... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump: Mereka Kaya, Saya Tidak Akan “Melepaskan” Arab Saudi

Foto: Presiden AS Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Presiden AS Donald Trump telah menegaskan kembali dukungannya untuk Arab Saudi pada rapat umum “Make America Great Again” (MAGA). Dalam forum ini, Trump juga mengungkapkan strategi negosiasi yang digunakan untuk mendapatkan lebih banyak uang dari Kerajaan, dengan imbalan dukungan militer Amerika Serikat.

Di hadapan para pendukungnya di Green Bay, Wisconsin, Trump mengisyaratkan akan tetap menjadi pendukung setia Saudi, karena Kerajaan telah melakukan pembelian besar-besaran dari perusahaan-perusahaan AS.

“Mereka tidak punya apa-apa selain uang tunai, kan?” katanya kepada orang banyak. “Mereka membeli banyak dari kita, $ 450 miliar yang mereka beli.”

“Ada orang-orang yang ingin memutus Arab Saudi … (Kalau) saya tidak ingin kehilangan mereka,” katanya, seperti dikutip Al-Jazeera, Ahad (28/04/2019).

Tidak jelas dari mana Trump mendapatkan angka $ 450 miliar. PolitiFact, sebuah situs web pengecekan fakta, sebelumnya telah menilai klaim tersebut sebagai “Celana Terbakar”, sebuah istilah kedustaan.

Trump kemudian mengatakan telah menelepon Raja Saudi Salman baru-baru ini, di mana ia menuntut lebih banyak uang dari negara kaya minyak itu sebagai imbalan atas pertahanan yang disediakan AS.

“Kami kehilangan $ 4,5 miliar pada sebuah negara untuk membela mereka, dan mereka kaya,” kata Trump.

“Jadi aku memanggil mereka. Aku berkata: dengarkan, tidak baik. Mereka dalam keadaan terkejut karena mereka tidak pernah mendapat panggilan seperti ini dalam 25 tahun, kan,” katanya ketika kerumunan bersorak.

BACA JUGA  AS Kirim Utusan ke Sudan

“Saya katakan kita kehilangan $ 4,5 miliar setiap tahun, kita tidak bisa melakukan ini lagi. Ini gila. Dia [Raja Salman] menjadi sangat marah, marah, mengatakan ini tidak adil. Saya katakan, tentu saja ‘Ini adil.’ Dia bilang kita akan memberi Anda $ 500 juta lebih … Saya bilang saya ingin lebih. Kami berdebat. Jadi mereka membayar kami lebih dari $ 500 juta untuk satu panggilan telepon, saya butuh satu panggilan.”

Dia mengatakan raja kemudian bertanya kepadanya mengapa dia menelepon, karena “tidak ada yang membuat panggilan seperti itu”. “Itu karena mereka bodoh!” kata Trump.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

17 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor Bengkulu

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa korban meninggal pasca banjir dan longsor di Bengkulu terus bertambah.

Senin, 29/04/2019 10:23 0

Indonesia

Sebut Kemenangan Prabowo di Daerah Islam Garis Keras, Mahfud MD Tuai Kritikan

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Mahfud MD mendapat kritikan pasca mengomentari hasil sementara Pilpres 2019.

Senin, 29/04/2019 10:05 0

Video News

Pengakuan Sang Putra Tentang Meninggalnya Ketua KPPS

KIBLAT.NET- JAKARTA- Hilarius Hendra Hermawan putra pertama dari ketua KPPS Fransiskus Asis Ismantara, menjelaskan bagaimana...

Senin, 29/04/2019 10:04 0

Indonesia

Simpatisan Jokowi Siapkan Uang 100 Milyar Bagi yang Membuktikan Kecurangan Pemilu

koalisi ini mengaku telah menyiapkan uang 100 Milyar bagi siapapun yang bisa menjawab tantangan tersebut.

Senin, 29/04/2019 09:19 0

Indonesia

ICW: Perangkat Desa Profesi Paling Banyak Korupsi Ketiga di Tahun 2018

Perangkat desa menempati peringkat ketiga profesi paling banyak korupsi di tahun 2018

Ahad, 28/04/2019 21:08 0

Indonesia

Aliansi Cerahkan Negeri Ungkap Keanehan RUU P-KS

"RUU P-KS tidak mencantumkan Pancasila dan pembukaan UUD 1945 sebagai landasan, hal ini sangat aneh bagi kami,"

Ahad, 28/04/2019 19:12 0

Indonesia

Gelar Aksi Tolak RUU P-KS, ACN: Kami Dibungkam

Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi dengan mengusung tagar #RUUPKSBukanSolusi

Ahad, 28/04/2019 18:47 0

Indonesia

Faktor Lemahnya Politik Umat Islam Menurut Dr. Tiar Anwar Bachtiar

"Ketika literasi dan peradaban politik Islam lemah, akhirnya istilah politik Islam menjadi tabu, aneh, bahkan diperolok. Seperti khilafah, perda Islam dan lainnya," ujarnya.

Ahad, 28/04/2019 15:28 0

Indonesia

Bawaslu Temukan 25 Kasus Money Politic, KPU: Itu Positif

Ia mengklaim bahwa temuan tersebut menunjukkan hasil yang positif.

Sabtu, 27/04/2019 19:00 0

Editorial

Editorial: Kita Yang Tak Jauh Lebih Baik dari Kongo

Apa yang terjadi di Kongo sesungguhnya tak begitu jauh berbeda dengan apa yang kita alami di negeri ini. Kecurangan dalam proses transisi kepemimpinan memang selalu terjadi di mana saja. Sudah tabiat manusia selalu ingin berkuasa, berapapun harganya.

Sabtu, 27/04/2019 17:41 0

Close