... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemilu Memakan Korban, Fahri Hamzah: Ada Kesalahan Sistemik

Foto: Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menyebut kematian 144 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bukanlah hal yang wajar, dan tak pernah terjadi di negara lain di dunia.

Menurut Fahri, Pemilu bukan hanya memakan korban hingga ratusan orang meninggal dunia, serta ribuan lainnya yang sakit. Selain itu ada korban sosial berupa disintegrasi, korban ekonomi karena harus mengeluarkan dana lebih dari 26 triliun, juga korban politik yang tidak stabil dalam kurun yang begitu lama.

“Jadi korban yang begitu besar ini harus segera diakhiri. Ini terjadi akibat adanya kesalahan sistemik dalam cara kita menata regulasi dan kelembagaan Pemilu, serta juga kultur daripada petugas Pemilu kita,” kata Fahri dalam rilisnya, Rabu (24/04/2019).

Dia menyebut kejadian yang tidak normal tersebut akibat sistem yang sejak awal diterapkan dalam Undang-Undang Pemilu salah disain, sehingga memakan banyak korban. “Nah, karena itu sebetulnya yang diperlukan adalah kearifan dari kita semua untuk mengakhiri problem yang terulang dalam setiap Undang-Undang Pemilu kita,” lanjutnya.

Undang-undang Parpol dan Pemilu, kata Fahri, selalu dibahas di ujung, tanpa investigasi menyeluruh tentang bagaimana sebuah desain sistem yang tak ada lubangnya. Sehingga orang tidak bisa melakukan satu kesalahan pun, karena sudah ditutup.

“Sekarang bagaimana coba, 813 ribu TPS itu, orang disuruh saksi masing-masing. Dan sudah saya cek, ternyata orang ini nggak sanggup membayar saksi, sehingga banyak sekali TPS yang tidak imbang. Di situlah ruang permainannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Sekjen MUI Heran UGM Tolak Kuliah Umum Ustadz Abdul Somad

KPU dan Bawaslu juga diminta lebih aktif merespon segala kecurangan yang disampaikan oleh masyarakat. Selain itu, harus ada juru bicara atau petugas yang bersiap setiap saat untuk menjelaskan ke publik.

“Harus ada jubir yang siap dan duduk 24 jam menghadapi wartawan, mengetik di sosial media dan sebagainya. Tapi yang saya perhatikan, websitenya KPU juga Bawaslu nggak melakukan itu. Pada hal yang bekecamuk itu di sosial media. Ini harusnya dijawab langsung,” saran pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fahri juga mengatakan kekisruhan dalam pelaksaan Pemilu ini juga semestinya menjadi evaluasi presiden sebagai pengusul atas perubahan UU Pemilu dan Parpol. Selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi parpol yang tidak inpenden atas kepentingan-kepentingan jangka pendek, yang dari awal merancang sistem pemilu ini berlubang.

“Maka kita harus berjanji pada diri kita sendiri bahwa kita tidak akan lagi mendesain sistem Pemilu yang begini kacau dan rusak, cukuplah ini yang terakhir,” pungkasnya.

Reporter:Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Selandia Baru Beri Izin Tinggal Permanen Para Korban Serangan Teror Christchurch

"Kami sangat bahagia," imbuhnya seraya berharap semua orang memenuhi persyaratan sebgaimana mestinya.

Kamis, 25/04/2019 13:42 0

Arab Saudi

Arab Saudi Terjunkan Angkatan Udara untuk Lindungi Mekkah

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan bahwa angkatan udara kerajaan telah dikerahkan untuk melindungi kota suci Mekkah dari segala ancaman potensial.

Kamis, 25/04/2019 11:57 0

Suara Pembaca

Bantu Hasni, Istri Seorang Ustadz Penderita Kanker Ganas!

Hidup berarti menjalani semua suratan takdir yang sudah Allah tetapkan, baik buruknya, susah senangnya, termasuk...

Kamis, 25/04/2019 11:14 0

Artikel

Muslim Krimea di Bawah Ancaman Persekusi dan Pengusiran Rusia

Rusia sudah lama menargetkan komunitas Tatars dengan berbagai macam ancaman termasuk penahanan secara ilegal dan ancaman-ancaman lainnya.

Kamis, 25/04/2019 11:00 0

Afrika

Balas Pembantaian Etnis Muslim Fulani, JNIM Serbu Kamp Militer Mali

Organisasi bersenjata yang terbentuk dari aliansi kelompok-kelompok jihad ini menekankan bahwa operasi itu sebagai pembalasan atas pembantaian 160 etnis Muslim Fulani bulan lalu. Pembantaian itu dilakukan oleh etnis yang didukung oleh militer pemerinta.

Kamis, 25/04/2019 08:37 0

Opini

Merenungi Harga Mahal Demokrasi

Sebagai seorang muslim, mungkin kita harus memikirkan kembali kelayakan demokrasi untuk dihargai semahal ini.

Rabu, 24/04/2019 18:13 0

Amerika

Lawan Islamofobia, Wanita Ini Nekat Pose Berjilbab di Depan Massa Anti-Islam

Foto Shaymaa Ismaa'eel yang berpose di depan pemrotes anti-Muslim menjadi viral di media sosial. Dia mengaku sempat dicegah petugas ketika hendak melakukannya, namun justru membuatnya semakin termotivasi. 

Rabu, 24/04/2019 17:36 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pandai Mengelola Perubahan Peran dalam Kehidupan

KIBLAT.NET- Sebenarnya tanpa kita sadari kehidupan ini hanyalah perubahan-perubahan peran. Terkadang di satu sisi, seseorang...

Rabu, 24/04/2019 17:18 0

China

AS dan Cina Lanjutkan Perundingan untuk Akhiri Perang Dagang

Pembicaraan untuk perdagangan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Cina akan dilanjutkan minggu depan, setelah dua negara dengan ekonomi besar itu hampir mencapai kesepakatan.

Rabu, 24/04/2019 15:11 0

Asia

FBI Bantu Penyelidikan Bom Beruntun di Sri Lanka

Anggota FBI datang sehari setelah seorang menteri pertahanan Sri Lanka, menyebutkan dalam penyelidikan awal, bahwa serangan itu dilakukan oleh ekstrimis Islam.

Rabu, 24/04/2019 13:30 0

Close