... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tipu Daya Israel di Balik Perluasan Area Tangkap Ikan untuk Nelayan Gaza

Foto: Nelayan Palestina di Lepas Pantai Gaza

KIBLAT.NET – Di bawah naungan kegelapan saat dini hari, Hassan Zidan, seorang nelayan Palestina di Gaza, mengenakan pakaian hangat dan berlayar ke laut dengan kapal penangkap ikan reyot bersama dengan teman-temannya.

Mereka berharap dapat menangkap sejumlah besar ikan untuk dijual di pasar pagi. Tetapi sebelum itu, mereka harus menghadapi serangkaian hambatan berbahaya sebagaimana ratusan nelayan Palestina setiap harinya.

“Hanya beberapa hari yang lalu, orang-orang Mesir menangkap empat nelayan, dan minggu sebelumnya, Israel menyita lima kapal penangkap ikan,” kata Zidan kepada Al Jazeera. Tidak ada alasan yang jelas kenapa mereka ditangkap.

Sudah berjalan 12 tahun Israel memberlakukan blokade di Jalur Gaza, di mana puluhan kapal perang disiagakan untuk mengawasi seberapa jauh nelayan Gaza berlayar ke Laut Mediterania. Israel terus mencengkeram dengan erat daerah kantong yang miskin itu.

Nelayan di Gaza sering bentrok dengan kapal perang, tak jarang jatuh korban dari mereka. “Hampir setiap hari, kami menerima berita tentang teman-teman kami di laut ditembaki Israel atau disemprot dengan air sigung, atau ditembaki dengan peluru karet dan amunisi hidup,” kata nelayan Ibrahim Haniya.

“Blokade dan angkatan laut Israel telah mengubah profesi kami menjadi seorang pelarian yang siap dibunuh. Anda tidak pernah tahu apakah Anda akan tetap hidup sekembali dari laut,” tambah Haniya.

Dalam sebuah pengumuman yang tampaknya positif, Israel mengumumkan bulan lalu satu paket kebijakan sepihak yang bertujuan meredakan blokade sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan otoritas yang berkuasa di Gaza, Hamas.

Langkah-langkah tersebut, mencakup perluasan zona penangkapan ikan Gaza yang belum pernah terjadi sebelumnya menjadi 15 mil laut (28km) sejak penandatanganan Kesepakatan Oslo pada tahun 1993.

Gerakan COGAT

Menurut badan Israel yang mengawasi pendudukan wilayah Palestina, COGAT, atau Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah, mengklaim bahwa perluasan jangkauan penangkapan ikan untuk mencegah tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Namun, nelayan Palestina di Gaza berpendapat bahwa hal itu tidak ada bedanya. Justru mereka semakin bertindak secara sewenang-wenang.

BACA JUGA  Soal Rekonsiliasi, PA 212 Sarankan Prabowo Istiqomah Berjuang Bersama Ulama dan Umat

“Kami terkejut ketika kami mengetahui rincian keputusan Israel ini. Kriteria yang mereka buat membuat langkah ini sama sekali tidak taktis,” kata Zakaria Bakr, kepala serikat nelayan Gaza.

Bakr menjelaskan daftar panjang hambatan dan ancaman yang menjadikan keputusan itu bernilai “nol”. “COGAT menyebarkan berita palsu dan gambar yang menyesatkan untuk menyombongkan diri bahwa mereka peduli pada kita, sementara pada kenyataannya, mereka melakukan segala yang mungkin untuk membuat pekerjaan kita tidak mungkin dilakukan,” ujarnya.

Bakr berpendapat bahwa “tidak ada perbaikan sama sekali. Perluasan ini hanya dibuat untuk konsumsi media”.

Dia menjelaskan bagaimana pembatasan ketat Israel pada impor komersial di Gaza telah membuat perluasan jangkauan penangkapan ikan menjadi “tidak berarti”, tidak mengubah apa pun dalam perjuangan sehari-hari mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Untuk memanfaatkan ekspansi ini, pertama-tama kita perlu peralatan memancing baru. Israel terus melarang masuknya hampir semua barang yang kita butuhkan dengan dalih bahwa persyaratan kita ada dalam daftar panjang barang yang dilarang,” kata Bakr. “Kami hanya bisa mengimpor kabel plastik untuk membuat jaring ikan, tidak lebih.”

Menambah argumen Bakr, Zidan mengatakan bahwa, untuk berlayar ke zona 15 mil laut, kita membutuhkan kapal yang lebih besar, sistem GPS yang andal, dan peralatan memancing yang canggih, tetapi kita tidak bisa mendapatkan semua ini.

“Kami mencoba melakukan yang terbaik dari apa yang kami miliki, tetapi perahu kami lebih tua dari blokade Israel dan Israel bahkan tidak membiarkan fiberglass masuk. Mesin, sistem navigasi, dan jaring ikan semuanya sudah tua tanpa ada sarana untuk pemeliharaan,” ujarnya.

Kriteria yang Ketat

Bakr menjelaskan bahwa Israel menetapkan kriteria ketat pada jenis kapal apa yang diizinkan berlayar ke zona penangkapan ikan yang diperluas; yaitu perahu kecil.

Dia juga menunjukkan bahwa perluasan jangkauan penangkapan ikan terbatas pada bagian selatan zona yang bertetangga dengan Mesir. Namun, zona penangkapan ikan utara di dekat perbatasan Israel masih terbatas hingga 6 mil laut (11 km).

