... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dicap Sebagai Agen Rusia, Mariia Butina Akhirnya Divonis 18 Bulan Penjara

Foto: Agen intelijen Rusia Maria Butina.

KIBLAT.NET, Washington – Seorang perempuan muda Rusia yang sempat menyebabkan hubungan AS-Rusia memanas merasa dirinya terjebak dalam pusaran kasus yang cukup rumit terkait kegiatan mata-mata asing. Setelah proses investigasi dan penyidikan yang cukup panjang, Mariia Butina akhirnya divonis hukuman 18 bulan penjara oleh pengadilan AS. Sebenarnya ada banyak dakwaan terhadap wanita muda ini, namun jaksa penuntut hanya mampu membuktikan satu dakwaan saja, yaitu melanggar UU terkait registrasi agen asing.

Para jaksa penuntut umum seharusnya melihat ini sebagai sebuah kegagalan nyata. Mereka mendakwa Butina terkait dengan sejumlah tudingan, termasuk menjadi agen mata-mata asing yang menggunakan seks sebagai umpan untuk infiltrasi masuk ke lingkaran partai Republik sebelum akhirnya para jaksa itu menarik kembali hampir semua dakwaan tersebut.

Bahkan vonis yang telah dijatuhkan yaitu dianggap melanggar UU terkait registrasi agen asing sebenarnya juga merupakan dakwaan yang lemah. Pertimbangannya, hanya karena Butina diduga memiliki hubungan tidak resmi dengan sejumlah pejabat Rusia dan memiliki minat dengan kepemilikan senjata api. Di samping itu, Butina juga diketahui aktif di Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA).

Dalam perjalanannya, kasus ini juga dikembangkan bahwa Butina “menyusup” ke dalam asosiasi NRA, dan itu menjadi bahan pertimbangan vonis hukumannya. Perlu dicatat meskipun seseorang terbukti melanggar undang-undang terkait registrasi agen asing (FARA), hukuman penjara jarang dijatuhkan, apalagi dakwaan terhadap Butina yang mengarah ke poin ini lemah. Ribuan orang di kawasan distrik Columbia (D.C.) pernah terkait dengan dugaan pelanggaran FARA, dan mereka tidak ditangkap, apalagi dipenjara.

BACA JUGA  AS Berniat Kirim Ribuan Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Secara umum, FARA adalah undang-undang yang digunakan oleh penuntut umum untuk menyeret seseorang ke dalam kasus tertentu atas kesaksian yang dipaksakan. Dalam kasus Butina, hampir seluruh dakwaan selain pelanggaran FARA dinilai lemah, sehingga satu-satunya dakwaan ini dianggap sebagai sebuah konsesi “hadiah” bagi para jaksa yang hampir putus asa berupaya melakukan pembuktian.

Maria Butina menanggapi vonisnya itu dengan pembelaan diri dan menyatakan tidak bersalah di depan hukum. Ia mengatakan hanya ingin meningkatkan level hubungan ketika sedang membangun karir, dan meminta maaf jika hal itu malah menyeretnya ke dalam kasus yang menimbulkan kegaduhan. Hakim Tanya Chutkan menjatuhkan hukuman setelah dikurangi masa penahanan 9 bulan, sehingga Butina hanya akan menjalani 9 bulan sisanya di penjara Amerika. Setelah selesai menjalani hukuman penjara, Butina akan secepatnya dideportasi dari AS.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ustadz Firdaus Sanusi: Jika Nilai Agama Luntur Akan Mudah Terkena Fitnah

“Kita lupa menanamkan nilai-nilai agama ke keluarga. Jika nilai-nilai ini luntur maka akan mudah terkena fitnah. Artinya kita tidak dapat menunaikan sebagai seorang muslim dan mukmin secara benar,” paparnya.

Selasa, 30/04/2019 11:45 0

Indonesia

Soal Kesalahan Entri Data, KPU: Sudah Dijelaskan di Website

“Kalau ada yang salah, silahkan dilaporkan. Kami sudah membuka pintu untuk melakukan perbaikan. Jadi, yang salah bisa langsung diperbaiki,” ujarnya.

Selasa, 30/04/2019 11:20 0

Indonesia

Petugas TPS yang Meninggal Dunia Adalah Korban Demokrasi

Kematian ratusan petugas TPS dinilai tak logis karena mereka meninggal dalam keadaan damai

Selasa, 30/04/2019 10:32 0

Indonesia

Banyak Petugas TPS Meninggal Dunia, Ketua KPU: Saya Paling Menderita

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait dengan penyelenggaraan Pemilu

Selasa, 30/04/2019 10:10 0

Video News

Adik Jadi Korban Pemilu, Kakak: Ini Korban Apa Tumbal untuk Demokrasi?

KIBLAT.NET- JAKARTA – Ahmad Saifuddin menceritakan bagaimana meninggalnya sang adik, Ahmad Shalahuddin yang ditunjuk menjadi...

Senin, 29/04/2019 19:57 0

Indonesia

MCA Jokowi Klaim Temukan Tiga Puluh Kasus Kecurangan Rugikan Paslon 01

MCA Jokowi menilai kecurangan yang tersebar di media soaial hanyalah klaim sepihak dan harus dibuktikan menjadi satu bukti yang otentik.

Senin, 29/04/2019 18:09 1

Indonesia

Belt and Road Initiative Dinilai Akan Menambah Beban Rakyat Indonesia

Terlebih utang luar negeri Indonesia terhadap Cina yang menumpuk.

Senin, 29/04/2019 17:35 0

Suara Pembaca

Sudan di Persimpangan Jalan

Setelah tumbangnya Omar Basyir dari tampuk kekuasaan, nyatanya kondisi politik di Sudan tak kunjung stabil.

Senin, 29/04/2019 17:06 0

Analisis

Kontroversi Garis Keras ala Mahfud M.D.

Bagaimana mungkin ia menjalankan fungsinya sebagai ahli hukum tata negara sekaligus anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, jika ia gagal memahami konstalasi politik penting yang pernah terjadi di Indonesia. Bagaimana mungkin ia memahami aspirasi masyarakat luar Jawa, jika ia keliru memandang sejarahnya?

Senin, 29/04/2019 15:09 0

Close