... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Belt and Road Initiative Dinilai Akan Menambah Beban Rakyat Indonesia

Foto: Koordinator Kampanye WALHI, Edo Rahman (kanan).

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai strategi agar terhindar dari jebakan utang Belt and Road Initiative yang diprakarsai Cina. Untuk mengurangi resiko jebakan utang, pemerintah Indonesia akan menggunakan skema Business to Business (B to B) sehinga proyek-proyek yang berjalan tidak menggunakan uang pemerintah.

Menanggapi hal ini, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menilai skema tersebut tidak banyak berpengaruh. Hal ini karena kategori swasta juga berlaku bagi Badan Usaha Milik Negara, sehingga tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

Koordinator Kampanye WALHI, Edo Rahman memaparkan, menurut data  terakhir yang dirilis Bank Indonesia melalui Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) April 2019, menunjukkan  status terakhir posisi utang luar negeri pada Februari 2019 dari Pemerintah Cina sebesar 17,7 Miliar USD atau setara dengan 248,4 Triliun dengan kurs 14.000 per dolar. Lebih spesifik, dari jumlah tersebut yang dikelola pemerintah hanyalah 22,8 Triliun, sedangkan swasta sebesar 225,6 Triliun.

“Sebagai catatan bahwa untuk BUMN itu masuk kategori swasta dalam catatan utang Indonesia. Jadi baik itu Goverment to Goverment atau Bussines to Bussines yang didominasi BUMN, tetap akan menjadi tanggung jawab Negara dan pasti menjadi beban rakyat Indonesia,” kata Edo di Kantor WALHI, Jakarta pada Senin siang (29/04/2019).

Tak ingin berkutat pada perdebatan pemerintah atau swasta, WALHI menyoroti persoalan BRI dari sisi lain. Walhi menemukan bahwa dari 28 Proyek senilai Rp 1.296 T yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia untuk didanai dalam kerangka Belt and Road Initiative juga masih terdapat proyek-proyek listrik energi kotor batubara.

BACA JUGA  Menteri Agama: FPI Harus Didukung

Antara lain PLTU batubara berkapasitas 1.000 MW Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Mangkupadi di Kalimantan Utara. PLTU batubara berkapasitas 2×350 MW di Celukan Bawang, Bali. PLTU Mulut Tambang Kalselteng 3 berkapasitas 2×100 MW dan Kalselteng 4 berkapasitas 2×100 MW, Kalimantan Tengah.

“Pembiayaan energi kotor batubara masih berjalan dengan melakukan MoU untuk 3 PLTU Batubara. MoU dengan Toba Bara dengan Luhut sebagai salah satu pemiliknya menimbulkan konflik kepentingan. Dua PLTU tersebut juga sudah dibiayai oleh Bank Mandiri dan PT SMI, dan projectnya sudah berjalan. Satu PLTU lagi tidak jelas lokasinya dimana dan siapa pembangunnya,” tutur Edo.

Belt and Road Initiative adalah sebuah inisiatif untuk kerja sama yang dilakukan oleh Presiden Xi Jinping pada tahun 2013. Belt atau sabuk mengacu pada sabuk ekonomi jalur sutra Maritim pada abad ke-21. Cina menginisiasi dan memimpin Belt and Road Initiative dengan program investasi 1,3 trilyun USD untuk menciptakan jaringan infrastruktur termasuk jalan, kereta api, telekomunikasi, jaringan pipa energi, dan pelabuhan. Ini akan meningkatkan interkonektivitas ekonomi serta memfasilitasi pembangunan di Eurasia, Afrika Timur, dan lebih dari 60 negara mitra.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Sudan di Persimpangan Jalan

Setelah tumbangnya Omar Basyir dari tampuk kekuasaan, nyatanya kondisi politik di Sudan tak kunjung stabil.

Senin, 29/04/2019 17:06 0

Analisis

Kontroversi Garis Keras ala Mahfud M.D.

Bagaimana mungkin ia menjalankan fungsinya sebagai ahli hukum tata negara sekaligus anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, jika ia gagal memahami konstalasi politik penting yang pernah terjadi di Indonesia. Bagaimana mungkin ia memahami aspirasi masyarakat luar Jawa, jika ia keliru memandang sejarahnya?

Senin, 29/04/2019 15:09 0

News

Laporan: Tentara Bayaran dari Irak Pergi ke Libya untuk Bantu Haftar

Haftar menerima dukungan militer dan politik dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir.

Senin, 29/04/2019 13:27 0

Amerika

Tak Lagi Dipercaya, Kepala Penjara Guantanamo Dipecat

Sejak menjadi seorang komandan, Ring berulang kali melakukan komplain tentang kondisi yang memburuk di penjara dan tantangan yang dihadapinya ketika berhadapan dengan tahanan yang sudah lanjut usia.

Senin, 29/04/2019 11:34 0

Amerika

Trump: Mereka Kaya, Saya Tidak Akan “Melepaskan” Arab Saudi

"Mereka tidak punya apa-apa selain uang tunai, kan?" katanya kepada orang banyak. "Mereka membeli banyak dari kita, $ 450 miliar yang mereka beli."

Senin, 29/04/2019 11:00 0

Video News

Pengakuan Sang Putra Tentang Meninggalnya Ketua KPPS

KIBLAT.NET- JAKARTA- Hilarius Hendra Hermawan putra pertama dari ketua KPPS Fransiskus Asis Ismantara, menjelaskan bagaimana...

Senin, 29/04/2019 10:04 0

Wilayah Lain

Sri Lanka Larang Pemakaian Cadar

"Larangan itu untuk memastikan keamanan nasional. Tidak boleh seorang pun menutupi wajah dengan cara yang tidak dapat dikenali," kata pernyataan tersebut.

Senin, 29/04/2019 07:54 0

Afghanistan

AS, Rusia, dan Cina Sepakati Kerangka Kerja Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Sebuah pernyataan bersama dikeluarkan oleh tiga negara Amerika Serikat, Rusia, dan Cina, terkait kesepakatan mereka mengenai kerangka kerja umum penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Ahad, 28/04/2019 13:06 0

Amerika

Chris Roberts: Saya Bosan, Jadi Saya Meretas NASA

Hacker terkenal Chris Roberts, mengungkapkan bahwa ia meretas badan antariksa AS NASA hanya karena ia sedang bosan.

Ahad, 28/04/2019 08:40 0

Amerika

Usai Tabrak Pejalan Kaki, Pria California Ucapkan: Terima Kasih, Yesus

Seorang pria di California dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke sekelompok pejalan kaki dengan motivasi islamofobia. Pria itu beranggapan sebagian dari mereka adalah muslim.

Ahad, 28/04/2019 07:35 0

Close