... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Besaran Santunan Petugas KPPS Ditetapkan, KPU: Ada Syaratnya

Foto: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Keuangan menyepakati nominal santunan kepada petugas TPS yang meninggal. Menurut ketua KPU, Arief Budiman, nominal yang diberikan adalah Rp36 juta.

“Bu Menteri Keuangan sudah keluarkan surat menentukan nominalnya yang bisa dibayarkan. Nominalnya sebagaimana yang saya usulkan. Jadi untuk yang meninggal dunia itu Rp36 juta, kemudian untuk yang luka atau sakit itu maksimal Rp30 juta,” katanya kepada Kiblat.net di Jakarta pada Senin (29/04/2019).

Ia juga mengatakan bahwa untuk yang luka, ada klasifikasinya. Apakah lukanya hanya luka lecet ataukah patah ataukah ada yang hilang anggota tubuhnya. “Itu nanti menjadi hal yang diverifikasi,” ujarnya.

Arief memaparkan, ada syarat-syarat tertentu bagi mereka yang mendapat santunan ini. Yaitu, mereka harus penyelenggara pemilu. Karena ini santunan untuk penyelenggara pemilu. Kemudian mereka tertimpa musibah pada saat menyelesaikan tugas pada saat menyelenggarakan pemilu.

“Mungkin itu syarat yang utama, nanti yang selebihnya akan kita verifikasi berdasarkan kondisi di lapangan. Misalnya, ada yang meninggal dunia. Kalau sudah meninggal dunia, ahli warisnya siapa,” tuturnya.

“Kemudian kalau dirawat di rumah sakit, di rumah sakitnya kapan, nah itu nanti verifikasi di lapangan. Tapi prinsip utamanya adalah mereka penyelenggara pemilu dan mereka mendapat musibah ketika menjalankan tugas kepemiluan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

KPU Siapkan Dana untuk Para Petugas TPS yang Meninggal

KIBLAT.NET- JAKARTA, Pemilu 2019 banyak memakan korban jiwa. KPU pun berinisiatif membuat anggaran untuk para...

Selasa, 30/04/2019 15:15 0

Rusia

Jejak Spionase Mariia Butina, Direkrut Rusia Dipenjara Amerika

Atas perintah seorang pejabat senior Rusia, Mariia Butina membangun koneksi dan networking di AS melalui Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA), termasuk organisasi-organisasi keagamaan.

Selasa, 30/04/2019 13:44 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Kemenangan dalam Islam yang Sebenarnya

KIBLAT.NET- Banyak yang meributkan hasil perhitungan suara oleh KPU, kalah atau menang Capres pilihan anda,...

Selasa, 30/04/2019 13:12 0

Amerika

Dicap Sebagai Agen Rusia, Mariia Butina Akhirnya Divonis 18 Bulan Penjara

Seorang perempuan muda Rusia yang sempat menyebabkan hubungan AS-Rusia memanas merasa dirinya terjebak dalam pusaran kasus yang cukup rumit terkait kegiatan mata-mata asing.

Selasa, 30/04/2019 13:09 0

Suriah

Serangan Udara Rusia Kembali Tewaskan 10 Warga Sipil di Idlib

Serangan udara rezim Suriah sekutu Rusia telah menewaskan 10 penduduk sipil di bagian barat laut Idlib pada hari Jumat (26/04/2019) pekan lalu.

Selasa, 30/04/2019 11:02 0

Iran

Pejabat Iran: Sanksi AS Akan Buat Hidup Rakyat Iran Lebih Sulit

sanksi AS yang dijatuhkan pada industri minyak di negaranya akan berdampak negatif pada pasar minyak dunia.

Selasa, 30/04/2019 08:31 0

Amerika

Baghdadi Kembali Muncul ke Publik, Begini Komentar AS

"Kami mengkaji rekaman Baghdadi yang dipublikasikan hari ini itu. Tim ahli akan menganalisanya yang selanjutnya dikonfirmasi oleh dinas intelijen untuk mengetahui keasliannya,”

Selasa, 30/04/2019 07:38 0

Wilayah Lain

Abu Bakar Al-Baghdadi Muncul ke Media Berbicara Serangan di Sri Lanka

“Kami akan membalas rekan kami yang tewas dan tertawan,” lanjutnya.

Selasa, 30/04/2019 06:51 0

Video News

Adik Jadi Korban Pemilu, Kakak: Ini Korban Apa Tumbal untuk Demokrasi?

KIBLAT.NET- JAKARTA – Ahmad Saifuddin menceritakan bagaimana meninggalnya sang adik, Ahmad Shalahuddin yang ditunjuk menjadi...

Senin, 29/04/2019 19:57 0

Suara Pembaca

Sudan di Persimpangan Jalan

Setelah tumbangnya Omar Basyir dari tampuk kekuasaan, nyatanya kondisi politik di Sudan tak kunjung stabil.

Senin, 29/04/2019 17:06 0

Close