... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pejabat Iran: Sanksi AS Akan Buat Hidup Rakyat Iran Lebih Sulit

KIBLAT.NET, Teheran – Wakil Menteri Minyak untuk Urusan Internasional dan Perdagangan, Amir Hussein Zamani Nia, memperingatkan dampak sanksi Washington terhadap Teheran dan dampaknya terhadap pasar internasional, serta warga Iran.

Hussein mengatakan, seperti dilansir Arabi21.com pada Senin (29/04/2019) dari situs departemen perminyakan Iran, sanksi AS yang dijatuhkan pada industri minyak di negaranya akan berdampak negatif pada pasar minyak dunia.

“Sebagai imbalannya sanksi itu akan membuat hidup rakyat Iran lebih sulit,” imbuhnya.

Pada 2 Mei, AS membatalkan pengecualian sanksi pembelian minyak Iran yang diberikan kepada delapan negara: Turki, Cina, India, Italia, Yunani, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Mengomentari keputusan AS, Menteri Luar Negeri Turki Mouloud Zhaoshoglu mengatakan bahwa proposal (Amerika) untuk membeli minyak dari negara lain selain Iran adalah di luar perbatasan. Turki menentang langkah-langkah dan perintah semacam itu.

Sebelumnya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengumumkan kesediaan mereka untuk mengkompensasi pasar minyak dengan pasokan yang diperlukan setelah keputusan Washington untuk membatalkan pengecualian pengekspor minyak dari Iran.

Menurut data OPEC, produksi minyak Iran turun menjadi 2,69 juta barel per hari pada bulan lalu. Sebelumnya, Iran memproduksi sebanyak 3,8 juta barel.

“Masa-masa sulit membutuhkan tindakan yang sesuai dengan mereka,” kata Hussein, tanpa perincian lebih lanjut.

Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur air vital bagi pengiriman minyak internasional. Langkah itu nampaknya sebagai tindakan untuk membalas sanki AS.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Adik Jadi Korban Pemilu, Kakak: Ini Korban Apa Tumbal untuk Demokrasi?

KIBLAT.NET- JAKARTA – Ahmad Saifuddin menceritakan bagaimana meninggalnya sang adik, Ahmad Shalahuddin yang ditunjuk menjadi...

Senin, 29/04/2019 19:57 0

Indonesia

MCA Jokowi Klaim Temukan Tiga Puluh Kasus Kecurangan Rugikan Paslon 01

MCA Jokowi menilai kecurangan yang tersebar di media soaial hanyalah klaim sepihak dan harus dibuktikan menjadi satu bukti yang otentik.

Senin, 29/04/2019 18:09 1

Indonesia

Belt and Road Initiative Dinilai Akan Menambah Beban Rakyat Indonesia

Terlebih utang luar negeri Indonesia terhadap Cina yang menumpuk.

Senin, 29/04/2019 17:35 0

Suara Pembaca

Sudan di Persimpangan Jalan

Setelah tumbangnya Omar Basyir dari tampuk kekuasaan, nyatanya kondisi politik di Sudan tak kunjung stabil.

Senin, 29/04/2019 17:06 0

Analisis

Kontroversi Garis Keras ala Mahfud M.D.

Bagaimana mungkin ia menjalankan fungsinya sebagai ahli hukum tata negara sekaligus anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, jika ia gagal memahami konstalasi politik penting yang pernah terjadi di Indonesia. Bagaimana mungkin ia memahami aspirasi masyarakat luar Jawa, jika ia keliru memandang sejarahnya?

Senin, 29/04/2019 15:09 0

Indonesia

Korban Meninggal Banjir dan Longsor Bengkulu Capai 29 Orang

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memaparkan bahwa korban bencana di Bengkulu mencapai 29 orang meninggal

Senin, 29/04/2019 14:46 0

Indonesia

Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Politik Islam di Indonesia Baru Sebatas Wacana

Dr. Tiar menjelaskan selama ini politik Islam di Indonesia baru sebatas wacana atau ideologi saja, tetapi belum ada implementasinya.

Senin, 29/04/2019 14:16 0

Indonesia

Pemerintahan Islam Akan Mudah Diaplikasikan Jika Banyak Kajian Ilmu Politik Islam

"Sudah saatnya harus lahir sarjana-sarjana politik Islam, bukan sekadar terjun ke politik praktis tetapi harus melahirkan riset politik Islam"

Senin, 29/04/2019 11:55 0

Indonesia

17 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor Bengkulu

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa korban meninggal pasca banjir dan longsor di Bengkulu terus bertambah.

Senin, 29/04/2019 10:23 0

Close