... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Merenungi Harga Mahal Demokrasi

Foto: Distribusi kotak suara Pemilu 2019 ke pedalaman.

KIBLAT.NET – Demokrasi itu sangat-sangat mahal. Tapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai nominal ongkos pesta demokrasi yang besarannya membuat siapapun terbengong walau sejenak. Jika mahal diartikan berharga tinggi, maka untuk mendapatkannya kita harus memberikan apa yang berharga tinggi juga sebagai alat tukar. Dan salah satu alat tukar termahal yang telah kita bayarkan untuk demokrasi –yang seringkali tidak kita sadari- adalah waktu.

Ya! Waktu adalah hal paling berharga yang kita miliki, bahkan ada surat dalam Al-Qur’an yang bernama Al ‘Ashr yang berarti waktu dimana dalam salah satu ayatnya Allah SWT bersumpah atas nama waktu. Hal ini menunjukkan betapa mulianya betapa berharganya sang waktu.

Dalam konteks Indonesia kekinian, tentu saya tak perlu menjelaskan panjang lebar perihal bagaimana Pemilu 2019 menyita habis waktu kita. Namun, sayangnya entah demokrasi ataupun petugas demokrasi di negeri ini seperti tidak mampu menyelesaikan apa pun tepat waktu. Justru semakin menguras waktu berharga kita untuk masalah-masalah sepele yang pada akhirnya menghambat produktifitas kita semua.

Untuk itu, sebagai seorang muslim. Tentu kita harus memikirkan kembali kelayakan demokrasi untuk dihargai semahal ini. Kita perlu memikirkan kembali apa maslahat demokrasi bagi aspek duniawi dan ukhrowi kita sehingga layak kita hargai semahal ini.

Sebagai tambahan renungan, ada sebuah kenyataan bahwa tidak ada Negara maju yang berkembang di atas fondasi demokrasi. Baiklah, anda pasti akan menyebut Amerika. Ketahuilah! Amerika dibangun di atas genosida dan perbudakan. Lalu Inggris, dibangun di atas monarki absolut, perbudakan, imperialisme, dan penjarahan. Bagaimana dengan Negara maju lainnya? Jika anda pelajari sejarah mereka, anda akan temukan alur cerita yang tak jauh beda dengan Inggris dan Amerika. Singkat cerita, demokrasi hanyalah sekumpulan syair-syair indah memabukkan yang mereka sebarkan demi mempertahankan status mereka sebagai Negara maju.

BACA JUGA  Prof. Eddy, Postulat Hukum, dan Harapan Masyarakat Indonesia

Demokrasi adalah sistem yang mengklaim dirinya modern namun terkadang meragukan. Dimana Negara Barat yang menyebarkan demokrasi memiliki sistem anti demokrasi tertentu untuk menghindari kegilaan yang dibawa demokrasi. Sesuatu yang akhir-akhir ini mulai kita rasakan di Negeri kita. Mereka tentu sangat menyadari “sabda” Cicero, “demokrasi yang terlalu bebas akan berujung hukum rimba.”

Bahan renungan selanjutnya adalah, demokrasi bukanlah sistem standar ataupun standar sistem bahkan dalam konteks kekinian sekalipun. Cina, Rusia, Arab Saudi, Korea Utara dan banyak negara lain setidaknya pada saat ini sedang menjalankan standar sistem mereka sendiri dan mengalami kemajuan dengan cepat. Anda pasti akan menyinggung perihal pelanggaran HAM yang mencolok di negara-negara tersebut. Tetapi marilah bercermin, AS dan Inggris juga tidak asing dengan pelanggaran HAM. Saya tak perlu lagi menuliskan berapa banyak invasi, pembunuhan berskala internasional, penggulingan pemerintahan yang dilakukan keduanya, karena sudah menjadi rahasia umum.

