... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Selandia Baru Beri Izin Tinggal Permanen Para Korban Serangan Teror Christchurch

Foto: Seorang korban penembakan di Masjid Al-Nour Christchurch, Selandia Baru dibawa ke ambulan.

KIBLAT.NET, Christchurch – Pemerintah Selandia Baru, Rabu (24/04/2019), memberi izin tinggal permanen bagi para korban dan keluarga serangan teror di dua masjid di kota Christchurch. Mereka diberi waktu dua bulan untuk mengajukan izin tersebut.

“(diberikan) Visa khusus para korban yang paling parah, dan para korban yang memiliki visa tinggal sementara bisa mendapat visa tinggal permanen,” kata pernyataan Otoritas Imigrasi Selandia Baru, seperti dilansir AFP.

Izin tinggal permanen ini diberikan kepada seluruh orang yang saat itu berada di dua masjid yang terkena serangan teror beserta keluarga mereka.

Keluarga yang dimaksud tersebut mencakup lingkaran anggota keluarga yang lebih luas, termasuk keluarga suami atau istri dan kakek-nenek dari anak di bawah 25 tahun.

Presiden Federasi Asosiasi Muslim di Selandia Baru Mustafa Farouk mengatakan langkah itu adalah tanda kehormatan. “Beberapa dari orang-orang ini tidak hanya kehilangan orang yang mereka cintai, tetapi juga pencari nafkah utama mereka,” katanya.

“Kami sangat bahagia,” imbuhnya seraya berharap semua orang memenuhi persyaratan sebgaimana mestinya.

Pada 15 Maret, seorang pria yang percaya pada supremasi kulit putih menembaki para pemuja di dua sinagog Christchurch.

Teroris anti Islam Brenton Tarant, 28, menembaki jamaah shalat jumat di dua masjid pada 15 Maret lalu dengan brutal. Akibatnya, puluhan warga muslim terbunuh.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Bantu Hasni, Istri Seorang Ustadz Penderita Kanker Ganas!

Hidup berarti menjalani semua suratan takdir yang sudah Allah tetapkan, baik buruknya, susah senangnya, termasuk...

Kamis, 25/04/2019 11:14 0

Artikel

Muslim Krimea di Bawah Ancaman Persekusi dan Pengusiran Rusia

Rusia sudah lama menargetkan komunitas Tatars dengan berbagai macam ancaman termasuk penahanan secara ilegal dan ancaman-ancaman lainnya.

Kamis, 25/04/2019 11:00 0

Indonesia

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Din Syamsuddin: Sistem Pemilu Harus Direvisi

"Ini harus segera direvisi. Bahkan MUI akan mendesak bahkan bila perlu memberikan prakarsa untuk kelurusan kiblat bangsa ini terkait dengan politik"

Kamis, 25/04/2019 10:43 0

Indonesia

Banyak Petugas TPS Meninggal, KSHUMI Duga Ada Kelalaian KPU

Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Chandra Purna Irawan menanggapi banyaknya petugas TPS yang meninggal

Rabu, 24/04/2019 21:40 0

Indonesia

Petinggi KPU Bisa Dipidana Terkait Salah Input Data

Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Chandra Purna Irawan menyatakan perlunya proses pidana dilakukan terhadap petinggi Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Rabu, 24/04/2019 21:13 1

Opini

Merenungi Harga Mahal Demokrasi

Sebagai seorang muslim, mungkin kita harus memikirkan kembali kelayakan demokrasi untuk dihargai semahal ini.

Rabu, 24/04/2019 18:13 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pandai Mengelola Perubahan Peran dalam Kehidupan

KIBLAT.NET- Sebenarnya tanpa kita sadari kehidupan ini hanyalah perubahan-perubahan peran. Terkadang di satu sisi, seseorang...

Rabu, 24/04/2019 17:18 0

Indonesia

FPI Poso Tuntut UNSIMAR Pecat Dosen Karena Dianggap Hina HRS

Front Pembela Islam (FPI) Poso mendesak pihak Universitas Sintuwu Maroso (UNSIMAR) untuk memecat salah satu dosennya karena dianggap menghina sejumlah tokoh. 

Rabu, 24/04/2019 17:07 0

Indonesia

Banyak Korban Jiwa Berjatuhan, Ketua DPR Kritisi Pemilu 2019

Dilaporkan puluhan petugas penyelenggara Pemilu 2019 meninggal ketika menjalankan tugasnya.

Rabu, 24/04/2019 15:43 0

Indonesia

119 Petugas KPPS Meninggal, dari Kelelahan Hingga Ditabrak Babi

Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 119 orang.

Rabu, 24/04/2019 12:59 0

Close