... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Iran dan Pakistan Bentuk Pasukan Gabungan Anti-Teror

Foto: PM Pakistan Imran Khan (Kiri) dan Presiden Iran Hassan Rowhani (kanan)

KIBLAT.NET, Teheran – Iran dan Pakistan sepakat, Senin (22/04/2019), membentuk pasukan gabungan gerakan cepat bersama untuk memerangi “terorisme” di perbatasan antara kedua negara. Hal itu disampaikan oleh kedua kepala negara dalam konferensi pers di Teheran.

Kantor berita Iran Fars mengutip pernyataan Presiden Iran, Hassan Rowhani, mengatakan bahwa presiden menekankan Iran dan Pakistan bertekad mengembangkan hubungan bilateral.

“Tidak ada negara lain (yang tidak disebutkan namanya) yang dapat mempengaruhi hubungan persaudaraan dan persahabatan antara kedua negara,” kata Rowhani.

Dia menambahkan bahwa kedua negara sepakat memperkuat kerja sama keamanan dan membentuk pasukan gabungan gerakan cepat untuk memerangi “terorisme” di perbatasan kedua negara.

Rowhani menunjukkan bahwa pertemuannya dengan PM Pakistan Imran Khan juga membahas tindakan Amerika yang salah, terutama terkait Al-Quds (Yerusalem), Golan Suriah, dan Garda Revolusi Iran.

Pada akhir 2017, Presiden AS Donald Trump menyatakan Al-Quds sebagai ibu kota Israel. Trump juga mendukung Dataran Tinggi Golan bagian dari wilayah Israel. Senin lalu, Washington memasukkan Garda Revolusi Iran ke daftar jaringan teroris internasional.

Khan memulai kunjungan resmi ke Iran pada Ahad lalu. Kunjungan atas undangan Rowhani.

Pertemuan bilateral kedua kepala negara itu datang setelah serangkaian serangan yang menewaskan Garada Revolusi Iran dan pasukan penjaga perbatasan Iran di provinsi Sistan Baluchistan. Kelompok bersenjata Sunni, Jaisyul Adl, bertanggung jawab dalam serangan itu.

BACA JUGA  UEA: Abu Dhabi dan Riyadh "Satu Parit" dalam Hadapi Setiap Ancaman

Saat itu, Iran menuduh pemerintah Pakistan sengaja memberi tempat aman bagi kelompok yang disebutnya teroris itu. Sementara itu, Jaisyul Adl menggelar operasi tersebut untuk melawan diskriminasi dan ketidakadilan terhadap minoritas Sunni di Iran, khususnya di dekat perbatasan.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Nusantara Bangkit Tuding Paslon 02 Penyebab Perdebatan Pasca Pilpres

KIBLAT.NET, Jakarta – Meski KPU baru menyatakan bahwa keputusan resmi hasil pemilu akan diumumkan pada...

Senin, 22/04/2019 14:55 3

Artikel

Persiapan-persiapan Menyambut Ramadhan

Apa saja yang harus dipersiapkan agar jiwa dan raga kita benar-benar siap ketika Ramadhan datang.

Senin, 22/04/2019 14:30 0

Indonesia

Polisi Duga Gudang KPU Pesisir Selatan Sengaja Dibakar

Korsleting atau arus pendek dipastikan bukan menjadi penyebab.

Senin, 22/04/2019 13:55 0

Indonesia

Bawaslu Minta Hitung Suara Ulang Seluruh TPS Surabaya, Ini Alasannya

"Penghitungan suara ulang untuk TPS se-kota Surabaya dilakukan dengan cara membuka kotak suara yang hanya dilakukan di PPK," ujar Hadi, seperti dikutip Antara, Ahad (21/04/2019) malam.

Senin, 22/04/2019 12:31 0

Indonesia

Ketua DPR: Caleg dan Petugas TPS yang Curang Bisa Dipidana

Salah satu modus kecurangan yang kerap terjadi antar caleg internal partai itu sendiri adalah, pencurian melalui persengkokolan pengurangan pencatatan di C1 sebelum dikirim ke kecamatan atau PPK.

Senin, 22/04/2019 11:38 0

Indonesia

HNW Heran Salah Input Data oleh KPU Hanya Rugikan Paslon 02

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menanggapi salah input data oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Senin, 22/04/2019 10:41 1

Indonesia

REKAT Indonesia Sebut Prabowo Raih 67,8 % Suara

berdasarkan perhitungan sementara yang dilakukan internal REKAT Indonesia, setidaknya Prabowo Subianto- Sandiaga Salahudin Uno mendapatkan suara sebanyak 67,8 persen

Ahad, 21/04/2019 17:53 0

Indonesia

Cek Metodologi yang Dipakai Lembaga Survei untuk Quick Count

KIBLAT.NET, Jakarta – Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) membeberkan metodologi yang digunakan 8 anggotanya...

Ahad, 21/04/2019 14:31 1

Indonesia

Persepi: Kalangan Elit yang Tidak Percaya Hasil Quick Count

"Kayaknya yang mulai distrust itu elitnya. Jadi kan elitnya membuat distrust padahal record kita cukup baik, record anggota-anggota Persepi dalam membuat quick count sejak beberapa pilpres yang lalu," kata Ketua Persepi, Philips J Vermonte di Hotel Morissey, Jakarta pada Sabtu (20/04/2019).

Ahad, 21/04/2019 12:50 1

Indonesia

Lembaga Quick Count Siap Jika Diminta “Buka-bukaan” ke Publik

Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) memaparkan data hasil quick count pada Pemilu 2019. Delapan anggota Persepi yang melakukan quick count membuka data dan memaparkan metodologi yang digunakan.

Ahad, 21/04/2019 12:00 0

Close