... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

FPI Poso Tuntut UNSIMAR Pecat Dosen Karena Dianggap Hina HRS

Foto: Ketua Umum FPI Kabupaten Poso, Ustadz Sugianto Kaimudin

KIBLAT.NET, Poso – Front Pembela Islam (FPI) Poso mendesak pihak Universitas Sintuwu Maroso (UNSIMAR) untuk memecat salah satu dosennya karena dianggap menghina sejumlah tokoh.

Irnovia Berliana Pakpahan dianggap melakukan penghinaan terhadap Habib Muhammad Rizieq Shihab, petinggi PAN Amien Rais dan capres Prabowo Subianto karena menyebut mereka sebagai “Trio Ambisi.”

“Menurut kami (pernyataan itu) suatu kebencian yang sangat luar biasa, sehingga kami dan beberapa ormas berkoordinasi, mendatangi dan memberi ketegasan bahwa ini adalah penghinaan,” kata Ketua Umum FPI Kabupaten Poso, Ustadz Sugianto Kaimudin, Senin (22/04/2019).

Sugianto menjelaskan bahwa umat Islam tidak pernah melecehkan pendeta-pendeta dari kaum Nasrani. Untuk itu, pihaknya meminta agar dosen tersebut dikeluarkan dari kampus, karena telah dilakukan berulang-ulang.

“FPI mewakili umat Islam tidak bisa menjadi saksi bisu, karena tersangka merupakan seorang dosen yang seharusnya membimbing S2, tapi justru berbuat sedemikian rupa,” ujarnya.

Pihaknya memberikan waktu 2×24 jam agar kampus memberikan keputusan dan hukuman terhadap dosen tersebut melalui sidang etik.

“Kami menunggu hasil dari sidang etik UNSIMAR untuk menentukan tindakan selanjutnya,” tegas Sugianto Kaimudin.

Kontributor: Fathan (Poso)
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

AS dan Cina Lanjutkan Perundingan untuk Akhiri Perang Dagang

Pembicaraan untuk perdagangan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Cina akan dilanjutkan minggu depan, setelah dua negara dengan ekonomi besar itu hampir mencapai kesepakatan.

Rabu, 24/04/2019 15:11 0

Asia

FBI Bantu Penyelidikan Bom Beruntun di Sri Lanka

Anggota FBI datang sehari setelah seorang menteri pertahanan Sri Lanka, menyebutkan dalam penyelidikan awal, bahwa serangan itu dilakukan oleh ekstrimis Islam.

Rabu, 24/04/2019 13:30 0

Wilayah Lain

PM Ardern Tak Tahu-Menahu soal Kaitan Bom Sri Lanka dengan Teror Cristchurch

"Kami memahami penyelidikan Sri Lanka terhadap serangan itu masih dalam tahap awal. Selandia Baru belum melihat intelijen yang menjadi dasar penilaian semacam itu," kata juru bicara Ardern dalam pernyataan emailnya.

Rabu, 24/04/2019 12:42 0

Palestina

Israel Namai Salah Satu Kota di Golan dengan Nama Presiden AS

"Semua orang Israel sangat tersentuh ketika Presiden Trump mengambil keputusan bersejarahnya," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan video di Dataran Tinggi Golan.

Rabu, 24/04/2019 08:00 0

Arab Saudi

Arab Saudi Eksekusi Mati 37 Narapidana Terorisme

pelaksanaan hukuman mati itu di provinsi Riyadh, Makkah, Madinah, Qassim (tengah) dan wilayah timur.

Rabu, 24/04/2019 06:30 0

Wilayah Lain

ISIS Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom di Sri Lanka

Reuters mengatakan bahwa ‘Amaq tidak menyertakan bukti yang meyakinkan bahwa serangan itu dilakukan oleh anggota ISIS.

Selasa, 23/04/2019 21:53 0

Wilayah Lain

Sri Lanka Minta Bantuan Asing untuk Selidiki Serangan Bom Kolombo

“Informasi intelijen mengatakan organisasi teroris asing berada di belakang teroris lokal. Karena itu, presiden akan meminta bantuan dari negara asing," kata pernyataan yang dilansir Reuters itu.

Selasa, 23/04/2019 07:54 0

Timur Tengah

Iran dan Pakistan Bentuk Pasukan Gabungan Anti-Teror

kedua negara sepakat memperkuat kerja sama keamanan dan membentuk pasukan gabungan gerakan cepat untuk memerangi “terorisme” di perbatasan kedua negara.

Selasa, 23/04/2019 06:56 0

Asia

Sri Lanka Tuduh Jama’ah At-Tauhid Al-Wathani di Balik Serangkaian Serangan Bom

Dokumen itu mengatakan pihak berwenang harus mengambil tindakan pencegahan karena kemungkinan serangan teroris oleh organisasi yang disebut JTW.

Selasa, 23/04/2019 05:59 0

Afrika

Demonstran Sudan: Kami Tidak Butuh Bantuan Saudi

"Mereka melobi dan menggunakan uang untuk mencoba dan mengendalikan Sudan. Kami memiliki sumber daya yang cukup untuk menjaga diri dan kepentingan kami," kata Adil Gasem Alseed, seorang pedagang, kepada Al Jazeera pada Senin (22/04/2019).

Senin, 22/04/2019 18:02 0

Close