... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Begini Cerita Anak Petugas TPS yang Meninggal Pasca Pemilu

Foto: Anak Isman, Indra

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemilu serentak 17 April silam merupakan pesta demokrasi yang luar biasa. Selain karena prosesnya yang panjang, ratusan orang meninggal dunia akibat pesta demokrasi ini.

Salah satu dari ratusan korban yang meninggal dunia bernama Fransiskus Asis Ismantara (52). Ia merupakan ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 031 di di Jalan Manggis, RT 7 RW 2 Kelurahan Bojong, Rawalumbu, Bekasi Timur. Selain itu proses pemungutan suara juga dilakukan di teras rumahnya.

Saat Kiblat berkunjung ke rumah duka, kami disambut hangat oleh putra sulungnya, Hilarius Indra Hermawan (25). Dengan mengenakan kaos hitam dan memeberikan senyum hangatnya, Indra menyuguhkan aneka kudapan serta air minum. Selain itu terlihat pula Istri dan saudara-saudara mendiang yang sedang bercengrama.

Menurut Indra, ayahnya yang akrab disapa Isman telah berkerja dengan sangat giat dalam menjalankan posisinya sebagai ketua KPPS. Pekerjaan yang berkaitan dengan proses pemilihan dikerjakannya semua tanpa terkecuali.

“Nyatet-nyatet data pencoblos dan surat suara, pengambilan kotak suara. Pokoknya yang berkaitan dengan itu bapak kerjain semua,” Tuturnya kepada Kiblat, Kamis (25/04/2019)

Sebagai ketua KPPS, ayahnya bekerja dengan gigih tanpa mengenal waktu, bahkan ia melakukan pekerjaan tersebut hingga larut malam. Bagi Isman, menyelesaikan pekerjaan dengan baik adalah tanggung jawabnya.

“Ayah sampai perhitungan suara selesai jam 1 atau jam 2 dini hari tidak ada tidur sama sekali. Terus pagi sudah mulai ngeluh sakit dadanya,” Katanya.

BACA JUGA  FPI: Terdaftar di Kemendagri Atau Tidak, Kita Gerak Terus

Namun, Ayahnya tidak mau dibawa ke rumah sakit ataupun dipanggilkan dokter ke rumah. Isman hanya meminta sang istri untuk dikerok punggungnya.

Saat itu ia tidak melihat adanya tanda bahwa ayahnya akan meninggal. Ia mengira bahwa ayahnya hanya masuk angin dan capek. Bahkan sore sebelum meninggal, Isman masih sempat pergi ke bengkel untuk servis mobil. Indra sama sekali tidak curiga bahwa sakit jantung yang pernah dialami ayahnya akan kembali kambuh.

“Kalau tanda-tanda nggak ada, paling cuman pucat nggak ada arah (indikasi) ke jantung, akhirnya kecapekan, paling tanda-tandanya gitu doang. Sebelumnya masih bisa pergi ke gereja, sorenya masih bisa pergi ke bengkel membetulkan mobil,” ujarnya.

“Bahkan malam hari masih makan bareng, pokoknya tidak diduga-duga. Paling masuk angin saya kira waktu itu,” Paparnya.

Akhirnya, pada Jumat (19/4) pada pukul 02:00 Wib, karena terlalu lelah, ayahnya mengalami sesak nafas. Indra mengatakan sesak tersebut karena riwayat sakit jantung yang pernah dialami oleh ayahnya.

“Ayah memang memiliki sakit jantung. Tapi sudah lama. Saat saya masih SD, Sudah hampir 15 tahun nggak kambuh, akhirnya kemaren sempet Kambuh lagi, kecapekan,” tuturnya.

Satu jam kemudian, pada pukul 03:00 barulah ayahnya mau untuk dilarikan ke Rumah Sakit St Elisabeth Rawalumbu. Namun sayang, nyawa ayahnya tak tertolong, pukul 04.40 ayahnya meninggal dunia.

Baca halaman selanjutnya: Kunjungan Dan Santunan Para...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Ini Alasan untuk Jangan Jauhi Al Quran

KIBLAT.NET- Banyak Umat Islam yang menjauhi Al Quran, bahkan tidak membacanya sama sekali. Padahal, kelak...

Jum'at, 26/04/2019 18:15 0

Suara Pembaca

Lazish Amanatul Ummah Poso Bantu Korban Banjir Sentani

Lazish Amanatul Ummah Poso Bantu Korban Banjir Sentani

Jum'at, 26/04/2019 17:57 0

Video News

Serambi Kiblat: Pilpres Menang atau Kalah, ke Mana Arah Umat Islam?

KIBLAT.NET- Pemilu 2019 telah usai, itu berarti perhitungan suara dari setiap TPS pun dihitung. Nomor...

Jum'at, 26/04/2019 17:00 0

Tazkiyah

Ramadhan… Sebuah Titik Balik

Ramadhan selalu menjadi titik balik positif dalam kehidupan banyak Muslim.

Jum'at, 26/04/2019 11:27 0

Timur Tengah

Seorang Wanita UEA Terbangun Setelah 27 Tahun Koma

Seorang wanita Emirat membuka matanya dan kembali sadar setelah mengalami koma selama 27 tahun disebabkan oleh cedera otak yang serius. Demikian informasi dari keluarganya pada Rabu (24/04/2019).

Jum'at, 26/04/2019 11:01 0

Asia

Salah Hitung, Sri Lanka Revisi Jumlah Korban Bom dari 359 Menjadi 253

Revisi ini akan meningkatkan tekanan pada pemerintah yang sudah gagal mengantisipasi serangan dengan mengabaikan informasi intelijen. Kegagalan itu diikuti dengan pengunduran diri seorang pejabat pertahanan atas.

Jum'at, 26/04/2019 10:15 0

Afrika

Demonstran Sudan Lanjutkan Aksi, Tuntut Pemerintahan Diserahkan Sipil

Ribuan orang terus berdemonstrasi di luar markas tentara di ibukota Khartum untuk menuntut Dewan Transisi Militer (MTC) yang berkuasa menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil.

Jum'at, 26/04/2019 09:51 0

Tarbiyah Jihadiyah

Mengenal Masyarakat Jahiliyah Bersama Sayyid Quthb

Masyarakat jahiliyah seringkali diartikan sebagai masyarakat yang masih tertutup kebodohan. Apakah benar seperti itu?

Kamis, 25/04/2019 23:20 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Berjuang di bawah Bimbingan Wahyu

Khutbah Jumat: Berjuang di bawah Bimbingan Wahyu

Kamis, 25/04/2019 17:24 0

Yaman

Dituduh Mata-mata, Seekor Burung Hering Ditahan Milisi Yaman

Seekor burung pemakan bangkai yang menyeberang ke Yaman untuk mencari makanan berakhir di tangan milisi Yaman.

Kamis, 25/04/2019 15:01 0

Close