BACA JUGA  Jemaah Haji Indonesia Diberangkatkan ke Tanah Suci Mulai 6 Juli

“Mereka terus mengubah peta. Ini sangat samar sehingga perlu insinyur survei untuk memecahkan kode, bukan nelayan sederhana, yang tidak memiliki alat navigasi GPS dasar karena blokade,” kata Bakr.

Dia juga mengeluh tentang pelecehan dan provokasi bahwa nelayan sering menjadi sasaran oleh militer Israel di laut, termasuk penangkapan sewenang-wenang, penyemprotan dengan air sigung dan penyitaan, atau penembakan terhadap, kapal mereka.

“Angkatan Laut Israel menyerang zona penangkapan ikan kami kapan saja sesuai kehendak mereka,” kata Bakr. “Jumlah serangan dan perangkap angkatan laut Israel telah berlipat dua. Tanpa alat navigasi yang tepat, kita tidak bisa menghindarinya.”

“Untuk menyelamatkan industri perikanan Gaza yang terancam punah, kami membutuhkan perlindungan internasional agar para nelayan dapat melakukan pekerjaan mereka tanpa takut akan kematian, cedera atau kehilangan kapal mereka,” tambahnya.

“Kami juga meminta Israel untuk melepaskan semua kapal dan mesin yang disita dari kami, dan memberikan izin impor yang diperlukan ke Gaza.”

Blokade di Gaza telah menghancurkan ekonominya, dan secara dramatis mengurangi daya beli. Aktivitas perdagangan, termasuk industri perikanan, dalam keadaan kritis.

“Bahkan jika saya menangkap jumlah ikan yang baik dan dapat dengan aman kembali ke kota, akan sulit untuk menemukan pembeli,” kata Zidan.

Sekitar 80 persen populasi Gaza bergantung pada bantuan makanan, yang membuat ikan menjadi barang mewah yang tidak terjangkau bagi banyak orang.

Israel juga membatasi arus produksi di Gaza, sehingga hampir tidak mungkin untuk mengekspor ke dunia luar, atau bahkan ke Tepi Barat yang diduduki.

“Kami lahir di laut, kami berada di sana. Kami mewarisi profesi ini dari orang tua kami selama beberapa generasi,” kata Mohammed Miqdad.

“Tetapi di bawah blokade Israel, kami telah menjadi bagian masyarakat yang paling tertindas, dilecehkan dan diintimidasi. Mereka berusaha membuat kami putus asa, tetapi kami tetap akan terus berjuang untuk melestarikan warisan ini,” tambahnya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Cek Metodologi yang Dipakai Lembaga Survei untuk Quick Count

KIBLAT.NET, Jakarta – Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) membeberkan metodologi yang digunakan 8 anggotanya...

Ahad, 21/04/2019 14:31 1

Indonesia

Persepi: Kalangan Elit yang Tidak Percaya Hasil Quick Count

"Kayaknya yang mulai distrust itu elitnya. Jadi kan elitnya membuat distrust padahal record kita cukup baik, record anggota-anggota Persepi dalam membuat quick count sejak beberapa pilpres yang lalu," kata Ketua Persepi, Philips J Vermonte di Hotel Morissey, Jakarta pada Sabtu (20/04/2019).

Ahad, 21/04/2019 12:50 1

Indonesia

Lembaga Quick Count Siap Jika Diminta “Buka-bukaan” ke Publik

Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) memaparkan data hasil quick count pada Pemilu 2019. Delapan anggota Persepi yang melakukan quick count membuka data dan memaparkan metodologi yang digunakan.

Ahad, 21/04/2019 12:00 0

Indonesia

Pemilu 2019, Pakar Hukum Pidana: Ada Ketentuan yang Tidak Dijalankan

Trisno juga mengungkapkan ada beberapa tempat yang menghilangkan hak pilih bagi orang yang bukan berasal dari tempat tersebut atau bukan warga asli, meski mereka telah mengisi formulir sesuai dengan mekanisme yang ada.

Ahad, 21/04/2019 11:39 0

Indonesia

Bawaslu Diminta Segera Proses Dugaan Kecurangan Pemilu 2019

“Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih harus meningkatkan kinerja di hari-hari pelaksanaan yang ada, kemudian bekerja sama dengan aparat penegak hukum, dalam hal ini pihak kepolisian,” sambungnya.

Ahad, 21/04/2019 11:11 0

Indonesia

Deklarasi Kemenangan di Tengah Kontestasi Elektoral Indonesia

Capres petahana Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kemenangan secara sepihak dalam kontestasi pemilu presiden kali ini berdasarkan perhitungan cepat atau Quick Count sejumlah lembaga survei.

Ahad, 21/04/2019 10:34 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Sekali Lagi, Membicarakan Status Mujahid di Masyarakat

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Sekali Lagi, Membicarakan Status Mujahid di Masyarakat. Syaikh Abdullah Azzam...

Ahad, 21/04/2019 10:31 0

Indonesia

Begini Cara WNI Kuala Lumpur Rajut Persatuan Pasca Pemilu

Menurutnya, turnamen ini bertujuan untuk menjalin kembali persatuan rakyat Indonesia.

Sabtu, 20/04/2019 14:36 0

Indonesia

Viral Video Kecurangan, Fahri Hamzah: Penyelenggara Pemilu Harus Verifikasi

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengingatkan kepada penyelenggara pemilu hadir di tengah masyarakat atas banyaknya video yang menunjukkan kecurangan Pemilu

Sabtu, 20/04/2019 14:24 6

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah Sebut Ketentraman Pasca Pemilu Ditentukan KPU

Anwar menekankan bahwa damai atau tidaknya negeri ini sangat tergantung kepada kerja dan kinerja KPU

Jum'at, 19/04/2019 19:16 0

Close