... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Petinggi KPU Bisa Dipidana Terkait Salah Input Data

Foto: Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Chandra Purna Irawan menyatakan perlunya proses pidana dilakukan terhadap petinggi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab, kesalahan input data terjadi berulang kali.

“Saya soroti dalam konteks KPU yang salah input dan nomor salah angkanya yang tidak tepat, itu saya berpendapat bahwa dalam segi hukum KPU harus diproses dalam proses pidana. Siapa yang diproses pidana? Tentu komisionernya dan ketuanya dalam segi hukum,” tegasnya saat dihubungi Kiblat.net pada (24/04/2019) siang.

Chandra juga menjelaskan bahwa dalam kasus ini, KPU telah melakukan clerical error (kesalahan pengetikan.red). Menurutnya, clerical error sendiri terbagi menjadi dua.

“Satu, kalau dia berdampaknya tidak terlalu signifikan, maka dia tidak akan apa-apa atau tidak dapat diproses,” tuturnya.

“Tapi kalau dia berdampak signifikan, signifikan maksudnya merugikan salah satu pihak, maka tentu dalam konteks ini kalau pendapat saya itu sudah merupakan bentuk pelanggaran hukum,” sambung Chandra.

Kesalahan imput data ini terjadi berulang kali, menurut Chandra ada prilaku kesengajaan. Karena dalam ilmu hukum sendiri, membedakan kesengajaan atau tidak dapat dilihat dari berapa kali kesalahan ini terulang.

Maka dia mengaskan agar polisi turut ikut andil dalam memproses KPU. “Polisi sangat berwenang dalam menindak lanjuti. Itu saya pikir patut itu diproses dalam konteks ini,” pungkasnya.

Reporter: Syuja Asadullah
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Petinggi KPU Bisa Dipidana Terkait Salah Input Data”

  1. Yudhi

    Setuju sekali krn kesalahan yg berulang merupakan indikasi kesengajaan yg dilakukan secara kasar

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Merenungi Harga Mahal Demokrasi

Sebagai seorang muslim, mungkin kita harus memikirkan kembali kelayakan demokrasi untuk dihargai semahal ini.

Rabu, 24/04/2019 18:13 0

Amerika

Lawan Islamofobia, Wanita Ini Nekat Pose Berjilbab di Depan Massa Anti-Islam

Foto Shaymaa Ismaa'eel yang berpose di depan pemrotes anti-Muslim menjadi viral di media sosial. Dia mengaku sempat dicegah petugas ketika hendak melakukannya, namun justru membuatnya semakin termotivasi. 

Rabu, 24/04/2019 17:36 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pandai Mengelola Perubahan Peran dalam Kehidupan

KIBLAT.NET- Sebenarnya tanpa kita sadari kehidupan ini hanyalah perubahan-perubahan peran. Terkadang di satu sisi, seseorang...

Rabu, 24/04/2019 17:18 0

China

AS dan Cina Lanjutkan Perundingan untuk Akhiri Perang Dagang

Pembicaraan untuk perdagangan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Cina akan dilanjutkan minggu depan, setelah dua negara dengan ekonomi besar itu hampir mencapai kesepakatan.

Rabu, 24/04/2019 15:11 0

Asia

FBI Bantu Penyelidikan Bom Beruntun di Sri Lanka

Anggota FBI datang sehari setelah seorang menteri pertahanan Sri Lanka, menyebutkan dalam penyelidikan awal, bahwa serangan itu dilakukan oleh ekstrimis Islam.

Rabu, 24/04/2019 13:30 0

Wilayah Lain

PM Ardern Tak Tahu-Menahu soal Kaitan Bom Sri Lanka dengan Teror Cristchurch

"Kami memahami penyelidikan Sri Lanka terhadap serangan itu masih dalam tahap awal. Selandia Baru belum melihat intelijen yang menjadi dasar penilaian semacam itu," kata juru bicara Ardern dalam pernyataan emailnya.

Rabu, 24/04/2019 12:42 0

Palestina

Israel Namai Salah Satu Kota di Golan dengan Nama Presiden AS

"Semua orang Israel sangat tersentuh ketika Presiden Trump mengambil keputusan bersejarahnya," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan video di Dataran Tinggi Golan.

Rabu, 24/04/2019 08:00 0

Arab Saudi

Arab Saudi Eksekusi Mati 37 Narapidana Terorisme

pelaksanaan hukuman mati itu di provinsi Riyadh, Makkah, Madinah, Qassim (tengah) dan wilayah timur.

Rabu, 24/04/2019 06:30 0

Wilayah Lain

ISIS Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom di Sri Lanka

Reuters mengatakan bahwa ‘Amaq tidak menyertakan bukti yang meyakinkan bahwa serangan itu dilakukan oleh anggota ISIS.

Selasa, 23/04/2019 21:53 0

Wilayah Lain

Sri Lanka Minta Bantuan Asing untuk Selidiki Serangan Bom Kolombo

“Informasi intelijen mengatakan organisasi teroris asing berada di belakang teroris lokal. Karena itu, presiden akan meminta bantuan dari negara asing," kata pernyataan yang dilansir Reuters itu.

Selasa, 23/04/2019 07:54 0

Close