... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aliansi Cerahkan Negeri Ungkap Keanehan RUU P-KS

Foto: Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi tolak Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di arena car free daya jakarta, Ahad (28-04-2019)

KIBLAT.NET, Jakarta – Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS), Ahad (28/04/2019). ACN menilai ada keanehan dalam RUU tersebut.

“Yang menjadi dasar penolakan kami salah satunya adalah RUU P-KS tidak mencantumkan Pancasila dan pembukaan UUD 1945 sebagai landasan. Hal ini sangat aneh bagi kami,” kata juru bicara Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) Anila Gusfani di arena car free day Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Ahad (28/04/2019).

Anila mempertanyakan argumen para pengusung RUU P-KS mengatakan bahwa RUU ini dibuat untuk melindungi perempuan. Menurutnya, jika RUU P-KS ditujukan untuk melindungi perempuan Indonesia, maka seharusnya Pancasila dan UUD 1945 dijadikan landasan RUU ini.

Selain itu, tidak ada pasal tentang zina dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS). Menurut pengusung RUU itu, kata Anila, pasal zina sudah ada dalam KUHP. Namun yang harus diketahui bahwa zina yang selama ini diatur KUHP adalah zina yang dilakukan oleh seorang lelaki yang terikat pernikahan.

Anila menambahkan jika pelaku zina adalah orang yang tidak terikat pernikahan, maka tidak ada aturannya dalam undang-undang. “Padahal dalam perzinaan yang paling dirugikan adalah perempuan,” ujarnya.

“Inilah pertanyaan besar kami. Jika kampanye mereka mengatakan RUU P-KS dibuat untuk melindungi perempuan, kami balik bertanya: perempuan yang mana?” tandasnya.

BACA JUGA  Khawatir Diintimidasi, Warga Papua di Malang Minta Perlindungan FPI

Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksinya di arena car free day (CFD) di bilangan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Ahad (28/04/2019), dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Para peserta aksi terlihat memplester mulut mereka dengan lakban. Mereka juga mengusung sejumlah poster dan spanduk, dengan mengusung tagar #RUUPKSBukanSolusi.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

AS, Rusia, dan Cina Sepakati Kerangka Kerja Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Sebuah pernyataan bersama dikeluarkan oleh tiga negara Amerika Serikat, Rusia, dan Cina, terkait kesepakatan mereka mengenai kerangka kerja umum penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Ahad, 28/04/2019 13:06 0

Amerika

Chris Roberts: Saya Bosan, Jadi Saya Meretas NASA

Hacker terkenal Chris Roberts, mengungkapkan bahwa ia meretas badan antariksa AS NASA hanya karena ia sedang bosan.

Ahad, 28/04/2019 08:40 0

Amerika

Usai Tabrak Pejalan Kaki, Pria California Ucapkan: Terima Kasih, Yesus

Seorang pria di California dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke sekelompok pejalan kaki dengan motivasi islamofobia. Pria itu beranggapan sebagian dari mereka adalah muslim.

Ahad, 28/04/2019 07:35 0

Suriah

Pejuang Idlib Serang Milisi Pro-Assad, Belasan Tewas Puluhan Terluka

serangan itu sebagai pembalasan atas serangan bom yang dilakukan militer Suriah dan Rusia terhadap wilayah sipil dalam beberapa hari terakhir.

Ahad, 28/04/2019 07:04 0

Yordania

Dr. Iyad Qunaibi: Ungkapan “Islam adalah Agama Damai” Kurang Tepat

Dr. Iyad Qunaibi menguraikan polemik yang akan timbul dari ungkapan Islam adalah agama damai.

Sabtu, 27/04/2019 21:25 0

Editorial

Editorial: Kita Yang Tak Jauh Lebih Baik dari Kongo

Apa yang terjadi di Kongo sesungguhnya tak begitu jauh berbeda dengan apa yang kita alami di negeri ini. Kecurangan dalam proses transisi kepemimpinan memang selalu terjadi di mana saja. Sudah tabiat manusia selalu ingin berkuasa, berapapun harganya.

Sabtu, 27/04/2019 17:41 0

Opini

Bom Srilanka atau Pilpres Indonesia, Manakah Bencana Sesungguhnya?

Dari perbandingan dua kejadian: pemboman di Sri Lanka, dan pemilu di Indonesia, keduanya sama-sama mematikan, dan memiliki jumlah korban yang hampir sama. Kesimpulan saya pribadi, kematian karena proses pemilu ternyata dianggap wajar oleh dunia internasional.

Sabtu, 27/04/2019 15:30 0

Artikel

Ilusi Pesta Demokrasi

Media-media yang menjadi kepanjangan tangan oligarki, membuat kita tanpa sadar mengira sedang menikmati satu tayangan ilusi yang dicitrakan sebagai ‘pesta demokrasi.’ Membiarkan rakyat (merasa) memiliki kebebasan memilih. Padahal para oligark-lah yang menentukan siapa yang berhak tampil dalam kontestasi ini.

Sabtu, 27/04/2019 15:06 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Ini Alasan untuk Jangan Jauhi Al Quran

KIBLAT.NET- Banyak Umat Islam yang menjauhi Al Quran, bahkan tidak membacanya sama sekali. Padahal, kelak...

Jum'at, 26/04/2019 18:15 0

Suara Pembaca

Lazish Amanatul Ummah Poso Bantu Korban Banjir Sentani

Lazish Amanatul Ummah Poso Bantu Korban Banjir Sentani

Jum'at, 26/04/2019 17:57 0

Close