juga bekerja lebih dari 20 jam, bahkan melampaui adalah beban kerja yang tidak logis bagi seseorang, mau dalam kapasitas dan skala usia berapapun,” ujarnya di Jakarta pada Senin (29/04/2019).

“Jadi memang ada beban kerja yang tidak wajar dan tidak normal yang harus dipikul oleh petugas KPPS kita,” imbuhnya.

Selain itu, ia menilai masih ada problem-problem teknis di lapangan. Misalnya masalah distribusi logistik yang membuat mereka secara mental dan fisik juga psikis itu bertambah bebannya.

“Belum lagi mereka kan menghitung dari subuh, bekerja melakukan pemungutan suara sampai menghitung tengah malam dengan ruangan terbuka, angin malam dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut data KPU pada Senin (19/04/2019), jumlah total petugas TPS yang meninggal menjadi 304 orang.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar kejadian ini dievaluasi dan menjadi refleksi bersama untuk memperbaiki sistem manajemen kepemiluan di Indonesia.

Selain evaluasi, negara harus memberi penghargaan baik penghargaan dari negara dalam bentuk kompensasi. “Kompensasi setidaknya menunjukkan penghormatan negara kepada mereka,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

KPU Siapkan Dana untuk Para Petugas TPS yang Meninggal

KIBLAT.NET- JAKARTA, Pemilu 2019 banyak memakan korban jiwa. KPU pun berinisiatif membuat anggaran untuk para...

Selasa, 30/04/2019 15:15 0

Rusia

Jejak Spionase Mariia Butina, Direkrut Rusia Dipenjara Amerika

Atas perintah seorang pejabat senior Rusia, Mariia Butina membangun koneksi dan networking di AS melalui Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA), termasuk organisasi-organisasi keagamaan.

Selasa, 30/04/2019 13:44 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Kemenangan dalam Islam yang Sebenarnya

KIBLAT.NET- Banyak yang meributkan hasil perhitungan suara oleh KPU, kalah atau menang Capres pilihan anda,...

Selasa, 30/04/2019 13:12 0

Amerika

Dicap Sebagai Agen Rusia, Mariia Butina Akhirnya Divonis 18 Bulan Penjara

Seorang perempuan muda Rusia yang sempat menyebabkan hubungan AS-Rusia memanas merasa dirinya terjebak dalam pusaran kasus yang cukup rumit terkait kegiatan mata-mata asing.

Selasa, 30/04/2019 13:09 0

Suriah

Serangan Udara Rusia Kembali Tewaskan 10 Warga Sipil di Idlib

Serangan udara rezim Suriah sekutu Rusia telah menewaskan 10 penduduk sipil di bagian barat laut Idlib pada hari Jumat (26/04/2019) pekan lalu.

Selasa, 30/04/2019 11:02 0

Iran

Pejabat Iran: Sanksi AS Akan Buat Hidup Rakyat Iran Lebih Sulit

sanksi AS yang dijatuhkan pada industri minyak di negaranya akan berdampak negatif pada pasar minyak dunia.

Selasa, 30/04/2019 08:31 0

Amerika

Baghdadi Kembali Muncul ke Publik, Begini Komentar AS

"Kami mengkaji rekaman Baghdadi yang dipublikasikan hari ini itu. Tim ahli akan menganalisanya yang selanjutnya dikonfirmasi oleh dinas intelijen untuk mengetahui keasliannya,”

Selasa, 30/04/2019 07:38 0

Wilayah Lain

Abu Bakar Al-Baghdadi Muncul ke Media Berbicara Serangan di Sri Lanka

“Kami akan membalas rekan kami yang tewas dan tertawan,” lanjutnya.

Selasa, 30/04/2019 06:51 0

Video News

Adik Jadi Korban Pemilu, Kakak: Ini Korban Apa Tumbal untuk Demokrasi?

KIBLAT.NET- JAKARTA – Ahmad Saifuddin menceritakan bagaimana meninggalnya sang adik, Ahmad Shalahuddin yang ditunjuk menjadi...

Senin, 29/04/2019 19:57 0

Suara Pembaca

Sudan di Persimpangan Jalan

Setelah tumbangnya Omar Basyir dari tampuk kekuasaan, nyatanya kondisi politik di Sudan tak kunjung stabil.

Senin, 29/04/2019 17:06 0

Close