... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Din Syamsuddin: Sistem Pemilu Harus Direvisi

Foto: Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin memberikan tanggapan atas banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal di saat melakukan pekerjaannya. Menurutnya, ada yang salah dalam sistem, proses, dan mekanisme Pemilu sehingga harus direvisi.

“Pemilu demi pemilu, apalagi untuk tahun ini yang katanya lebih buruk dari sebelumnya dan menimbulkan korban KPPS jumlahnya sampai ratusan, berarti ada yang salah pada sistem, proses dan mekanisme Pemilu,” kata Din usai melaksanakan rapat pleno dengan Pimpinan MUI di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (24/04/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (24/04/2019) mengumumkan jumlah petugas KPPS yang meninggal sebanyak 144 orang. Oleh karena itu Din mendesak agar ada perubahan dalam sistem Pemilu di Indonesia.

“Ini harus segera direvisi. Bahkan MUI akan mendesak bahkan bila perlu memberikan prakarsa untuk kelurusan kiblat bangsa ini terkait dengan politik,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga mengatakan banyaknya korban meninggal di TPS adalah tanggung jawab negara. Sehingga negara harus memberikan santunan kepada keluarga korban. negara tak boleh memandang kematian ratusan petugas KPPS sebagai masalah kecil.

Wantim MUI juga turut menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada keluarga korban petugas KPPS yang meninggal dunia. Din menyatakan kesedihan atas banyaknya korban.

“Saya sedih berbelasungkawa, ternyata sistem yang kita pilih bisa menimbulkan korban,” pungkasnya.

BACA JUGA  Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri Minta Gus Muwafiq Taubat

Reporter: Haikal Sobirin
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Balas Pembantaian Etnis Muslim Fulani, JNIM Serbu Kamp Militer Mali

Organisasi bersenjata yang terbentuk dari aliansi kelompok-kelompok jihad ini menekankan bahwa operasi itu sebagai pembalasan atas pembantaian 160 etnis Muslim Fulani bulan lalu. Pembantaian itu dilakukan oleh etnis yang didukung oleh militer pemerinta.

Kamis, 25/04/2019 08:37 0

Opini

Merenungi Harga Mahal Demokrasi

Sebagai seorang muslim, mungkin kita harus memikirkan kembali kelayakan demokrasi untuk dihargai semahal ini.

Rabu, 24/04/2019 18:13 0

Amerika

Lawan Islamofobia, Wanita Ini Nekat Pose Berjilbab di Depan Massa Anti-Islam

Foto Shaymaa Ismaa'eel yang berpose di depan pemrotes anti-Muslim menjadi viral di media sosial. Dia mengaku sempat dicegah petugas ketika hendak melakukannya, namun justru membuatnya semakin termotivasi. 

Rabu, 24/04/2019 17:36 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pandai Mengelola Perubahan Peran dalam Kehidupan

KIBLAT.NET- Sebenarnya tanpa kita sadari kehidupan ini hanyalah perubahan-perubahan peran. Terkadang di satu sisi, seseorang...

Rabu, 24/04/2019 17:18 0

China

AS dan Cina Lanjutkan Perundingan untuk Akhiri Perang Dagang

Pembicaraan untuk perdagangan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Cina akan dilanjutkan minggu depan, setelah dua negara dengan ekonomi besar itu hampir mencapai kesepakatan.

Rabu, 24/04/2019 15:11 0

Asia

FBI Bantu Penyelidikan Bom Beruntun di Sri Lanka

Anggota FBI datang sehari setelah seorang menteri pertahanan Sri Lanka, menyebutkan dalam penyelidikan awal, bahwa serangan itu dilakukan oleh ekstrimis Islam.

Rabu, 24/04/2019 13:30 0

Wilayah Lain

PM Ardern Tak Tahu-Menahu soal Kaitan Bom Sri Lanka dengan Teror Cristchurch

"Kami memahami penyelidikan Sri Lanka terhadap serangan itu masih dalam tahap awal. Selandia Baru belum melihat intelijen yang menjadi dasar penilaian semacam itu," kata juru bicara Ardern dalam pernyataan emailnya.

Rabu, 24/04/2019 12:42 0

Palestina

Israel Namai Salah Satu Kota di Golan dengan Nama Presiden AS

"Semua orang Israel sangat tersentuh ketika Presiden Trump mengambil keputusan bersejarahnya," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan video di Dataran Tinggi Golan.

Rabu, 24/04/2019 08:00 0

Arab Saudi

Arab Saudi Eksekusi Mati 37 Narapidana Terorisme

pelaksanaan hukuman mati itu di provinsi Riyadh, Makkah, Madinah, Qassim (tengah) dan wilayah timur.

Rabu, 24/04/2019 06:30 0

Wilayah Lain

ISIS Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom di Sri Lanka

Reuters mengatakan bahwa ‘Amaq tidak menyertakan bukti yang meyakinkan bahwa serangan itu dilakukan oleh anggota ISIS.

Selasa, 23/04/2019 21:53 0

Close