... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Lagi Dipercaya, Kepala Penjara Guantanamo Dipecat

Foto: Penjara Guantanamo

KIBLAT.NET, Guantanamo – Laksamana Muda Angkatan Laut AS John Ring, yang bertanggung jawab atas penjara Teluk Guantanamo telah dipecat. Alasan pemecatan karena dia “tidak dipercaya lagi untuk memimpin” setelah diawasi selama sebulan secara diam-diam oleh Pentagon.

Departemen Pertahanan pada Ahad (28/04/2019), mengatakan bahwa Jenderal John Hussey akan menjadi komandan penjabat, menggantikan Ring. Perubahan itu menurut Pentagon “tidak akan mengganggu keamanan, perawatan dan penahanan yang diberikan kepada para tahanan” di fasilitas yang telah menjadi simbol penyalahgunaan dan penyiksaan yang merajalela.

Ring, yang memimpin kapal induk operasional tertua Angkatan Laut USS Nimitz sebelum mengambil alih kendali di Gitmo, meninggalkan jabatannya tujuh minggu sebelum menyelesaikan penugasan selama satu tahun. Ada desas-desus bahwa pemecatannya yang tiba-tiba mungkin terkait dengan kampanyenya baru-baru ini di media.

Juru bicara Komando Selatan, Kolonel Amanda Azubuike, menolak spekulasi itu. Dia mengatakan kepada New York Times bahwa Ring dipecat setelah diawasi selama sebulan sebelum tur media. Belum ada pernyataan atau laporan lebih lanjut tentang pelanggaran yang dilakukan Ring.

Sejak menjadi seorang komandan, Ring berulang kali melakukan komplain tentang kondisi yang memburuk di penjara dan tantangan yang dihadapinya ketika berhadapan dengan tahanan yang sudah lanjut usia. Populasi penjara turun dari lebih dari 500 tahanan selama pemerintahan Bush menjadi 40 orang, beberapa di antaranya diduga terlibat dalam serangan 11 September.

“Sistem kelistrikan memiliki masalah, sistem pembuangan limbah memiliki masalah, (dan) ada retakan (dan) cetakan,” kata Ring dalam wawancara baru-baru ini, sembari mencatat bahwa “beberapa fasilitas benar-benar rusak.”

Ring meminta dana tambahan untuk melakukan perbaikan yang diperlukan dan menggalang proposal untuk membangun blok penjara Top Secret baru untuk 15 tahanan yang sebelumnya disimpan di situs-situs hitam rahasia CIA.

Dia berulang kali menyuarakan keprihatinan tentang perlunya memberikan perawatan medis kepada tersangka teroris dengan standar yang sama seperti yang diterima oleh pasukan AS. Namun, karena tahanan tidak dapat dikirim ke AS untuk mendapatkan perawatan, masing-masing layanan medis harus disediakan. Hal inilah yang diyakini Ring sebagai tantangan utama.

Pendahulu Presiden Donald Trump, Barack Obama, dalam kampanye berjanji untuk menutup Guantanamo, yang akhirnya gagal dia lakukan. Sementara Trump bersikeras tentang perlunya Teluk Guantanamo tetap terbuka dan menyambut tahanan baru. Pada Januari tahun lalu, ia menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan bahwa operasi penjara akan terus berlanjut mengingat “ancaman signifikan terhadap keamanan” AS.

“Untuk memastikan bahwa dalam perang melawan ISIS dan Al-Qaidah, kita terus memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk menahan teroris di mana pun kita kejar mereka, di mana pun kita menemukannya. Dalam banyak kasus mereka sekarang akan berada di Teluk Guantanamo,” ujarnya pada saat itu.

Sumber: RT
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

17 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor Bengkulu

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa korban meninggal pasca banjir dan longsor di Bengkulu terus bertambah.

Senin, 29/04/2019 10:23 0

Indonesia

Sebut Kemenangan Prabowo di Daerah Islam Garis Keras, Mahfud MD Tuai Kritikan

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Mahfud MD mendapat kritikan pasca mengomentari hasil sementara Pilpres 2019.

Senin, 29/04/2019 10:05 0

Video News

Pengakuan Sang Putra Tentang Meninggalnya Ketua KPPS

KIBLAT.NET- JAKARTA- Hilarius Hendra Hermawan putra pertama dari ketua KPPS Fransiskus Asis Ismantara, menjelaskan bagaimana...

Senin, 29/04/2019 10:04 0

Indonesia

Simpatisan Jokowi Siapkan Uang 100 Milyar Bagi yang Membuktikan Kecurangan Pemilu

koalisi ini mengaku telah menyiapkan uang 100 Milyar bagi siapapun yang bisa menjawab tantangan tersebut.

Senin, 29/04/2019 09:19 0

Indonesia

ICW: Perangkat Desa Profesi Paling Banyak Korupsi Ketiga di Tahun 2018

Perangkat desa menempati peringkat ketiga profesi paling banyak korupsi di tahun 2018

Ahad, 28/04/2019 21:08 0

Indonesia

Aliansi Cerahkan Negeri Ungkap Keanehan RUU P-KS

"RUU P-KS tidak mencantumkan Pancasila dan pembukaan UUD 1945 sebagai landasan, hal ini sangat aneh bagi kami,"

Ahad, 28/04/2019 19:12 0

Indonesia

Gelar Aksi Tolak RUU P-KS, ACN: Kami Dibungkam

Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi dengan mengusung tagar #RUUPKSBukanSolusi

Ahad, 28/04/2019 18:47 0

Indonesia

Faktor Lemahnya Politik Umat Islam Menurut Dr. Tiar Anwar Bachtiar

"Ketika literasi dan peradaban politik Islam lemah, akhirnya istilah politik Islam menjadi tabu, aneh, bahkan diperolok. Seperti khilafah, perda Islam dan lainnya," ujarnya.

Ahad, 28/04/2019 15:28 0

Indonesia

Bawaslu Temukan 25 Kasus Money Politic, KPU: Itu Positif

Ia mengklaim bahwa temuan tersebut menunjukkan hasil yang positif.

Sabtu, 27/04/2019 19:00 0

Editorial

Editorial: Kita Yang Tak Jauh Lebih Baik dari Kongo

Apa yang terjadi di Kongo sesungguhnya tak begitu jauh berbeda dengan apa yang kita alami di negeri ini. Kecurangan dalam proses transisi kepemimpinan memang selalu terjadi di mana saja. Sudah tabiat manusia selalu ingin berkuasa, berapapun harganya.

Sabtu, 27/04/2019 17:41 0

Close