... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ICW: Perangkat Desa Profesi Paling Banyak Korupsi Ketiga di Tahun 2018

Foto: Alokasi Dana Desa (Ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Indonesia Coruption Watch (ICW) merilis temuan data perkara tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2018. Hasilnya, tercatat ada 1.162 terdakwa tindak pidana korupsi, dengan perangkat desa berada di peringkat ketiga sebagai profesi paling banyak melakukan korupsi.

Sepanjang 2018, ICW mencatat ada 1.053 perkara tindak pidana korupsi dengan menyeret 1.162 orang sebagai terdakwa. Dari jumlah tersebut jumlah terbesar profesi pelaku korupsi adalah pejabat pemerintah provinsi/kota/kabupaten yang berjumlah 319 terdakwa atau 27,48%. Posisi swasta dengan 242 terdakwa atau 20,84%, dan ketiga perangkat desa dengan 158 terdakwa atau 13,61 %.

“Ini akan coba kami identifikasi kenapa terjadi. Karena perangkat desa itu menempati posisi 3,” kata peneliti Indonesia Coruption Watch (ICW) Lalola Easter di Kantor ICW Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (28/4/2019), seperti dikutip Detik.

“Dia jumlah 158 terdakwa perangkat desa baik kepala desa, bendahara desa, sekretaris desa, dan sebagainya,” imbuhnya.

Lalola mengatakan pada tahun 2018 terjadi peningkatan korupsi di level perangkat desa. Menurutnya hal itu berkaitan dana desa yang telah diatur dalam Undang-undang Desa.

“Desa diberikan kewenangan untuk mengelola sendiri dana dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengatur tentang alokasi Dana Desa, yang bersumber dari APBN. Dana desa diperuntukkan bagi desa dan desa adat yang disalurkan melalui APBD kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan.

BACA JUGA  Muslim United Murni untuk Persatuan Umat Islam

Sumber: Detik
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

AS, Rusia, dan Cina Sepakati Kerangka Kerja Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Sebuah pernyataan bersama dikeluarkan oleh tiga negara Amerika Serikat, Rusia, dan Cina, terkait kesepakatan mereka mengenai kerangka kerja umum penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Ahad, 28/04/2019 13:06 0

Amerika

Chris Roberts: Saya Bosan, Jadi Saya Meretas NASA

Hacker terkenal Chris Roberts, mengungkapkan bahwa ia meretas badan antariksa AS NASA hanya karena ia sedang bosan.

Ahad, 28/04/2019 08:40 0

Amerika

Usai Tabrak Pejalan Kaki, Pria California Ucapkan: Terima Kasih, Yesus

Seorang pria di California dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke sekelompok pejalan kaki dengan motivasi islamofobia. Pria itu beranggapan sebagian dari mereka adalah muslim.

Ahad, 28/04/2019 07:35 0

Suriah

Pejuang Idlib Serang Milisi Pro-Assad, Belasan Tewas Puluhan Terluka

serangan itu sebagai pembalasan atas serangan bom yang dilakukan militer Suriah dan Rusia terhadap wilayah sipil dalam beberapa hari terakhir.

Ahad, 28/04/2019 07:04 0

Yordania

Dr. Iyad Qunaibi: Ungkapan “Islam adalah Agama Damai” Kurang Tepat

Dr. Iyad Qunaibi menguraikan polemik yang akan timbul dari ungkapan Islam adalah agama damai.

Sabtu, 27/04/2019 21:25 0

Editorial

Editorial: Kita Yang Tak Jauh Lebih Baik dari Kongo

Apa yang terjadi di Kongo sesungguhnya tak begitu jauh berbeda dengan apa yang kita alami di negeri ini. Kecurangan dalam proses transisi kepemimpinan memang selalu terjadi di mana saja. Sudah tabiat manusia selalu ingin berkuasa, berapapun harganya.

Sabtu, 27/04/2019 17:41 0

Opini

Bom Srilanka atau Pilpres Indonesia, Manakah Bencana Sesungguhnya?

Dari perbandingan dua kejadian: pemboman di Sri Lanka, dan pemilu di Indonesia, keduanya sama-sama mematikan, dan memiliki jumlah korban yang hampir sama. Kesimpulan saya pribadi, kematian karena proses pemilu ternyata dianggap wajar oleh dunia internasional.

Sabtu, 27/04/2019 15:30 0

Artikel

Ilusi Pesta Demokrasi

Media-media yang menjadi kepanjangan tangan oligarki, membuat kita tanpa sadar mengira sedang menikmati satu tayangan ilusi yang dicitrakan sebagai ‘pesta demokrasi.’ Membiarkan rakyat (merasa) memiliki kebebasan memilih. Padahal para oligark-lah yang menentukan siapa yang berhak tampil dalam kontestasi ini.

Sabtu, 27/04/2019 15:06 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Ini Alasan untuk Jangan Jauhi Al Quran

KIBLAT.NET- Banyak Umat Islam yang menjauhi Al Quran, bahkan tidak membacanya sama sekali. Padahal, kelak...

Jum'at, 26/04/2019 18:15 0

Suara Pembaca

Lazish Amanatul Ummah Poso Bantu Korban Banjir Sentani

Lazish Amanatul Ummah Poso Bantu Korban Banjir Sentani

Jum'at, 26/04/2019 17:57 0

Close