... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Arab Saudi Eksekusi Mati 37 Narapidana Terorisme

Foto: Arab Saudi

KIBLAT.NET, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi mengeksekusi mati sebanyak 37 narapidana di lima provinsi pada Selasa (23/04/2019). Puluhan tahanan yang seluruhnya warga negara Saudi itu dinyatakan bersalah atas kasus yang berkaitan engan “terorisme”.

Kantor berita resmi Saudi (SPA), seperti dilansir AFP, menjelaskan bahwa pelaksanaan hukuman mati itu di provinsi Riyadh, Makkah, Madinah, Qassim (tengah) dan wilayah timur.

Untuk bagiannya, Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Besar Saudi dalam pernyataannya mengkonfirmasi bahwa “pelaksanaan putusan pengadilan terhadap mereka yang terbukti bersalah atas kejahatan yang dikaitkan dengan mereka karena mengadopsi ideologi teroris ekstremis dan pembentukan sel-sel teroris dan pelanggaran keamanan merupakan penerapan hukum Syariah.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa hukuman ini dalam rangka mencapai kemaslahatan, menjaga keamanan dan stabilitas serta mencegah para perusak melakukan kejahataannya di bumi.

Seperti biasa, lembaga Amnesty International mengutuk eksekusi tersebut, dengan menyatakan bahwa mayoritas narapidana yang dieksekusi kemarin pengikut Syiah.

“Eksekusi hari ini adalah bukti menakutkan dari penghinaan pemerintah Saudi untuk kehidupan manusia,” kata Lynn Maalouf, direktur penelitian Amnesty Internasional di Timur Tengah.

“Ini juga indikasi lain tentang bagaimana hukuman mati dapat digunakan sebagai alat politik untuk menghancurkan perbedaan pendapat dalam minoritas Syiah negara itu,” imbunya.

Maalouf menjelaskan, sebanyak 11 narapidana yang dieksekusi didakwa memata-matai untuk Iran, dan 14 lainnya terlibat melakukan tindakan kekerasan terkait dengan partisipasi mereka dalam demonstrasi pengikut Syiah di wilayah timur antara 2011 dan 2012.

BACA JUGA  Syiah Hutsi Yaman Rudal Bandara Saudi, 26 Pengunjung Terluka

Pemerintah Saudi telah mengeksekusi sedikitnya 100 narapidana dalam berbagai kasus sejak awal tahun ini, menurut hitungan AFP berdasarkan data resmi yang diterbitkan oleh kantor berita resmi.

Laporan Amnesty International 10 April tentang hukuman mati pada tahun 2018 menyatakan bahwa negara-negara yang paling banyak melakukan hukuman mati adalah Cina (ribuan), Iran (253), Arab Saudi (149), Vietnam (85) dan Irak (52).

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan pada Selasa bahwa mereka telah dihukum karena “mengadopsi ideologi teroris ekstremis dan membentuk sel-sel teroris untuk merusak, mengganggu keamanan dan menciptakan kekacauan.”

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Nusantara Bangkit Sebut Klaim Menang Prabowo Timbulkan Perpecahan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Nusantara Bangkit, Ir. Ivan PP mengklaim bahwa pasca deklarasi kemenangan Prabowo, terjadi perpecahan di masyarakat

Selasa, 23/04/2019 10:58 2

Indonesia

Nusantara Bangkit Tuding Paslon 02 Penyebab Perdebatan Pasca Pilpres

KIBLAT.NET, Jakarta – Meski KPU baru menyatakan bahwa keputusan resmi hasil pemilu akan diumumkan pada...

Senin, 22/04/2019 14:55 3

Artikel

Persiapan-persiapan Menyambut Ramadhan

Apa saja yang harus dipersiapkan agar jiwa dan raga kita benar-benar siap ketika Ramadhan datang.

Senin, 22/04/2019 14:30 0

Indonesia

Polisi Duga Gudang KPU Pesisir Selatan Sengaja Dibakar

Korsleting atau arus pendek dipastikan bukan menjadi penyebab.

Senin, 22/04/2019 13:55 0

Indonesia

Bawaslu Minta Hitung Suara Ulang Seluruh TPS Surabaya, Ini Alasannya

"Penghitungan suara ulang untuk TPS se-kota Surabaya dilakukan dengan cara membuka kotak suara yang hanya dilakukan di PPK," ujar Hadi, seperti dikutip Antara, Ahad (21/04/2019) malam.

Senin, 22/04/2019 12:31 0

Indonesia

Ketua DPR: Caleg dan Petugas TPS yang Curang Bisa Dipidana

Salah satu modus kecurangan yang kerap terjadi antar caleg internal partai itu sendiri adalah, pencurian melalui persengkokolan pengurangan pencatatan di C1 sebelum dikirim ke kecamatan atau PPK.

Senin, 22/04/2019 11:38 0

Indonesia

HNW Heran Salah Input Data oleh KPU Hanya Rugikan Paslon 02

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menanggapi salah input data oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Senin, 22/04/2019 10:41 1

Indonesia

REKAT Indonesia Sebut Prabowo Raih 67,8 % Suara

berdasarkan perhitungan sementara yang dilakukan internal REKAT Indonesia, setidaknya Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno mendapatkan suara sebanyak 67,8 persen

Ahad, 21/04/2019 17:53 0

Indonesia

Cek Metodologi yang Dipakai Lembaga Survei untuk Quick Count

KIBLAT.NET, Jakarta – Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) membeberkan metodologi yang digunakan 8 anggotanya...

Ahad, 21/04/2019 14:31 1

Indonesia

Persepi: Kalangan Elit yang Tidak Percaya Hasil Quick Count

"Kayaknya yang mulai distrust itu elitnya. Jadi kan elitnya membuat distrust padahal record kita cukup baik, record anggota-anggota Persepi dalam membuat quick count sejak beberapa pilpres yang lalu," kata Ketua Persepi, Philips J Vermonte di Hotel Morissey, Jakarta pada Sabtu (20/04/2019).

Ahad, 21/04/2019 12:50 1

Close