Secara pribadi, saya percaya suatu wilayah atau teritori di muka bumi ini hanya bisa menjalankan atau mengadopsi sistem pemerintahan yang benar-benar sesuai dengan kepercayaan, keyakinan, latar belakang, dan kondisi para penduduknya. Di belahan bumi tertentu, mungkin hal-hal tertentu dapat diatur atau keputusan diambil sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Sementara di belahan bumi lainnya, konsensus-konsensus yang mendamaikan dan menyatukan justru hanya bisa dicapai oleh konsepsi-konsepsi yang pada hari ini “dianggap” terlarang.

BACA JUGA  Saat Hakim MK Sebut KPU Ngeles di Sidang Sengketa Pilpres

Namun, di luar semua itu. Sebagai seorang muslim -yang akan menyambut bulan mulia Ramadhan-, hal terpenting yang perlu kita tanyakan pada diri kita adalah, “Pantaskah demokrasi kita hargai semahal itu?!”

Penulis: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Lawan Islamofobia, Wanita Ini Nekat Pose Berjilbab di Depan Massa Anti-Islam

Foto Shaymaa Ismaa'eel yang berpose di depan pemrotes anti-Muslim menjadi viral di media sosial. Dia mengaku sempat dicegah petugas ketika hendak melakukannya, namun justru membuatnya semakin termotivasi. 

Rabu, 24/04/2019 17:36 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pandai Mengelola Perubahan Peran dalam Kehidupan

KIBLAT.NET- Sebenarnya tanpa kita sadari kehidupan ini hanyalah perubahan-perubahan peran. Terkadang di satu sisi, seseorang...

Rabu, 24/04/2019 17:18 0

Indonesia

FPI Poso Tuntut UNSIMAR Pecat Dosen Karena Dianggap Hina HRS

Front Pembela Islam (FPI) Poso mendesak pihak Universitas Sintuwu Maroso (UNSIMAR) untuk memecat salah satu dosennya karena dianggap menghina sejumlah tokoh. 

Rabu, 24/04/2019 17:07 0

Indonesia

Banyak Korban Jiwa Berjatuhan, Ketua DPR Kritisi Pemilu 2019

Dilaporkan puluhan petugas penyelenggara Pemilu 2019 meninggal ketika menjalankan tugasnya.

Rabu, 24/04/2019 15:43 0

China

AS dan Cina Lanjutkan Perundingan untuk Akhiri Perang Dagang

Pembicaraan untuk perdagangan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Cina akan dilanjutkan minggu depan, setelah dua negara dengan ekonomi besar itu hampir mencapai kesepakatan.

Rabu, 24/04/2019 15:11 0

Asia

FBI Bantu Penyelidikan Bom Beruntun di Sri Lanka

Anggota FBI datang sehari setelah seorang menteri pertahanan Sri Lanka, menyebutkan dalam penyelidikan awal, bahwa serangan itu dilakukan oleh ekstrimis Islam.

Rabu, 24/04/2019 13:30 0

Indonesia

119 Petugas KPPS Meninggal, dari Kelelahan Hingga Ditabrak Babi

Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 119 orang.

Rabu, 24/04/2019 12:59 0

Wilayah Lain

PM Ardern Tak Tahu-Menahu soal Kaitan Bom Sri Lanka dengan Teror Cristchurch

"Kami memahami penyelidikan Sri Lanka terhadap serangan itu masih dalam tahap awal. Selandia Baru belum melihat intelijen yang menjadi dasar penilaian semacam itu," kata juru bicara Ardern dalam pernyataan emailnya.

Rabu, 24/04/2019 12:42 0

Indonesia

Launching Ekspedisi Ramadhan, IZI Salurkan Bantuan ke 10 Wilayah

Launching Ekspedisi Ramadhan kali ini diselenggarakan di wilayah Petir, Serang, Banten dan diresmikan oleh Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana.

Rabu, 24/04/2019 12:01 0

Indonesia

APPERTI Sebut Pemilu 2019 Terburuk

“Di luar negeri, banyak rakyat Indonesia tidak mencoblos karena kehabisan surat suara atau alasan lainnya," ujarnya.

Rabu, 24/04/2019 09:50 0

Close