... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sri Lanka Tuduh Jama’ah At-Tauhid Al-Wathani di Balik Serangkaian Serangan Bom

Foto: Polisi Sri Lanka

KIBLAT.NET, Kolombo – Pemerintah Sri Lanka menuduh organisasi Islam lokal, Jama’ah At-Tauhid Al-Wathany (JTW), berada di balik serangkaian serangan bom pada Ahad lalu yang menewaskan ratusan orang. Sementara itu, JTW atau kelompok lainnya tidak ada yang menyatakan bertanggung jawab.

“JTW berada di balik serangan beradara pada Ahad lalu. Pemerintah sedang menyelidiki apakah kelompok tersebut mendapat dukungan dari luar,” kata pernyataan juru bicara pemerintah Rajitha Syratni seperti dikutip Reuters pada Senin (22/04/2019).

Pernyataan itu menambahkan, kami tidak yakin organisasi kecil di negara ini dapat melakukan semua itu tanpa dukungan dari luar. Kami sedang menyelidiki masalah dukungan internasional untuk mereka dan hubungan mereka dengan kelompok lain serta bagaimana mereka merekrut pelaku bom bunuh diri di sini dan juga bagaimana mereka membuat bom seperti itu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menduga kuat JTW di balik serangan mematikan itu. Wickremesinghe mengakui pada Ahad lalu bahwa pemerintah sebelumnya memperoleh informasi intelijen bahwa gereja-gereja mungkin akan diserang oleh kelompok militan yang tidak dikenal. Ia menunjukan beberapa pejabat keamanan juga mendapat informasi serupa.

Menteri Komunikasi Sri Lanka, Haren Fernando, menerbitkan di akun Twitter-nya salinan dokumen yang diterima pemerintah dan intelijen pada 11 April dengan judul “Informasi tentang kemungkinan serangan”.

Dokumen itu mengatakan pihak berwenang harus mengambil tindakan pencegahan karena kemungkinan serangan teroris oleh organisasi yang disebut JTW.

BACA JUGA  Sri Lanka Memanas Setelah Masjid dan Toko Muslim Diserang

Fernando bertanya mengapa peringatan serius oleh dinas intelijen ini diabaikan dan meminta penyelidikan atas kasus ini.

Pemerintah Sri Lanka telah memasukkan JTW ke dalam kelompok ekstremis karena dianggap kerap menghasut kemarahan terhadap ajaran Budha, yang menjadi agama mayoritas di negara itu. Sejumlah pemimpin organisasi itu ditangkap karena khotbah-khotbah mereka yang dianggap keras.

Serangkaian bom meledak pada Ahad di dua gereja dan empat hotel di ibukota Kolombo dan sekitarnya, serta sebuah gereja di wilayah pesisir timur laut Sri Lanka.

Sebanyak 290 orang tewas dan 500 luka-luka akibat serangan tersebut. Pihak berwenang menangkap 13 orang yang diduga terlibat dalam serangkaian ledakan itu.

Dari 22 juta penduduk Sri Lanka, 70 persen adalah penganut Budha, 12,6 persen adalah Hindu, 9,7 persen adalah Muslim dan 7,6 persen adalah Kristen, menurut sensus negara tahun 2012.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Nusantara Bangkit Tuding Paslon 02 Penyebab Perdebatan Pasca Pilpres

KIBLAT.NET, Jakarta – Meski KPU baru menyatakan bahwa keputusan resmi hasil pemilu akan diumumkan pada...

Senin, 22/04/2019 14:55 3

Artikel

Persiapan-persiapan Menyambut Ramadhan

Apa saja yang harus dipersiapkan agar jiwa dan raga kita benar-benar siap ketika Ramadhan datang.

Senin, 22/04/2019 14:30 0

Indonesia

Polisi Duga Gudang KPU Pesisir Selatan Sengaja Dibakar

Korsleting atau arus pendek dipastikan bukan menjadi penyebab.

Senin, 22/04/2019 13:55 0

Indonesia

Bawaslu Minta Hitung Suara Ulang Seluruh TPS Surabaya, Ini Alasannya

"Penghitungan suara ulang untuk TPS se-kota Surabaya dilakukan dengan cara membuka kotak suara yang hanya dilakukan di PPK," ujar Hadi, seperti dikutip Antara, Ahad (21/04/2019) malam.

Senin, 22/04/2019 12:31 0

Indonesia

Ketua DPR: Caleg dan Petugas TPS yang Curang Bisa Dipidana

Salah satu modus kecurangan yang kerap terjadi antar caleg internal partai itu sendiri adalah, pencurian melalui persengkokolan pengurangan pencatatan di C1 sebelum dikirim ke kecamatan atau PPK.

Senin, 22/04/2019 11:38 0

Indonesia

HNW Heran Salah Input Data oleh KPU Hanya Rugikan Paslon 02

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menanggapi salah input data oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Senin, 22/04/2019 10:41 1

Indonesia

REKAT Indonesia Sebut Prabowo Raih 67,8 % Suara

berdasarkan perhitungan sementara yang dilakukan internal REKAT Indonesia, setidaknya Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno mendapatkan suara sebanyak 67,8 persen

Ahad, 21/04/2019 17:53 0

Indonesia

Cek Metodologi yang Dipakai Lembaga Survei untuk Quick Count

KIBLAT.NET, Jakarta – Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) membeberkan metodologi yang digunakan 8 anggotanya...

Ahad, 21/04/2019 14:31 1

Indonesia

Persepi: Kalangan Elit yang Tidak Percaya Hasil Quick Count

"Kayaknya yang mulai distrust itu elitnya. Jadi kan elitnya membuat distrust padahal record kita cukup baik, record anggota-anggota Persepi dalam membuat quick count sejak beberapa pilpres yang lalu," kata Ketua Persepi, Philips J Vermonte di Hotel Morissey, Jakarta pada Sabtu (20/04/2019).

Ahad, 21/04/2019 12:50 1

Indonesia

Lembaga Quick Count Siap Jika Diminta “Buka-bukaan” ke Publik

Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) memaparkan data hasil quick count pada Pemilu 2019. Delapan anggota Persepi yang melakukan quick count membuka data dan memaparkan metodologi yang digunakan.

Ahad, 21/04/2019 12:00 0

Close