... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Laporan: Tentara Bayaran dari Irak Pergi ke Libya untuk Bantu Haftar

Foto: Tripoli

KIBLAT.NET, Tripoli – Tentara bayaran dari perusahaan-perusahaan keamanan yang beroperasi di Irak dan UEA diam-diam pergi dari Kurdistan Irak ke Libya. Tujuan mereka untuk memberi dukungan militer kepada Jenderal Khalifa Haftar. Demikian menurut sumber-sumber yang dikutip Arabi21, Ahad (28/04/2019).

Diketahui, Haftar menerima dukungan militer dan politik dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir. Sebuah laporan PBB membuktikan bahwa Abu Dhabi membeli berbagai senjata dari banyak negara dan perusahaan internasional, dan berakhir di tangan para milisi yang dioperasikan oleh Haftar di Libya.

Sumber itu mengatakan bahwa perusahaan keamanan yang dikelola oleh Eric Prince, yang sebelumnya menjalankan “Blackwater”. Tentara dikirim dari Kurdistan Irak ke Libya baru-baru ini untuk bertarung bersama Haftar, dalam transaksi rahasia tidak diketahui apakah UAE memiliki peran di dalamnya.

Tetapi informasi penting yang diberikan sumber itu adalah “kantor utama Eric Prens berada di Dubai, UEA”, yang membuka pintu bagi banyak pertanyaan tentang peran UEA dalam mengirimkan tentara bayaran ini ke Libya.

Dia mengungkapkan bahwa perusahaan keamanan yang didirikan oleh Eric Prince di Hong Kong memulai kegiatannya di Irak baru-baru ini, menyusul larangan perusahaan “Blackwater” untuk beroperasi di Irak.

Prince mendirikan Frontier Services Group di Hong Kong, yang mendapat dukungan finansial dari Cina pada tahun 2014. Sejak itu perusahaan telah berkembang di dunia sampai akhirnya mencapai Dubai dan Irak.

BACA JUGA  Dari Natsir ke Nadiem: Akar Pendidikan di Indonesia

Menurut dokumen yang diperoleh oleh situs web BZFID, perusahaan induk di Hong Kong mendirikan anak perusahaan yang berbasis di Dubai dengan nama “Frontier Logistics Consultancy”, yang terdaftar di UEA sebagai perusahaan asing dan menandatangani kontrak dengan Kementerian Perdagangan Irak pada Februari 2018, kemudian mendirikan kantor di kota selatan Basra.

Situs itu mengatakan perusahaan menolak untuk menjawab pertanyaan tentang sifat pekerjaan dan kegiatannya di Irak.

Informasi ini menjadi bukti penting keaslian informasi tentang pengiriman tentara bayaran dari Irak ke Libya untuk berperang bersama milisi Hafar melawan pemerintah yang sah di ibukota Tripoli.

Sumber: Arabi21
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemerintahan Islam Akan Mudah Diaplikasikan Jika Banyak Kajian Ilmu Politik Islam

"Sudah saatnya harus lahir sarjana-sarjana politik Islam, bukan sekadar terjun ke politik praktis tetapi harus melahirkan riset politik Islam"

Senin, 29/04/2019 11:55 0

Indonesia

17 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor Bengkulu

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa korban meninggal pasca banjir dan longsor di Bengkulu terus bertambah.

Senin, 29/04/2019 10:23 0

Indonesia

Sebut Kemenangan Prabowo di Daerah Islam Garis Keras, Mahfud MD Tuai Kritikan

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Mahfud MD mendapat kritikan pasca mengomentari hasil sementara Pilpres 2019.

Senin, 29/04/2019 10:05 0

Video News

Pengakuan Sang Putra Tentang Meninggalnya Ketua KPPS

KIBLAT.NET- JAKARTA- Hilarius Hendra Hermawan putra pertama dari ketua KPPS Fransiskus Asis Ismantara, menjelaskan bagaimana...

Senin, 29/04/2019 10:04 0

Indonesia

Simpatisan Jokowi Siapkan Uang 100 Milyar Bagi yang Membuktikan Kecurangan Pemilu

koalisi ini mengaku telah menyiapkan uang 100 Milyar bagi siapapun yang bisa menjawab tantangan tersebut.

Senin, 29/04/2019 09:19 0

Indonesia

ICW: Perangkat Desa Profesi Paling Banyak Korupsi Ketiga di Tahun 2018

Perangkat desa menempati peringkat ketiga profesi paling banyak korupsi di tahun 2018

Ahad, 28/04/2019 21:08 0

Indonesia

Aliansi Cerahkan Negeri Ungkap Keanehan RUU P-KS

"RUU P-KS tidak mencantumkan Pancasila dan pembukaan UUD 1945 sebagai landasan, hal ini sangat aneh bagi kami,"

Ahad, 28/04/2019 19:12 0

Indonesia

Gelar Aksi Tolak RUU P-KS, ACN: Kami Dibungkam

Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi dengan mengusung tagar #RUUPKSBukanSolusi

Ahad, 28/04/2019 18:47 0

Indonesia

Faktor Lemahnya Politik Umat Islam Menurut Dr. Tiar Anwar Bachtiar

"Ketika literasi dan peradaban politik Islam lemah, akhirnya istilah politik Islam menjadi tabu, aneh, bahkan diperolok. Seperti khilafah, perda Islam dan lainnya," ujarnya.

Ahad, 28/04/2019 15:28 0

Indonesia

Bawaslu Temukan 25 Kasus Money Politic, KPU: Itu Positif

Ia mengklaim bahwa temuan tersebut menunjukkan hasil yang positif.

Sabtu, 27/04/2019 19:00 0

Close